Jakarta, Mediaprofesi.id – Pemanfaatan teknologi Agentic AI di dunia bisnis terus berkembang. Namun, di balik peluang besar yang ditawarkan, perusahaan menghadapi tantangan baru: bagaimana memastikan agen AI tetap aman, terkontrol, sesuai aturan, sekaligus memberikan nilai bisnis?
Menjawab kebutuhan tersebut, Rimini Street, Inc. (Nasdaq: RMNI) meluncurkan Rimini Govern™ for AI, solusi terbaru dalam portofolio Governance, Risk, and Compliance (GRC) Rimini Govern™.
Layanan ini dirancang untuk membantu perusahaan mempercepat penerapan agen AI sekaligus mengurangi risiko operasional. Rimini Govern for AI menyediakan kontrol terpusat untuk memantau aktivitas agen, alur kerja, keamanan, kepatuhan, kinerja hingga biaya di seluruh lingkungan perusahaan.
Dengan sistem tersebut, organisasi dapat memastikan agen AI hanya menjalankan aktivitas yang telah diizinkan dan mengikuti alur kerja yang disetujui. Perusahaan juga dapat mengukur nilai bisnis serta return on investment (ROI) dari penggunaan agen AI.
Layanan ini beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, sepanjang tahun (24/7/365) melalui Pusat Komando Global Rimini Street. Dukungan diberikan oleh para insinyur AI berpengalaman, termasuk analisis akar masalah dan bantuan perbaikan ketika terjadi gangguan.
CEO Rimini Street Seth Ravin mengatakan, solusi tersebut memungkinkan organisasi memperluas penggunaan agen AI dengan lebih percaya diri karena memiliki pengawasan, kendali, visibilitas, dan kemampuan pengukuran yang dibutuhkan.
“Organisasi kini dapat menerapkan dan memperluas penggunaan agen AI dengan lebih percaya diri dan aman,” ujar Ravin.
Kesenjangan Pengendalian AI
Rimini Street menilai semakin luasnya penggunaan Agentic AI belum selalu diikuti kesiapan perusahaan dalam mengelolanya. Banyak organisasi masih menghadapi keterbatasan visibilitas terhadap aktivitas agen AI, keamanan, integrasi dengan sistem perusahaan, hingga pengukuran kinerja dan biaya.
Persoalan tersebut semakin kompleks dengan munculnya fenomena shadow AI, alat pemantauan yang terfragmentasi, serta penerapan tata kelola yang berbeda-beda antarunit bisnis.
Rimini Street mengutip prediksi Gartner® bahwa pada 2027, sebanyak 40 persen perusahaan akan menurunkan status atau menghentikan penggunaan agen AI otonom karena menemukan kesenjangan tata kelola setelah terjadi insiden di lingkungan produksi.
“Ketika organisasi beralih dari eksperimen AI menuju penerapan skala perusahaan, mereka membutuhkan visibilitas, tata kelola, dan kontrol yang dapat diandalkan,” kata CEO Constellation Research R “Ray” Wang.
Tiga Tahap Penerapan
Rimini Govern for AI dapat diterapkan melalui tiga tahap, yakni perencanaan, implementasi, dan pengoperasian.
Pada tahap perencanaan, para ahli Rimini Street mengevaluasi kesiapan, tujuan, serta prioritas tata kelola AI. Selanjutnya, pada tahap implementasi, perusahaan dibantu mengidentifikasi agen AI, mengatur akses secara aman, serta mengevaluasi dampak operasional, finansial, dan kepatuhannya.
Setelah berjalan, agen AI dipantau secara real-time melalui Pusat Komando Global Rimini Street dengan dukungan insinyur AI selama 24/7/365.
Solusi ini menjadi bagian dari ekosistem Rimini Agentworks™, Rimini Agentic UX™ dan Rimini Govern™ for AI. Ketiganya dirancang untuk membantu perusahaan mulai dari merancang, menguji, menerapkan, mengelola hingga mengoptimalkan agen AI di lingkungan bisnis.
Dengan pendekatan tersebut, Rimini Street ingin memastikan adopsi AI bukan sekadar semakin cepat, tetapi juga lebih aman, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi bisnis. * (Syam/Pra)





