MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 29 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 29 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Jangan Asal Share di WhatsApp! Warga Bekasi Belajar Mengenali Hoaks dan Deepfake AI

Wahyu by Wahyu
Sabtu, 4 Juli 2026
in Teknologi
Jangan Asal Share di WhatsApp! Warga Bekasi Belajar Mengenali Hoaks dan Deepfake AI
58
VIEWS

Bekasi, Mediaprofesi.id – Sebanyak 150 warga RT 02/RW 014 Kelurahan Bintara, Bekasi Barat, mengikuti pelatihan literasi digital bertajuk “Cek Sebelum Cekcok” yang digelar di Trimedika Green Park, Kota Bekasi, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan yang diinisiasi mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina ini bertujuan membekali masyarakat agar lebih cermat menghadapi maraknya informasi palsu dan konten manipulatif berbasis kecerdasan buatan (AI).

Program ini menyasar ibu rumah tangga, lansia, hingga masyarakat umum yang sehari-hari aktif menggunakan WhatsApp dan media sosial. Melalui pelatihan tersebut, peserta diajak memahami cara mengenali hoaks, memverifikasi informasi, hingga mengidentifikasi video dan foto hasil rekayasa AI atau yang dikenal sebagai deepfake.

Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan, pelatihan ini berangkat dari hasil pemetaan sosial yang dilakukan pada pertengahan Juni 2026. Hasilnya menunjukkan bahwa warga Bintara sangat aktif berinteraksi di berbagai grup digital, mulai dari grup RT, grup warga RW hingga grup Prolanis Klinik Trimedika. Namun, sebagian besar masih belum terbiasa melakukan pengecekan fakta sebelum membagikan informasi.

Tim bahkan menemukan fenomena yang mereka sebut sebagai “Shareable Syndrome”, yakni kebiasaan membagikan informasi secara spontan tanpa memverifikasi kebenarannya terlebih dahulu. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat penyebaran hoaks dan memicu kesalahpahaman di lingkungan masyarakat.

Anggota DPRD Kota Bekasi, Ir. Hj. Chairun Nisa, M.M., yang hadir membuka acara mengingatkan pentingnya budaya cek fakta sebelum menekan tombol “share”. Menurutnya, di tengah tingginya jumlah pengguna internet di Kota Bekasi, kemampuan memilah informasi menjadi keterampilan yang wajib dimiliki setiap warga.

“Kota ini kota yang sedang berkembang menjadi smart city. Karena itu, warganya juga harus menjadi smart people, salah satunya dengan melek digital. Jangan langsung membagikan informasi sebelum dicek kebenarannya,” ujarnya.

Chairun Nisa berharap program serupa tidak hanya berlangsung di Kelurahan Bintara, tetapi juga dapat menjangkau wilayah lain di Kota Bekasi. Ia menilai literasi digital menjadi salah satu kunci menjaga kerukunan masyarakat dari berbagai informasi yang berpotensi memecah belah.

Sementara itu, Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina, Dr. Rini Sudarmanti, S.Sos., M.Si., mengajak peserta memahami bagaimana hoaks dapat menyebar dengan sangat cepat melalui media sosial dan grup percakapan.

Melalui simulasi dan kuis interaktif, peserta diajak mengidentifikasi berbagai contoh informasi palsu yang kerap beredar di internet. Menurutnya, salah satu ciri hoaks adalah penggunaan judul yang sensasional, sumber yang tidak jelas, serta ajakan untuk segera menyebarkan informasi tanpa verifikasi.

“Kalau menerima informasi yang mencurigakan, jangan langsung percaya. Cek dulu sumbernya, cari pembanding di internet, dan pastikan berasal dari lembaga yang kredibel,” kata Rini.

Dalam sesi berikutnya, Senior Product Marketing Specialist Pintu.co.id, Reyner Jonathan, menjelaskan bahaya deepfake yang kini semakin sulit dibedakan dari konten asli. Peserta diperlihatkan sejumlah video dan foto hasil AI yang tampak sangat meyakinkan.

Menurut Reyner, teknologi AI memang membawa banyak manfaat, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk penipuan digital, investasi bodong, pemalsuan identitas, hingga penyebaran hoaks.

“Kalau menerima video atau pesan yang membuat panik, jangan langsung percaya. Tenangkan diri, cek sumbernya, dan jangan pernah membagikan data pribadi seperti PIN atau kode OTP,” ujarnya.

Selain membahas ancaman AI, peserta juga diperkenalkan pada berbagai manfaat positif teknologi tersebut, mulai dari mencari resep masakan, membantu membuat konten promosi usaha, hingga mencari informasi dan rekomendasi produk.

Materi pelatihan turut diperkuat oleh Dimas Aditya Nugraha dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI. Ia mengingatkan bahwa derasnya arus informasi di internet harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis.

Menurut Dimas, salah satu ciri umum informasi palsu adalah penggunaan kalimat yang provokatif, huruf kapital berlebihan, serta narasi yang sengaja membangkitkan rasa takut dan emosi penerima pesan.

“Semakin cepat internet, semakin besar pula tantangan yang kita hadapi. Karena itu, masyarakat harus semakin teliti dalam menerima dan menyebarkan informasi,” katanya.

Melalui pelatihan “Cek Sebelum Cekcok”, Universitas Paramadina berharap masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi warga digital yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Pesan utama yang dibawa dalam kegiatan ini sederhana namun relevan: cek dulu sebelum percaya, dan saring sebelum sharing. * (Syam/Wah)

Post Views202 Views
Tags: Cek Sebelum CekcokDeepfakeHoaksrekayasa AIUniversitas ParamadinaWarga BekasiWhatsApp

Related Posts

70 Tahun Asuransi Astra: Tiga Inovasi Ini Bikin Urusan Asuransi Makin Praktis
Ekonomi

70 Tahun Asuransi Astra: Tiga Inovasi Ini Bikin Urusan Asuransi Makin Praktis

by Syamhudi
Jumat, 11 September 2026
38
Warga Bekasi Belajar Lawan Hoaks dan Deepfake, Kenali Konten AI Sebelum Terlanjur Sebar
Teknologi

Warga Bekasi Belajar Lawan Hoaks dan Deepfake, Kenali Konten AI Sebelum Terlanjur Sebar

by Wahyu
Jumat, 3 Juli 2026
64

RECOMMENDED

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Gaspol 5 Hari: Konser, Komunitas, Kuliner UMKM hingga Aksi Pelestarian Penyu

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Gaspol 5 Hari: Konser, Komunitas, Kuliner UMKM hingga Aksi Pelestarian Penyu

29 Oktober 2026
6
Chery Q Gempur Pasar Mobil Listrik Makassar, Harga Rp264,9 Juta, Fast Charging Cuma 16,5 Menit

Chery Q Gempur Pasar Mobil Listrik Makassar, Harga Rp264,9 Juta, Fast Charging Cuma 16,5 Menit

29 Oktober 2026
7

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    374 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM