MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 27 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 27 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Kyndryl Bongkar Ancaman Modernisasi Teknologi, 49% Organisasi Asia-Pasifik Terlambat, Biaya dan Risiko Keamanan Membengkak

Pratama by Pratama
Selasa, 27 Oktober 2026
in Teknologi
Kyndryl Bongkar Ancaman Modernisasi Teknologi, 49% Organisasi Asia-Pasifik Terlambat, Biaya dan Risiko Keamanan Membengkak
1
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Ambisi perusahaan mengadopsi kecerdasan buatan (AI) bisa terhambat jika tidak diimbangi modernisasi infrastruktur teknologi. Di Asia-Pasifik, persoalan ini kian nyata. Sebanyak 49% organisasi mengaku terlambat mencapai target modernisasi, sementara penundaan berpotensi meningkatkan biaya, menghambat inovasi, hingga membuka celah keamanan baru.

Temuan tersebut terungkap dalam Modernization Report global perdana yang dirilis Kyndryl, penyedia layanan teknologi enterprise. Berdasarkan survei terhadap 2.000 pemimpin bisnis dan teknologi di lima benua dan 12 industri, dengan 30% responden berasal dari Asia-Pasifik, laporan ini menyoroti tantangan perusahaan dalam menyelaraskan investasi AI dengan kesiapan infrastruktur.

“Organisasi membutuhkan keduanya,” ujar Megawaty Khie, Vice President & Managing Director untuk ASEAN & Korea, Kyndryl, merujuk pada investasi AI dan penguatan infrastruktur teknologi.

Menurutnya, lingkungan teknologi yang semakin tersebar membuat perusahaan harus lebih cermat menentukan prioritas investasi, memilih sistem yang perlu dimodernisasi, serta menjaga keamanan dan ketahanan operasional.

Penundaan Modernisasi Bikin Biaya Membengkak

Dampak keterlambatan modernisasi tidak berhenti pada mundurnya jadwal proyek. Dari organisasi yang menunda proyek modernisasi di Asia-Pasifik, 44% melaporkan biaya jangka panjang yang lebih besar. Sebanyak 43% mengaku gagal mengadopsi kapabilitas baru dengan cepat, sedangkan 38% menghadapi kerentanan baru dalam keamanan atau kepatuhan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa modernisasi bukan lagi sekadar agenda departemen teknologi informasi (IT). Keputusan tersebut semakin berkaitan dengan efisiensi operasional, ketahanan siber, kepatuhan regulasi, inovasi, hingga pertumbuhan bisnis.

Di Asia-Pasifik, peningkatan kinerja, keamanan, dan integrasi menjadi prioritas modernisasi bagi 36% responden. Angka yang sama berlaku untuk peningkatan kelincahan, inovasi, dan skalabilitas bisnis, serta penguatan kendali, prediktabilitas, dan tata kelola. Sementara itu, penerapan kapabilitas AI yang lebih canggih diprioritaskan oleh 34% responden.

AI Jadi Pendorong, Infrastruktur Tak Boleh Tertinggal

AI kini ikut menentukan arah investasi teknologi perusahaan. Teknologi ini menjadi pendorong utama peningkatan penggunaan mainframe dan komputasi edge, serta faktor terbesar kedua dalam ekspansi software-as-a-service (SaaS) dan private cloud.

AI juga menjadi alasan utama organisasi meningkatkan jaringan dan portofolio aplikasi. Bahkan, seluruh organisasi yang memiliki mainframe dalam studi tersebut berencana menerapkan AI pada platform itu.

Namun, adopsi AI juga menambah kompleksitas pengelolaan sistem. Karena itu, modernisasi membutuhkan koordinasi lintas fungsi, bukan hanya keputusan dari CIO atau CTO. Laporan Kyndryl mencatat sembilan kelompok pemangku kepentingan terlibat dalam pengambilan keputusan, termasuk dewan direksi, tim keuangan, dan kepatuhan.

Agentic AI Mulai Dilirik, Kedaulatan Data Menguat

Salah satu pendekatan yang mulai dilirik adalah agentic AI, yakni AI yang mampu merencanakan dan menjalankan tugas secara mandiri. Di Asia-Pasifik, 10% organisasi telah menggunakannya dalam tahap produksi untuk modernisasi, sejalan dengan rata-rata global.

Teknologi ini dimanfaatkan untuk pekerjaan yang membutuhkan waktu dan keahlian besar, seperti memetakan ketergantungan antarsistem, mengonversi kode, dan menyusun dokumentasi.

Di sisi lain, pertimbangan kedaulatan teknologi dan data turut memengaruhi strategi perusahaan. Sebanyak 37% organisasi Asia-Pasifik mempertimbangkan kedaulatan secara selektif ketika ada tuntutan eksternal, sedangkan 26% berfokus pada kepatuhan. Hanya 7% yang menjadikannya landasan transformasi sejak awal.

Meski demikian, 65% responden memperkirakan penggunaan wilayah sovereign cloud atau zona khusus akan meningkat dalam satu tahun ke depan.

Temuan ini menegaskan bahwa tantangan modernisasi semakin kompleks. Perusahaan tidak cukup hanya mengadopsi teknologi baru, tetapi juga harus memastikan infrastruktur, tata kelola, keamanan, dan strategi bisnis bergerak seirama agar investasi digital benar-benar menghasilkan nilai. * (Syam/Pra)

Post Views1 Views
Tags: AIancaman modernisasi teknologikomputasi edgeKyndrylprivTE CLOUDsoftware-as-a-service (SaaS)

Related Posts

AI Makin Ganas, Pertahanan Siber Indonesia Terancam! Cisco Bongkar Titik Lemah di Balik Skor 72
Teknologi

AI Makin Ganas, Pertahanan Siber Indonesia Terancam! Cisco Bongkar Titik Lemah di Balik Skor 72

by Syamhudi
Kamis, 15 Oktober 2026
31
Perang Bisnis AI Makin Panas! Indosat Gandeng F5, Satukan 300+ Model AI dalam Satu Platform
Teknologi

Perang Bisnis AI Makin Panas! Indosat Gandeng F5, Satukan 300+ Model AI dalam Satu Platform

by Wahyu
Jumat, 9 Oktober 2026
27

RECOMMENDED

Kyndryl Bongkar Ancaman Modernisasi Teknologi, 49% Organisasi Asia-Pasifik Terlambat, Biaya dan Risiko Keamanan Membengkak

Kyndryl Bongkar Ancaman Modernisasi Teknologi, 49% Organisasi Asia-Pasifik Terlambat, Biaya dan Risiko Keamanan Membengkak

27 Oktober 2026
1
Asuransi Sinar Mas Gaspol Bayar Klaim Rp647 Juta, BYD Sealion 7 Performance Cair Hanya 4 Hari Kerja

Asuransi Sinar Mas Gaspol Bayar Klaim Rp647 Juta, BYD Sealion 7 Performance Cair Hanya 4 Hari Kerja

27 Oktober 2026
8

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    374 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM