MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 29 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 29 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

IBM dan Red Hat Luncurkan Lightwell, AI untuk Menutup Celah Keamanan Open Source

Pratama by Pratama
Selasa, 8 September 2026
in Teknologi
IBM dan Red Hat Luncurkan Lightwell, AI untuk Menutup Celah Keamanan Open Source
47
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – IBM dan Red Hat resmi meluncurkan Lightwell secara komersial, sebuah platform yang dirancang untuk mempercepat remediasi kerentanan software open source secara otomatis dalam skala besar.

Peluncuran ini menjadi langkah baru IBM dan Red Hat dalam menghadapi lonjakan ancaman siber di tengah semakin masifnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan software open source di lingkungan enterprise.

Lightwell hadir melalui dua solusi utama, yakni Lightwell Network dan Lightwell Clearinghouse Premier. Lightwell Network kini tersedia secara umum dengan katalog awal berisi lebih dari 6.500 dependency pada application layer yang telah diremediasi, ditandatangani secara digital, dan tersertifikasi untuk berbagai ekosistem, termasuk Java dan Python.

Sementara itu, Lightwell Clearinghouse Premier memasuki tahap ketersediaan terbatas. Platform ini dirancang sebagai perantara tepercaya untuk mendukung embargo patching yang aman, koordinasi ancaman, serta kolaborasi keamanan di sektor-sektor tertentu.

Peluncuran Lightwell merupakan bagian dari komitmen investasi IBM dan Red Hat senilai US$5 miliar untuk keamanan open source yang “diumumkan” (https://newsroom.ibm.com/2026-05-28-ibm-and-red-hat-commit-5-billion-to-redefine-the-future-of-open-source-in-the-ai-era) pada Mei 2026.

Didukung lebih dari 20.000 engineer global dan teknologi AI, Lightwell memanfaatkan remediation engine berkapasitas tinggi untuk mengidentifikasi, memvalidasi, dan memperbaiki kerentanan pada dependency penting yang tertanam dalam arsitektur software modern.

Salah satu persoalan terbesar dalam keamanan software adalah proses upgrade yang berisiko menimbulkan gangguan operasional. Lightwell mencoba mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan backport terhadap perbaikan keamanan langsung ke versi software yang masih digunakan di lingkungan produksi.

Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak selalu harus melakukan upgrade besar-besaran yang membutuhkan pengujian regresi panjang dan berpotensi menimbulkan breaking changes.

IBM dan Red Hat menargetkan katalog paket yang diremediasi Lightwell berkembang dari ribuan menjadi jutaan paket ke depan.

Lightwell Network menyediakan aliran berkelanjutan berupa binary bertanda tangan digital, source code, hingga dokumen kepatuhan seperti Software Bills of Materials (SBOM). Seluruhnya dirancang agar dapat terintegrasi ke pipeline yang telah digunakan perusahaan tanpa menimbulkan code drift.

Adapun Lightwell Clearinghouse Premier pada tahap awal difokuskan untuk industri jasa keuangan. Organisasi yang memenuhi syarat dapat melaporkan kerentanan dan meminta remediasi versi tertentu selama masa embargo. Ke depan, layanan ini direncanakan diperluas ke sektor infrastruktur kritikal seperti pemerintahan, kesehatan, dan telekomunikasi.

Matt Hicks, President and CEO Red Hat, mengatakan Lightwell menandai perubahan mendasar dalam cara perusahaan mengamankan software enterprise.

“Dengan memadukan remediasi otomatis dan pengalaman engineering kami, kami ingin menghadirkan infrastruktur tepercaya yang dibutuhkan agar open source dapat dimanfaatkan secara andal dan berkelanjutan pada kecepatan AI,” ujarnya.

Rob Thomas, Senior Vice President Software & Chief Commercial Officer IBM, menambahkan bahwa perusahaan membutuhkan kemampuan remediasi dalam skala besar untuk melindungi software open source yang kini menjadi fondasi operasional banyak organisasi.

Urgensi tersebut semakin besar mengingat open source disebut telah mencakup hingga 90% basis kode enterprise. Di sisi lain, percepatan eksploitasi berbasis AI membuat metode patching tradisional semakin sulit mengimbangi kecepatan ancaman.

Lightwell juga didukung ekosistem teknologi yang melibatkan AWS, AMD, F5, GitLab, Intel, JFrog, Microsoft, NVIDIA, Palo Alto Networks, dan ServiceNow. Untuk implementasi dan strategi, IBM serta Red Hat turut menggandeng IBM Consulting, Accenture, Atos, Cognizant, Deloitte, EY, HCLTech, Infosys, Kyndryl, NTT DATA, TCS, dan Tech Mahindra.

Dengan pendekatan otomatisasi berbasis AI dan kolaborasi ekosistem, IBM dan Red Hat berharap Lightwell dapat memangkas jarak antara ditemukannya kerentanan dan hadirnya perbaikan—sebelum celah tersebut lebih dulu dimanfaatkan penyerang.

Pelajari Lightwell lebih lanjut melalui “IBM Lightwell” (https://www.ibm.com/products/lightwell) dan “Red Hat Lightwell” (https://www.redhat.com/en/lightwell). * (Syam/Pra)

Post Views164 Views
Tags: AIibmLightwellOpen SourceRed Hat

Related Posts

Kyndryl Bongkar Ancaman Modernisasi Teknologi, 49% Organisasi Asia-Pasifik Terlambat, Biaya dan Risiko Keamanan Membengkak
Teknologi

Kyndryl Bongkar Ancaman Modernisasi Teknologi, 49% Organisasi Asia-Pasifik Terlambat, Biaya dan Risiko Keamanan Membengkak

by Pratama
Selasa, 27 Oktober 2026
9
Red Hat Gaspol Kuasai Arena AI Asia Pasifik, Bangun Pusat Keunggulan di Singapura, Gandeng DSTA Garap Teknologi Pertahanan
Teknologi

Red Hat Gaspol Kuasai Arena AI Asia Pasifik, Bangun Pusat Keunggulan di Singapura, Gandeng DSTA Garap Teknologi Pertahanan

by Wahyu
Senin, 26 Oktober 2026
8

RECOMMENDED

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Gaspol 5 Hari: Konser, Komunitas, Kuliner UMKM hingga Aksi Pelestarian Penyu

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Gaspol 5 Hari: Konser, Komunitas, Kuliner UMKM hingga Aksi Pelestarian Penyu

29 Oktober 2026
5
Chery Q Gempur Pasar Mobil Listrik Makassar, Harga Rp264,9 Juta, Fast Charging Cuma 16,5 Menit

Chery Q Gempur Pasar Mobil Listrik Makassar, Harga Rp264,9 Juta, Fast Charging Cuma 16,5 Menit

29 Oktober 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    374 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM