Jakarta, Mediaprofesi.id – Harga emas dunia kembali menghadapi tekanan setelah mencatat reli selama dua hari berturut-turut. Pada perdagangan Jumat pagi (6/11/2026) WIB, harga emas spot atau XAU/USD terkoreksi sekitar 0,6% ke US$4.063,39 per troy ounce, bahkan sempat menyentuh US$4.040,71.
Koreksi ini terjadi setelah emas mencatat level tertinggi dalam dua pekan di US$4.147. Meski demikian, secara mingguan harga emas masih menguat sekitar 4%. Artinya, tekanan yang terjadi saat ini masih berpotensi menjadi koreksi teknikal setelah reli, belum cukup untuk memastikan pembalikan tren.
Sebelumnya, emas mendapat tenaga dari pelemahan dolar AS menyusul kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela AS yang menguasai DPR dan Senat. Hasil tersebut memunculkan ekspektasi kebuntuan politik atau government gridlock, sehingga menekan dolar dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Dolar AS sempat melemah dengan indeks DXY menyentuh 101,48. Di sisi lain, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun bergerak di kisaran 4,87%-4,88%.
Kenaikan emas juga ditopang aksi rebound setelah sempat terperosok ke US$3.870,25 pada 30 Oktober. Dalam empat hari, logam mulia tersebut berhasil melonjak hampir US$280.
NFP AS Jadi Ujian Terbesar
Kini perhatian pasar tertuju pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Nonfarm Payrolls (NFP) Oktober yang dijadwalkan dirilis Jumat pukul 20.30 WIB.
Pasar memperkirakan penambahan 65.000 tenaga kerja baru, meningkat dibandingkan realisasi September sebanyak 29.000 pekerjaan. Tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,2%.
Data ini menjadi penentu penting arah pergerakan emas. Jika NFP jauh di bawah ekspektasi, dolar AS berpotensi kembali melemah dan membuka ruang bagi emas untuk melanjutkan kenaikan.
Sebaliknya, angka ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan dapat mendorong penguatan dolar dan imbal hasil obligasi AS. Kondisi tersebut berpotensi menekan harga emas.
Pasar juga mencermati pernyataan pejabat Federal Reserve, termasuk Wakil Ketua Fed Michelle Bowman, yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga berikutnya.
Jadwal rilis NFP telah dikonfirmasi oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS). https://www.bls.gov/schedule/news_release/empsit.htm
Level US$4.147 Jadi Pintu Pembalikan
Dari sisi teknikal, XAU/USD masih menghadapi tantangan. Harga berada di sekitar EMA 20 harian US$4.064,36, sementara RSI 14 berada di 46,82 atau masih di bawah level netral 50.
Kondisi ini menunjukkan momentum bullish belum cukup kuat untuk mengonfirmasi kelanjutan tren kenaikan.
Sejumlah level penting yang perlu dicermati trader hari ini meliputi:
- Resistance 2: US$4.200
- Resistance 1: US$4.147
- Pivot/EMA 20: US$4.064-US$4.068
- Support 1: US$4.040-US$4.006
- Support 2: US$3.970-US$3.980
- Support kuat: US$3.870,25
Dua Skenario Pergerakan Emas
Ada dua kemungkinan arah pergerakan XAU/USD setelah data NFP dirilis.
Pertama, skenario bullish. Jika data tenaga kerja AS lebih lemah dari perkiraan, emas berpeluang kembali menguji US$4.147. Jika level tersebut berhasil ditembus, target berikutnya berada di US$4.187-US$4.220.
Bahkan, CPM memasang proyeksi harga US$4.275 dengan batas risiko di US$3.970 untuk periode hingga 20 November.
Kedua, skenario bearish. Jika NFP melampaui ekspektasi, dolar AS berpotensi menguat dan menekan emas. Harga berisiko menembus support US$4.040 dan bergerak menuju US$3.970. Jika tekanan berlanjut, US$3.870 menjadi area support berikutnya.
Strategi: Tunggu, Jangan Terjebak Volatilitas
Dengan kondisi tersebut, perdagangan emas hari ini cenderung memasuki fase wait and see. Rentang US$4.040-US$4.174 menjadi area yang perlu diperhatikan sebelum muncul katalis baru.
Trader sebaiknya tidak terburu-buru mengejar harga sebelum rilis NFP. Konfirmasi arah setelah data diumumkan menjadi lebih penting untuk menghindari risiko pergerakan tajam dan volatilitas pasar.
Disclaimer on
Perlu diingat, seluruh level harga dan skenario di atas merupakan analisis berdasarkan data perdagangan pagi 6 November 2026, bukan kepastian arah pasar ataupun rekomendasi membeli atau menjual.
Analisa bersifat edukasi, trading mengandung risiko, perhatikan money management anda. * (Syam)





