MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 15 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 15 Juni 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

AI Tak Lagi Sekadar Uji Coba, Kini Jadi Tulang Punggung Bisnis yang Harus Dijaga Ketat

Syamhudi by Syamhudi
Selasa, 9 Juni 2026
in Teknologi
AI Tak Lagi Sekadar Uji Coba, Kini Jadi Tulang Punggung Bisnis yang Harus Dijaga Ketat
23
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Kecerdasan buatan (AI) telah memasuki babak baru. Jika sebelumnya teknologi ini masih dipandang sebagai proyek eksperimental atau inovasi masa depan, kini AI telah menjadi bagian penting dari operasional bisnis sehari-hari yang menuntut pengelolaan serius, setara dengan sistem teknologi paling krusial di perusahaan.

Hal itu terungkap dalam laporan tahunan State of Application Strategy (SOAS) 2026 yang dirilis F5 (NASDAQ: FFIV), perusahaan global penyedia solusi keamanan dan pengelolaan aplikasi serta API.

Berdasarkan survei terhadap ratusan pemimpin teknologi informasi dan keamanan siber di berbagai negara, sebanyak 78% organisasi kini menjalankan proses AI inference secara mandiri. Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan semakin mengutamakan kendali, keamanan, dan fleksibilitas dibanding sekadar kemudahan yang ditawarkan layanan AI publik.

Tren tersebut muncul di tengah meningkatnya kompleksitas infrastruktur digital. Sebanyak 93% organisasi kini mengoperasikan lingkungan multicloud, sementara 86% menjalankan aplikasi di lingkungan hybrid yang menggabungkan pusat data lokal, cloud publik, dan layanan colocation. Kondisi ini membuat pengelolaan dan pengamanan AI menjadi semakin menantang.

“AI telah bertransformasi dari tahap eksperimen menjadi operasional. Pertanyaannya bukan lagi apakah perusahaan akan menggunakan AI, melainkan apakah mereka mampu menjalankannya secara andal, aman, dan dalam skala besar,” kata Kunal Anand, Chief Product Officer F5.

Menurutnya, AI kini menjadi bagian inti bisnis. Karena itu, pengelolaan AI tidak lagi hanya soal model dan algoritma, melainkan juga menyangkut manajemen lalu lintas data, keamanan, tata kelola, dan kontrol operasional yang ketat.

Country Manager F5 Indonesia, Surung Sinamo, menambahkan bahwa tantangan organisasi saat ini bukan sekadar menjalankan model AI, tetapi juga memastikan keamanan lalu lintas AI inference, mengelola identitas agen AI yang terus bertambah, serta menerapkan kebijakan keamanan yang konsisten di seluruh lingkungan hybrid multicloud.

“Kontrol keamanan kini bergeser ke lapisan prompt, token, API, dan identitas. Karena itu, visibilitas yang terpadu dan tata kelola AI menjadi faktor penting agar organisasi dapat mengembangkan AI secara aman dan sesuai regulasi,” ujarnya.

AI Kini Menjadi Realitas Operasional

Laporan tersebut menunjukkan bahwa organisasi saat ini rata-rata mengoperasikan tujuh model AI dalam lingkungan produksi. Sebanyak 77% responden menyebut aktivitas inference sebagai penggunaan AI yang paling dominan, melampaui tahap pelatihan maupun pengembangan model.

Di kawasan Asia Pasifik, China, dan Jepang (APCJ), perusahaan rata-rata telah menggunakan tiga hingga empat model AI dalam tahap produksi. Sebanyak 65% di antaranya memanfaatkan AI untuk otomatisasi operasional secara real-time.

Perubahan ini menegaskan bahwa AI kini harus diperlakukan seperti sistem produksi lainnya yang membutuhkan standar keamanan, skalabilitas, dan tata kelola yang jelas.

AI-as-a-Service Mulai Ditinggalkan

Menariknya, hanya 8% organisasi yang masih sepenuhnya mengandalkan layanan AI publik. Mayoritas perusahaan kini memilih membangun kombinasi beberapa model AI sekaligus untuk mendapatkan keseimbangan antara biaya, akurasi, dan ketersediaan layanan.

Pendekatan tersebut menuntut kemampuan pengelolaan yang lebih kompleks, termasuk sistem routing, mekanisme cadangan (fallback), serta kontrol kebijakan yang lebih canggih.

Hybrid Multicloud Jadi Standar Baru

Laporan ini juga menegaskan bahwa hybrid multicloud telah menjadi standar baru dalam dunia teknologi korporasi. Perusahaan membutuhkan strategi terpadu untuk mengelola aplikasi dan AI yang tersebar di berbagai lingkungan sekaligus.

Dengan tata kelola yang konsisten, organisasi dapat mengurangi silo operasional, meningkatkan efisiensi, serta menjaga ketersediaan layanan tanpa mengorbankan keamanan.

Keamanan AI Jadi Prioritas Utama

Sebanyak 88% organisasi mengaku telah menghadapi tantangan keamanan yang berkaitan dengan AI. Sementara itu, 98% responden tengah bersiap mengadopsi agentic AI, yaitu sistem AI otonom yang membutuhkan identitas, hak akses, dan mekanisme pengamanan layaknya pengguna manusia.

Di kawasan APCJ, 54% organisasi menganggap tingginya biaya operasional AI sebagai tantangan terbesar. Selain itu, 51% responden memperkirakan lonjakan jumlah identitas agen AI akan menjadi tantangan keamanan berikutnya.

Karena itu, pendekatan keamanan tradisional dinilai tidak lagi cukup. Fokus perlindungan kini bergeser ke lapisan prompt, token, API, dan identitas digital.

Kunci Masa Depan Ada pada Tata Kelola

Laporan SOAS 2026 menunjukkan bahwa tingkat kematangan AI kini menjadi indikator penting bagi daya saing dan ketahanan operasional perusahaan.

Organisasi yang mampu membangun visibilitas menyeluruh, sistem autentikasi yang kuat, serta kontrol terpadu di seluruh lingkungan AI diyakini akan lebih siap mengubah potensi AI menjadi nilai bisnis yang berkelanjutan.

Dengan kata lain, di era AI saat ini, keunggulan bukan lagi ditentukan oleh siapa yang paling cepat mengadopsi teknologi, melainkan siapa yang paling mampu mengelola dan mengamankannya. * (Syam)

Post Views45 Views
Tags: AI inferenceCloudera AI Inferenceera AIF5Laporan SOAS 2026

Related Posts

Cisco Siapkan Era Baru AI Otonom, Infrastruktur IT Kini Bisa Mengelola Diri Sendiri?
Teknologi

Cisco Siapkan Era Baru AI Otonom, Infrastruktur IT Kini Bisa Mengelola Diri Sendiri?

by Pratama
Sabtu, 13 Juni 2026
16
Bukan Sekadar Cloud, Kolaborasi Red Hat-Google Ini Jawab Tantangan Kedaulatan Digital Era AI
Teknologi

Bukan Sekadar Cloud, Kolaborasi Red Hat-Google Ini Jawab Tantangan Kedaulatan Digital Era AI

by Syamhudi
Kamis, 11 Juni 2026
15

RECOMMENDED

Disebut Hidden Gem Bursa, Metrodata Bagi Dividen Rp27 per Saham dan Siapkan Strategi Baru

Disebut Hidden Gem Bursa, Metrodata Bagi Dividen Rp27 per Saham dan Siapkan Strategi Baru

15 Juni 2026
10
KB Bank Gelontorkan Rp720 Miliar, Siapa Sosok di Balik Ekspansi Raksasa Logistik Rantai Dingin Ini?

KB Bank Gelontorkan Rp720 Miliar, Siapa Sosok di Balik Ekspansi Raksasa Logistik Rantai Dingin Ini?

15 Juni 2026
18

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    575 shares
    Share 230 Tweet 144
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    331 shares
    Share 132 Tweet 83
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM