MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 28 Agustus 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 28 Agustus 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Nutanix Bawa AI Lebih Dekat ke Data Perusahaan, Tak Perlu Bongkar Infrastruktur Lama

Syamhudi by Syamhudi
Jumat, 28 Agustus 2026
in Teknologi
Nutanix Bawa AI Lebih Dekat ke Data Perusahaan, Tak Perlu Bongkar Infrastruktur Lama
8
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Nutanix, pemimpin hybrid cloud dan inovator AI, memperkuat platformnya untuk menjawab tantangan perusahaan yang ingin mengadopsi kecerdasan artifisial (AI) tanpa harus membangun ulang infrastruktur yang sudah berjalan.

Perusahaan mengumumkan ketersediaan umum Nutanix Enterprise AI (NAI) 2.8 serta rencana kehadiran Nutanix Kubernetes Platform (NKP) 2.19. Bersamaan dengan itu, Nutanix juga memperkenalkan sejumlah program dan sumber daya baru bagi mitra untuk menangkap peluang pertumbuhan dari pesatnya adopsi AI.

Langkah tersebut hadir di tengah persoalan yang dihadapi banyak perusahaan. Di satu sisi, AI mendorong penggunaan aplikasi berbasis container. Di sisi lain, aplikasi dan data penting masih banyak berjalan di lingkungan virtualisasi. Kondisi ini berisiko menciptakan silo baru, memaksa migrasi data, bahkan membuat perusahaan harus merancang ulang workload yang sudah ada.

Nutanix menawarkan pendekatan dual-native, yang memungkinkan aplikasi tradisional, virtual machine (VM), container, dan workload AI berjalan berdampingan dalam satu lingkungan yang terkelola.

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan membawa AI lebih dekat ke data dan aplikasi yang sudah dimiliki, sehingga dapat mengurangi silo, mempercepat penerapan AI, sekaligus menekan biaya dan kompleksitas akibat perombakan infrastruktur.

“Penerapan Enterprise AI seharusnya tidak menuntut pelanggan untuk membangun ulang sistem yang selama ini menjalankan bisnis mereka,” ujar Thomas Cornely, Executive Vice President, Product Management, Nutanix.

Menurutnya, arsitektur dual-native memungkinkan AI dihadirkan langsung ke aplikasi dan data yang sudah ada, dengan pengelolaan serta tata kelola yang konsisten di lingkungan VM, container, maupun AI.

AI Lebih Aman dan Siap Produksi

Melalui Nutanix Enterprise AI 2.8, perusahaan menghadirkan platform terpadu untuk menerapkan, mengelola, dan mengatur workload AI di lingkungan hybrid cloud.

Salah satu pembaruan penting adalah Agent Gateway, termasuk MCP Gateway yang menjadi pintu masuk aman bagi AI agent untuk mengakses tools dan data. Nutanix juga menghadirkan MCP Server untuk membantu pengembangan aplikasi agentic AI dengan akses ke infrastruktur yang dikelola Nutanix.

Fitur Private Inference juga diperkuat. Kemampuan ini mendukung inference multi-GPU, fine-tuning, batch inference, hingga speculative decoding yang diklaim mampu mempercepat pembuatan token hingga 2,5 kali.

Untuk model berukuran lebih kecil, dukungan Parameter-Efficient Fine-Tuning melalui LoRA memungkinkan perusahaan menyesuaikan open LLM menggunakan data privat dengan kebutuhan komputasi yang lebih efisien.

Aspek keamanan juga menjadi perhatian. Nutanix memperkuat perlindungan terhadap rogue AI melalui Identity and Access Management (IAM), custom roles, model sharing, serta prinsip least privilege untuk membatasi akses AI agent sesuai kewenangannya.

Sementara itu, Nutanix Kubernetes Platform 2.19 akan membawa sejumlah kemampuan baru, termasuk NKP Metal untuk menyederhanakan implementasi Kubernetes bare metal, NKP Full Stack berbasis AHV, serta AI Applications Catalog yang menyediakan software AI/ML terkurasi seperti Kubeflow, Milvus, dan Slurm.

NKP juga telah memperoleh sertifikasi CNCF Certified Kubernetes AI Conformant Platform, yang memvalidasi kapabilitasnya untuk menjalankan workload AI enterprise secara andal.

Di sisi storage, Nutanix Unified Storage (NUS) memperoleh validasi NVIDIA-Certified Storage tingkat enterprise. Teknologi ini dirancang menyediakan jalur data berlatensi rendah dan throughput tinggi ke GPU untuk mendukung workload AI berskala besar.

Peluang Baru bagi Mitra

Tak hanya menyasar pelanggan, Nutanix juga memperluas peluang bagi mitra melalui program Powered by Nutanix: Verified Services.

Program ini dirancang membantu mitra membangun layanan hybrid cloud, Kubernetes, migrasi VM, hingga AI dengan model pendapatan berulang. Nutanix juga menghadirkan Service Provider Central, control plane multitenant yang memungkinkan service provider membangun dan memonetisasi layanan infrastruktur, cloud-native, aplikasi, dan AI.

Nutanix menyebut langkah tersebut semakin relevan di tengah perubahan pasar infrastruktur enterprise. Gartner memperkirakan pada 2029 sebanyak 55% perusahaan akan memigrasikan seluruh workload mereka dari VMware ke solusi infrastruktur alternatif.

“Organisasi di kawasan APJ kini dituntut mengubah ambisi AI menjadi hasil bisnis nyata tanpa meninggalkan aplikasi dan infrastruktur yang selama ini mereka andalkan,” ujar Jay Tuseth, Vice President and General Manager – APJ, Nutanix.

NAI 2.8 dan SP Central kini telah tersedia secara umum, sementara NKP 2.19 akan segera tersedia. * (Syam)

Post Views8 Views
Tags: AIAplikasiCloud NativeHybrid CloudKubernetesmigrasi VMNKP 2.19nutanixSP Central

Related Posts

16 Serangan Siber Tiap Detik, Begini Cara Perusahaan Hadapi Ancaman dan Regulasi
Teknologi

16 Serangan Siber Tiap Detik, Begini Cara Perusahaan Hadapi Ancaman dan Regulasi

by Pratama
Kamis, 27 Agustus 2026
12
Investasi AI Melesat, Metrodata Dorong Perusahaan Kejar Dampak Nyata
Teknologi

Investasi AI Melesat, Metrodata Dorong Perusahaan Kejar Dampak Nyata

by Wahyu
Minggu, 23 Agustus 2026
31

RECOMMENDED

Wisatawan Indonesia Makin Gemar ke Jepang, IHG Tambah 14 Hotel di Kyoto

Wisatawan Indonesia Makin Gemar ke Jepang, IHG Tambah 14 Hotel di Kyoto

28 Agustus 2026
2
Nutanix Bawa AI Lebih Dekat ke Data Perusahaan, Tak Perlu Bongkar Infrastruktur Lama

Nutanix Bawa AI Lebih Dekat ke Data Perusahaan, Tak Perlu Bongkar Infrastruktur Lama

28 Agustus 2026
8

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    595 shares
    Share 238 Tweet 149
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    396 shares
    Share 158 Tweet 99
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    388 shares
    Share 155 Tweet 97
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    357 shares
    Share 143 Tweet 89
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    355 shares
    Share 142 Tweet 89
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM