Jakarta, Mediaprofesi.id – China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-23 yang ditutup pada 21 September 2026 meninggalkan catatan penting bagi penguatan hubungan bisnis Indonesia dan China. Tak hanya mempertemukan pelaku usaha perdagangan, forum tahunan yang disponsori pemerintah China dan negara-negara ASEAN ini mulai membuka ruang lebih besar bagi kerja sama teknologi tinggi.
Indonesia kembali ambil bagian dalam CAEXPO 2026 melalui Paviliun Indonesia, dengan Kementerian Perdagangan sebagai pengampu nasional. Selain menampilkan beragam produk ekspor yang telah dikenal di pasar China, tahun ini Indonesia membawa tiga perusahaan teknologi dengan hasil yang cukup signifikan.
Salah satu pencapaian utama datang dari PT Inspira Digital Nusantara (IDN). Perusahaan teknologi asal Indonesia tersebut menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama bisnis senilai US$10,2 juta atau sekitar Rp154,5 miliar dengan NextAI.
Tak berhenti di sana, IDN juga memperoleh komitmen kemitraan dari Runjian Grup, Guangxi, untuk kerja sama pemasaran token di Indonesia.
Kerja sama dengan NextAI memiliki arti strategis karena perusahaan tersebut merupakan anggota utama konsorsium China-ASEAN AI Center yang berbasis di Nanning, Provinsi Guangxi.
Kesepakatan tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia, khususnya untuk sektor migas dan wilayah pedesaan melalui pengembangan Data Center AI.
Kehadiran perusahaan teknologi Indonesia juga menarik perhatian pejabat tinggi Guangxi. Pada Sabtu (19/9/2026), Sekretaris Partai Wilayah Otonom Guangxi Zhuang, Chen Gang, mengunjungi Paviliun Indonesia dan menyambangi stan dua perusahaan teknologi, yakni PT Danadyaksa Patangga Nusantara (DPN) dan Wahana Telekomunikasi Dirgantara (WTD).

Dalam dialog dengan Chen Gang, perwakilan DPN, Guspiabri Sumowigeno, menyampaikan bahwa DPN telah menandatangani MoU dengan Jiangsu Navston Technology-Galaxy Link untuk pengembangan konstelasi satelit LEO.
DPN juga menyampaikan minat membangun jaringan kabel bawah laut fiber optic langsung Indonesia-China, dengan titik pendaratan di China berada di Kota Nanning, Guangxi.
Chen Gang menyambut baik usulan tersebut dan menyampaikan bahwa pihak Guangxi juga tengah mengkaji peluang pembangunan konektivitas tersebut.
Rangkaian kerja sama ini memperlihatkan semakin luasnya ruang kolaborasi teknologi antara Indonesia dan China melalui CAEXPO. Pada CAEXPO 2026, delegasi Indonesia mencatat dua MoU penting di sektor teknologi tinggi, terutama dalam pengembangan AI dan teknologi satelit.
Perkembangan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa forum bisnis regional seperti CAEXPO tidak hanya menjadi etalase produk perdagangan, tetapi juga membuka peluang baru bagi perusahaan teknologi Indonesia untuk masuk ke jejaring bisnis dan pengembangan teknologi lintas negara. * (Syam)





