Jakarta, Mediaprofesi.id – Honda Racing Indonesia (HRI) siap memulai petualangan baru di musim balap 2026 dengan turun pada putaran perdana Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026 yang digelar akhir pekan ini di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok. Setelah mengumumkan susunan pembalap untuk musim ini, ajang pembuka tersebut menjadi panggung pertama bagi HRI untuk membuktikan diri sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan.
Tak hanya mengusung target mempertahankan prestasi, musim ini juga menandai lahirnya babak baru melalui debut HRI Team Management. Sorotan utama tertuju pada Rachel Cia yang untuk pertama kalinya akan berlaga di ajang balap touring nasional.
Musim lalu, HRI tampil impresif dengan memborong lima gelar juara pada musim debutnya di MFoS. Prestasi tersebut mencakup National Championship ITCR 1.200 Seeded A, National Championship ITCR 1.200 Seeded B, National Championship ITCR 3.600 Seeded A, serta gelar Team Constructor Champion ITCR 1.200 dan ITCR 3.600.
Kini, HRI datang ke Mandalika bukan lagi sebagai pendatang baru. Tim ini membawa misi mempertahankan dominasi sekaligus melanjutkan tradisi Honda di dunia motorsport yang identik dengan konsistensi, pengembangan berkelanjutan, dan semangat untuk terus berkembang menghadapi setiap tantangan.
Rachel Cia Memulai Tantangan Baru

Putaran pembuka MFoS 2026 juga menjadi momen penting bagi program HRI Team Management, sebuah langkah jangka panjang Honda Racing Indonesia untuk mencetak generasi baru pembalap nasional.
Bagi Honda, regenerasi bukan sekadar menghadirkan wajah baru di lintasan. Lebih dari itu, proses pembinaan dilakukan secara bertahap agar para talenta muda mampu belajar, beradaptasi, dan berkembang dalam atmosfer kompetisi yang sesungguhnya.
Salah satu nama yang paling menarik perhatian adalah Rachel Cia. Selama ini ia dikenal sebagai female drifter berprestasi yang sukses meraih gelar Women’s Drift Challenge 2023. Namun kali ini, Rachel memasuki dunia yang berbeda.
Balap touring menuntut kemampuan menjaga konsistensi lap time, strategi balap yang matang, serta ketajaman membaca situasi lintasan dalam waktu singkat. Mengandalkan Honda City Hatchback RS miliknya sendiri di kelas ITCR 1.500, Rachel akan menghadapi tantangan baru di Sirkuit Mandalika.
Seri pembuka ini menjadi langkah awal yang penting untuk mengukur proses adaptasinya sekaligus membangun ritme kompetisi sepanjang musim.
“Putaran pertama selalu menjadi momen penting untuk melihat kesiapan tim dan arah pengembangan sepanjang musim. Tahun ini kami datang dengan kombinasi pembalap berpengalaman, talenta muda yang sudah terbukti, serta pembalap baru yang sedang memulai prosesnya. Untuk Rachel, yang terpenting bukan hanya hasil balapan pertama, tetapi bagaimana ia memahami karakter balap touring, membangun kepercayaan diri, dan terus berkembang di setiap sesi,” ujar Alvin Bahar, Director sekaligus pembalap Honda Racing Indonesia.
Siap Pertahankan Performa Juara

Di lini utama, Alvin Bahar kembali turun di kelas ISTCR Seeded A dengan Honda Civic Type R FL5 untuk menghadapi persaingan di kelas paling kompetitif.
Sementara itu, duet Avila Bahar dan Andri Abirezky kembali menjadi andalan HRI di kelas ITCR 1.200 Seeded A menggunakan Honda Brio RS. Menariknya, Andri kini naik ke kategori Master setelah tampil dominan dan meraih gelar juara di kelas Seeded B pada musim debutnya tahun lalu.
Di lintasan Mandalika, Honda Brio RS akan diuji hingga batas kemampuannya. Mobil hatchback andalan Honda tersebut akan bersaing ketat di tengah grid yang penuh tekanan bersama para pembalap yang mengandalkan kombinasi kecepatan, pengalaman, dan konsistensi.
Keikutsertaan berbagai model Honda di MFoS 2026 juga menunjukkan bagaimana kendaraan yang dekat dengan konsumen tetap mampu menjadi basis pengembangan performa di dunia balap. Melalui kompetisi, Honda terus menguji kemampuan kendaraan, kesiapan tim, dan ketangguhan pembalap untuk menghadirkan performa yang cepat sekaligus dapat diandalkan.
Putaran pertama dan kedua MFoS 2026 menjadi langkah awal dari total enam seri yang akan dijalani Honda Racing Indonesia musim ini. Adaptasi Rachel Cia, performa para pembalap inti, serta konsistensi tim sepanjang akhir pekan akan menjadi fondasi penting untuk menghadapi persaingan di seri-seri berikutnya. * (Syam/Pra)





