MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 19 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 19 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Gartner Soroti F5 di Pasar Keamanan AI: Perlindungan Tembus 98,4%, Hadapi 140.000 Pola Serangan

Wahyu by Wahyu
Senin, 19 Oktober 2026
in Teknologi
Gartner Soroti F5 di Pasar Keamanan AI: Perlindungan Tembus 98,4%, Hadapi 140.000 Pola Serangan
9
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Ledakan penggunaan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang bisnis sekaligus memperlebar celah serangan siber. Di tengah persaingan mengamankan teknologi ini, F5 mendapat pengakuan Gartner sebagai salah satu dari hanya dua vendor dalam kuadran Market Shapers pada laporan September 2026 Emerging Market Quadrant for AI Application Security.

Posisi tersebut menempatkan F5 dalam kelompok vendor yang dinilai memiliki potensi mengubah pasar sekaligus kemampuan mengeksekusi strategi di bidang keamanan aplikasi AI.

Pengakuan ini datang ketika perusahaan menghadapi tantangan baru. Sistem AI kini tidak hanya menghasilkan jawaban, tetapi juga mengakses data, terhubung melalui API, dan menjalankan tindakan secara mandiri melalui AI agent.

“Perusahaan kini menjalankan AI di jaringan yang teregulasi, di balik API, serta melalui agent yang melakukan autentikasi dan bertindak secara mandiri,” ujar John Maddison, Chief Marketing Officer F5.

Menurut Maddison, mengamankan AI tidak cukup dengan menumpuk berbagai produk keamanan yang bekerja secara terpisah. Lebih dari 40 vendor bersaing di pasar enterprise AI security, tetapi masing-masing dinilai hanya menangani sebagian dari persoalan yang semakin kompleks.

F5 menawarkan pendekatan berbeda dengan menempatkan perlindungan langsung pada lapisan jaringan dan aplikasi, tempat lalu lintas data AI berlangsung.

Adopsi AI Melaju, Risiko Keamanan Membesar

Tantangan keamanan semakin mendesak seiring meluasnya penggunaan AI di lingkungan perusahaan. Laporan F5 2026 State of Application Strategy Report mengungkapkan, 88% organisasi telah menghadapi setidaknya satu tantangan operasional atau keamanan terkait AI. Sementara itu, 98% sedang mempersiapkan diri menghadapi agentic AI, teknologi yang memungkinkan sistem AI bertindak secara lebih mandiri.

Untuk menjawab risiko tersebut, F5 mengintegrasikan sejumlah kemampuan keamanan, mulai dari tata kelola dan pemantauan aktivitas AI hingga pengujian serangan serta perlindungan saat sistem beroperasi.

Pendekatan ini mencakup model AI, aplikasi, agent, server Model Context Protocol (MCP), API, hingga data yang dapat diakses oleh sistem AI.

F5 juga mengandalkan pengujian adversarial yang menghubungkan temuan simulasi serangan dengan mekanisme pertahanan saat sistem berjalan. Dengan demikian, celah yang ditemukan dapat menjadi dasar untuk memperkuat perlindungan di lingkungan produksi.

Solusinya dirancang untuk berbagai infrastruktur, termasuk hybrid multicloud, pusat data internal (on-premises), private cloud, hingga lingkungan terisolasi (air-gapped) yang membutuhkan kontrol ketat atas lokasi dan kedaulatan data.

Klaim Efektivitas 98,4%, Uji 140.000 Pola Serangan

F5 turut mengandalkan angka untuk memperkuat penawarannya. F5 AI Guardrails diklaim mencatat efektivitas keamanan hingga 98,4% dalam pengujian independen, dengan perlindungan yang diterapkan langsung pada titik interaksi AI.

Sementara itu, F5 AI Red Team menguji ketahanan sistem terhadap lebih dari 140.000 pola serangan. Temuan dari pengujian tersebut dapat digunakan untuk membangun mekanisme pertahanan saat sistem AI beroperasi.

F5 juga memanfaatkan lapisan jaringan untuk mendeteksi aktivitas AI, termasuk penggunaan shadow AI yang tidak terpantau secara resmi oleh organisasi. Menurut perusahaan, pendekatan ini memungkinkan tim keamanan memperoleh visibilitas terhadap aktivitas model, agent, dan MCP tanpa memerlukan integrasi aplikasi atau perubahan kode.

“Pasar AI application security akan terkonsolidasi di sekitar vendor yang mampu beroperasi dalam skala perusahaan, di lingkungan teregulasi, dengan lalu lintas dan konsekuensi nyata,” kata Maddison.

Pelanggan AI Security F5 Melonjak Dua Kali Lipat

Peluang pasar keamanan AI juga tercermin dalam perkembangan bisnis F5. Dalam laporan kinerja kuartal III tahun fiskal 2026, perusahaan menyebut jumlah pelanggan yang membeli solusi AI Security meningkat dua kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Kenaikan tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk mengejar laju adopsi AI dengan kontrol keamanan yang memadai.

Dengan menggabungkan pemantauan, pengujian, tata kelola, dan perlindungan dalam satu pendekatan berkelanjutan, F5 berupaya memperkuat posisinya di pasar keamanan AI yang semakin kompetitif.

Informasi lebih lanjut mengenai portofolio keamanan AI F5 tersedia di f5.com/ai. * (Syam/Wah)

Post Views10 Views
Tags: AI agententerprise AI securityF5gartnerkeamanan AIserangan siber

Related Posts

16 Serangan Siber Tiap Detik, ESET Kejar Ancaman dengan Respons 6 Menit
Teknologi

16 Serangan Siber Tiap Detik, ESET Kejar Ancaman dengan Respons 6 Menit

by Syamhudi
Senin, 12 Oktober 2026
18
Gawat! IBM dan Red Hat Bongkar 400 Celah Keamanan Tersembunyi, AI Agent Bisa Bikin Serangan Makin Brutal!
Teknologi

Gawat! IBM dan Red Hat Bongkar 400 Celah Keamanan Tersembunyi, AI Agent Bisa Bikin Serangan Makin Brutal!

by Syamhudi
Sabtu, 10 Oktober 2026
37

RECOMMENDED

JETOUR Pamer Taring di Medan Ekstrem, Teknologi 4WD Cerdas dan Hybrid Jadi Senjata Rebut Pasar Global

JETOUR Pamer Taring di Medan Ekstrem, Teknologi 4WD Cerdas dan Hybrid Jadi Senjata Rebut Pasar Global

19 Oktober 2026
6
Gartner Soroti F5 di Pasar Keamanan AI: Perlindungan Tembus 98,4%, Hadapi 140.000 Pola Serangan

Gartner Soroti F5 di Pasar Keamanan AI: Perlindungan Tembus 98,4%, Hadapi 140.000 Pola Serangan

19 Oktober 2026
9

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    608 shares
    Share 243 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    410 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM