Tangerang Selatan, Mediaprofesi.id – Persaingan pasar mekanisasi pertanian semakin terbuka seiring meningkatnya kebutuhan peralatan untuk mendukung produktivitas, mulai dari pekerjaan di lahan hingga proyek agribisnis berskala besar. Melihat peluang tersebut, Mahindra Farm Equipment membawa tiga produk andalannya ke Indogritech 2026 untuk membidik pasar yang lebih luas di Indonesia.
Dalam pameran yang berlangsung pada 4–7 November 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Mahindra memperkenalkan Paddy Racer 2100, Tractor OJA 3140, dan Planting Master 4RO.
Ketiga produk tersebut menyasar kebutuhan mekanisasi pertanian dengan karakteristik pekerjaan dan skala operasional yang berbeda. Pengunjung dapat melihat langsung jajaran peralatan tersebut di Hall 5, Booth 5-A-1.
Langkah Mahindra ini tidak hanya berorientasi pada penjualan mesin kepada petani individual. Perusahaan juga mulai membuka peluang kerja sama dengan perusahaan agribisnis dan mitra yang membutuhkan dukungan peralatan untuk proyek pertanian berskala besar.
Country Manager RMA Indonesia, Toto Suharto, mengatakan kebutuhan setiap pelanggan harus dipahami secara spesifik sebelum menentukan solusi mekanisasi yang tepat.
“Bagi kami, pelanggan adalah mitra untuk keberlanjutan usaha di bidang pertanian. Dengan memahami kebutuhan unik pada masing-masing pekerjaan, kondisi lahan, dan skala operasional yang ingin didukung, Mahindra ingin bertumbuh bersama serta mendukung operasional petani skala kecil sampai besar,” ujar Toto.
Menurutnya, Mahindra ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia produk, tetapi juga mitra diskusi bagi pelanggan dalam menentukan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan operasional mereka.
Bidik Peluang Agribisnis Skala Besar

Potensi pasar mekanisasi pertanian tidak hanya datang dari petani perorangan. Perusahaan agribisnis dan pengelola proyek pertanian juga membutuhkan peralatan yang mampu menunjang kegiatan operasional dengan cakupan lahan lebih luas.
Perbedaan kebutuhan tersebut membuat pemilihan mesin harus mempertimbangkan jenis pekerjaan, karakteristik lahan, hingga skala kegiatan pertanian.
Karena itu, Mahindra ingin memperluas pendekatan bisnisnya dengan menjajaki hubungan bersama perusahaan dan mitra usaha yang memiliki visi sama dalam mengembangkan mekanisasi pertanian di Indonesia.
“Indonesia memiliki kebutuhan pertanian yang beragam, sehingga pendekatan yang dibutuhkan juga tidak bisa disamaratakan. Kami ingin membangun hubungan jangka panjang dengan petani, pelaku agribisnis, dan mitra proyek,” kata Toto.
Ia berharap pendekatan tersebut memungkinkan Mahindra memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam sekaligus menghadirkan solusi melalui rangkaian produknya.
Jajaki Kerja Sama dan Peluang Bisnis
Keikutsertaan di Indogritech 2026 menjadi momentum bagi Mahindra untuk memperkenalkan teknologi dan produk sekaligus menjaring calon pelanggan serta mitra bisnis baru.
Melalui pertemuan langsung selama pameran, Mahindra ingin membuka diskusi mengenai kebutuhan mekanisasi pertanian dan menjajaki peluang kolaborasi untuk mendukung pengembangan sektor agribisnis.
Petani, perusahaan, pelaku usaha pertanian, dan pemangku kepentingan lainnya dapat mengunjungi booth Mahindra Farm Equipment di Indogritech 2026 pada 4–7 November 2026, Hall 5, Booth 5-A-1, ICE BSD. * (Syam)



