Jakarta, Mediaprofesi.id – IHG Hotels & Resorts (IHG) semakin agresif memperluas bisnis perhotelan di Indonesia. Mengandalkan pertumbuhan perjalanan wisatawan domestik dan mancanegara, jaringan hotel global ini menyiapkan ekspansi ke sejumlah destinasi potensial, termasuk wilayah yang selama ini belum menjadi pusat pariwisata utama.
Saat ini, IHG mengoperasikan 35 hotel dengan total 7.096 kamar di Indonesia. Perusahaan juga memiliki 13 hotel tambahan dengan 2.494 kamar dalam pipeline pengembangan. Artinya, total portofolio yang sudah beroperasi dan tengah disiapkan mencapai 48 hotel dengan hampir 10.000 kamar.
Ekspansi ini datang di tengah pertumbuhan industri pariwisata nasional. Sepanjang Januari-Agustus 2026, Indonesia mencatat 10,58 juta kunjungan wisatawan mancanegara, meningkat 5,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842 juta perjalanan atau tumbuh 4,2%. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi untuk periode Januari-Agustus sejak 2019.
Kinerja industri perhotelan juga menunjukkan tren positif. Rata-rata tarif harian hotel (ADR) mencapai US$78 atau naik 12,3%, sedangkan pendapatan per kamar tersedia (RevPAR) meningkat 9,8% menjadi US$47. Tingkat okupansi berada di kisaran 60%.
Bidik Destinasi Baru, Tak Hanya Bali
IHG melihat peluang pertumbuhan semakin terbuka seiring meningkatnya konektivitas dan minat wisatawan menjelajahi destinasi baru. Perusahaan kini mengembangkan jaringan di 11 destinasi, yakni Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Semarang, Batam, Bintan, Lampung, Labuan Bajo, Cikarang, dan Kalimantan Selatan.
Ke depan, IHG berencana memperluas kehadirannya ke Medan, Yogyakarta, Puncak, dan Lombok.
Vivek Bhalla, Managing Director Southeast Asia & Korea, IHG, mengatakan Indonesia memiliki modal kuat untuk menikmati pertumbuhan pariwisata Asia Pasifik, mulai dari kekayaan alam dan budaya hingga pasar perjalanan domestik yang besar.
Menurutnya, Bali tetap menjadi destinasi unggulan, tetapi peluang pertumbuhan juga semakin besar di wilayah lain, termasuk Medan, Yogyakarta, Lombok, Manado, Labuan Bajo, Puncak, Bogor, Lampung, dan Belitung.
“Kami ingin tumbuh bersama Indonesia dengan menghadirkan brand dan pengalaman yang tepat di destinasi yang semakin diminati wisatawan untuk dijelajahi,” ujarnya.
Perkuat Segmen Hotel Mewah dan Lifestyle

Selain memperluas wilayah operasional, IHG juga mengandalkan beragam brand untuk menjangkau kebutuhan wisatawan di segmen luxury, premium, hingga mainstream.
Hotel Indigo menjadi salah satu andalan dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Saat ini, tiga hotel telah beroperasi di Bandung, Bintan, dan Bali, sementara enam hotel lainnya masuk pipeline, termasuk di Yogyakarta dan Ubud.
Di segmen hotel praktis dan modern, Holiday Inn Express Bandung Braga yang dibuka tahun ini menjadi hotel pertama di kawasan East Asia & Pacific yang menggunakan desain generasi kelima brand tersebut.
Sementara itu, segmen luxury dan lifestyle menjadi fokus penting ekspansi IHG. Sekitar tiga perempat hotel dalam pipeline pengembangan berada di kategori ini, dengan brand seperti Six Senses, Regent, InterContinental, Kimpton, Vignette Collection, dan Hotel Indigo.
Salah satu proyek yang dinantikan adalah Kimpton Suntaya Bali Ubud, yang dijadwalkan dibuka pada akhir 2026. Hotel ini akan mengusung konsep wellness dengan pengalaman pemulihan tubuh, keseimbangan diri, dan aktivitas kebugaran terpandu.
Vivek menilai wisatawan kini semakin mencari pengalaman menginap yang terhubung dengan karakter destinasi, mulai dari budaya, kuliner, alam, hingga wellness.
Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
Ekspansi IHG juga membawa dampak terhadap perekonomian masyarakat. Perusahaan mempekerjakan hampir 3.700 orang di Indonesia, dengan lebih dari 95% merupakan tenaga kerja lokal.
IHG turut menggandeng universitas dan lembaga pendidikan di Jakarta, Bali, serta Bandung untuk menyiapkan tenaga profesional bagi industri perhotelan.
Di tingkat komunitas, hotel-hotel IHG bekerja sama dengan petani, nelayan, perajin, dan pelaku usaha lokal. Regent Bali Canggu, misalnya, mengembangkan konsep nature-to-table SAZÓN bersama petani lokal. Sementara Holiday Inn Cikarang Jababeka memperkenalkan teh artisan hasil produksi petani Jawa Barat kepada para tamu.
IHG juga bermitra dengan lebih dari 40 komunitas melalui berbagai program sosial. Pada 2025, inisiatif tersebut memberikan dampak positif kepada sekitar 14.000 orang.
Dengan hampir 50 hotel yang telah beroperasi maupun masuk pipeline, IHG melihat Indonesia sebagai pasar strategis untuk pertumbuhan jangka panjang. Perusahaan ingin mengambil bagian dalam pengembangan infrastruktur perhotelan sekaligus memperluas manfaat pariwisata ke lebih banyak daerah di Nusantara. * (Syam)





