MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 7 November 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 7 November 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Studi Nissan Ungkap Konsumen Indonesia Sangat Antusias Terhadap Kendaraan Listrik

Syamhudi by Syamhudi
Jumat, 5 Februari 2021
in Ekonomi
Studi Nissan Ungkap Konsumen Indonesia Sangat Antusias Terhadap Kendaraan Listrik
12
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.com – Studi terbaru menunjukkan bahwa Indonesia dan negara tetangga di Asia Tenggara sangat antusias untuk memiliki kendaraan listrik. Antusiasme ini sebagian besar didorong oleh kebutuhan yang semakin besar untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan.

Hal ini terungkap dalam Edisi kedua studi Nissan oleh Frost & Sullivan, berjudul ” The Future of Electrified Vehicles in Southeast Asia” dirilis dengan tema “Nissan FUTURES – Electrification and Beyond”, pada sebuah pertemuan virtual para pemimpin industri, pemerintahan, dan media hari Kamis (4/2/2021).

Disebutkan pada riset konsumen di Thailand, Filipina, Indonesia, Malaysia, Vietnam dan Singapura mengungkapkan bahwa hampir dua pertiga (64%) responden di seluruh Asia Tenggara mengatakan bahwa mereka lebih mempertimbangkan kendaraan listrik dibandingkan lima tahun lalu. 66% konsumen di seluruh wilayah percaya bahwa mereka pasti akan memakai mobil listrik sebagai bagian dari kehidupan mereka dalam waktu dekat.

Menurut studi tersebut, 50% pemilik kendaraan non-listrik di Indonesia menyatakan bahwa mereka pasti akan mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai pembelian mobil berikutnya dalam tiga tahun ke depan.

Dampak positif terhadap lingkungan dan teknologi keselamatan menjadi faktor utama bagi masyarakat Indonesia untuk mempertimbangkan kendaraan listrik.

44% responden Indonesia berpendapat bahwa kendaraan listrik itu keren dan trendi – tertinggi di wilayahnya – dan 58% percaya bahwa biaya perawatan untuk kendaraan listrik lebih murah dibandingkan mobil konvensional.

Sejalan dengan studi serupa yang dilakukan pada tahun 2018, studi terbaru menunjukkan bahwa manfaat pajak (80%), pemasangan stasiun pengisian daya di kawasan pemukiman (80%) dan jalur prioritas untuk kendaraan listrik (55%) adalah 3 faktor teratas responden Indonesia untuk beralih ke kendaraan listrik.

Hal ini menunjukkan kebutuhan yang terus berlangsung bagi produsen mobil, pembuat kebijakan, dan pihak swasta untuk berkolaborasi dalam mendorong penerapan mobilitas listrik.

Berkurangnya hambatan untuk memiliki

Masih ada hambatan dalam memiliki kendaraan berlistrik, namun penelitian menunjukkan lebih banyak optimisme di antara responden Indonesia terhadap kendaraan listrik. Ketakutan akan kehabisan daya sebelum tiba di charging station terus menjadi penghalang paling signifikan dalam memiliki kendaraan berlistrik di Indonesia, meski kekhawatiran tersebut turun dari 73% pada 2018 menjadi 54% pada 2020.

Temuan ini juga memberi petunjuk pada trend mobilitas listrik berikutnya di Indonesia, yaitu e-POWER yang menggunakan teknologi EV dan menghilangkan pengisian daya.

Trend EV berikutnya

Survei mengidentifikasi salah satu trend besar berikutnya dalam mobil listrik di Indonesia yakni Nissan e-POWER – teknologi yang memberi konsumen pengalaman berkendara EV, tanpa perlu mengisi daya.

Faktor yang paling menarik bagi pengemudi Indonesia adalah bahwa e-POWER memberikan akselerasi yang cepat dan halus (62%), berkendara dengan senyap (59%) dan output tenaga mesin yang tinggi (53%).

Fakta bahwa e-POWER bekerja dengan penggerak motor listrik 100% tanpa perlu charger eksternal merupakan solusi inovatif bagi pelanggan Indonesia yang ingin mendapat pengalaman menyenangkan dalam berkendara dengan mobil listrik.

Nissan Motor Distributor Indonesia telah mengusung Nissan Kicks e-POWER ke Indonesia sejak September 2020 dan mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat Indonesia demikian info dari Tan Kim Piauw, Sales & Marketing Director, PT Nissan Motor Distributor Indonesia.

Kontribusi untuk masa depan yang lebih hijau

Studi ini juga mengungkap kesadaran lingkungan lebih hijau yang berkembang di seluruh Asia Tenggara, dengan responden di wilayah tersebut percaya bahwa memiliki mobil listrik niscaya akan turut serta berkontribusi dalam menjaga lingkungan.

Pada tahun 2020, 38% responden di Asia Tenggara dapat diklasifikasikan sebagai ‘pecinta lingkungan’, dibandingkan dengan 34% dalam penelitian serupa pada tahun 2018. Kelompok konsumen ini didorong oleh kesadaran lingkungan yang kuat dan kepedulian terhadap perubahan iklim. Penggunaan kendaraan listrik dipandang sebagai cara mereka peduli terhadap lingkungan.

Tentang studi

Studi “The Future of Electrified Vehicles in Southeast Asia” oleh Frost & Sullivan pada September 2020 di enam pasar ASEAN: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Temuan ini berdasarkan pada 3.000 tanggapan pelanggan online di antara pengemudi mobil di kota-kota tertentu, untuk memahami kesadaran, sikap, perilaku, dan persepsi pelanggan terhadap kendaraan listrik. “Electrified vehicle” dalam penelitian ini adalah baterai kendaraan listrik, kendaraan listrik hybrid plug-in dan e-POWER.

Ini tidak termasuk kendaraan hybrid penuh. Penelitian tersebut merupakan tindak lanjut dari studi yang dilakukan pada Januari 2018. * (Syam)

Post Views149 Views
Tags: mobilMobil ListrikNissanSurvei

Related Posts

PEVS 2026 Gaspol Tebar Cashback Rp2,5 Juta: Hari Terakhir, Pengunjung Bisa Jajal Mobil dan Motor Listrik Gratis
Ekonomi

PEVS 2026 Gaspol Tebar Cashback Rp2,5 Juta: Hari Terakhir, Pengunjung Bisa Jajal Mobil dan Motor Listrik Gratis

by Syamhudi
Minggu, 1 November 2026
19
DFSK E5 Plus Pamer Taring di Pasar SUV Hybrid: Baterai 25 kWh Tempuh 140 Km, Sekali Jalan Bisa Tembus 1.400 Km
Ekonomi

DFSK E5 Plus Pamer Taring di Pasar SUV Hybrid: Baterai 25 kWh Tempuh 140 Km, Sekali Jalan Bisa Tembus 1.400 Km

by Syamhudi
Minggu, 1 November 2026
18

RECOMMENDED

Mercedes-Benz Bongkar 3 Teknologi Masa Depan: Kaca Mobil Jadi Layar Pintar, Hologram hingga Baterai 800 Volt

Mercedes-Benz Bongkar 3 Teknologi Masa Depan: Kaca Mobil Jadi Layar Pintar, Hologram hingga Baterai 800 Volt

7 November 2026
4
Lansia Makin Banyak, Physiorehab Buka Klinik Terbesar di Jakarta, Siapkan 18 Bed dan Teknologi SIS

Lansia Makin Banyak, Physiorehab Buka Klinik Terbesar di Jakarta, Siapkan 18 Bed dan Teknologi SIS

7 November 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    610 shares
    Share 244 Tweet 153
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    375 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM