Jakarta, Mediaprofesi.id – Red Hat memperkenalkan serangkaian inovasi terbaru pada Red Hat Ansible Automation Platform yang dirancang untuk membantu perusahaan mengoperasionalkan agen AI dalam skala besar.
Langkah ini menjadi upaya Red Hat menjembatani kesenjangan antara kemampuan analisis AI dan eksekusi operasional yang nyata di lingkungan IT perusahaan.
Di tengah meningkatnya adopsi kecerdasan buatan, banyak organisasi mulai bergerak dari tahap uji coba menuju implementasi produksi. Namun, tantangan terbesar bukan lagi menghasilkan insight dari AI, melainkan memastikan rekomendasi tersebut dapat diterjemahkan menjadi tindakan yang aman, terukur, dan sesuai tata kelola perusahaan.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Red Hat menghadirkan Ansible Automation Platform 2.7 beserta automation orchestrator terbaru yang saat ini tersedia dalam tahap pratinjau teknologi. Solusi ini berfungsi sebagai lapisan eksekusi tepercaya yang menghubungkan kecerdasan AI dengan infrastruktur IT yang sudah digunakan perusahaan.
Melalui pembaruan tersebut, Red Hat memungkinkan tim IT mengelola alur kerja berbasis AI yang lebih kompleks dengan tetap mempertahankan pengawasan manusia dan kontrol operasional yang ketat.
Sejumlah kemampuan baru yang diperkenalkan antara lain AI yang lebih sadar konteks melalui fitur bring-your-own-knowledge, sehingga model AI dapat memanfaatkan pengetahuan dan data spesifik milik organisasi. Selain itu, Red Hat juga menghadirkan server Model Context Protocol (MCP) yang memungkinkan berbagai tools AI terhubung dengan sistem otomatisasi tanpa memerlukan integrasi yang rumit.
Bagi perusahaan yang mengembangkan AIOps, Red Hat menyediakan panduan implementasi untuk berbagai mitra ekosistem seperti IBM Instana, ServiceNow, dan Splunk guna mempercepat penerapan otomatisasi berbasis AI. Platform ini juga dilengkapi dashboard yang memungkinkan perusahaan memantau kinerja serta mengukur return on investment (ROI) dari berbagai inisiatif otomatisasi.
Inovasi lainnya adalah hadirnya orkestrasi multi-mode yang menggabungkan otomatisasi deterministik, event-driven automation, dan AI dalam satu alur kerja terpadu. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menentukan kapan AI digunakan untuk melakukan penalaran dan kapan proses otomatis yang telah teruji dijalankan untuk mengeksekusi tugas tertentu.

Menurut Vice President and General Manager Ansible Red Hat, Sathish Balakrishnan, AI berpotensi mengubah skala dan kecepatan operasional IT secara drastis. Karena itu, organisasi membutuhkan fondasi otomatisasi yang mampu mengubah kecerdasan AI menjadi tindakan yang dapat dipercaya.
“Ansible Automation Platform berfungsi sebagai control plane untuk otomatisasi multi-langkah berbasis peristiwa dan AI. Kami membantu pelanggan memadukan penalaran AI dengan otomatisasi deterministik yang telah teruji sehingga inovasi dapat berjalan tanpa mengorbankan efisiensi maupun kontrol biaya,” ujarnya.
Prospek penggunaan AI agent di lingkungan enterprise diperkirakan akan terus meningkat. IDC memproyeksikan bahwa pada 2027 sekitar 85% organisasi Global 500 akan menerapkan AI agentic untuk operasional cloud IT yang mampu memantau, menganalisis, dan memulihkan gangguan secara otomatis dengan keterlibatan manusia yang semakin minim.
Research Vice President IDC, Jevin Jensen, menilai tantangan utama perusahaan saat ini bukan lagi membangun proyek percontohan AI, melainkan mengubahnya menjadi sistem produksi yang aman dan efisien. Menurutnya, orkestrator otomatisasi menjadi komponen penting yang memungkinkan agen AI berinteraksi dengan infrastruktur perusahaan melalui alur kerja yang terkelola dengan baik.
Dengan pembaruan ini, Red Hat ingin menempatkan Ansible Automation Platform sebagai fondasi utama bagi perusahaan yang ingin mengadopsi AI secara lebih luas, tanpa harus membangun ulang sistem yang sudah dimiliki.
Organisasi dapat memanfaatkan playbook otomatisasi yang telah ada sebagai dasar tata kelola, sementara agen AI berperan membantu menganalisis masalah, memberikan rekomendasi, hingga mendukung pengambilan keputusan operasional secara lebih cepat. * (Syam/Pra)





