MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 15 Januari 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 15 Januari 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Nasional

PRENAGEN dan Klikdokter Dukung BKKBN Menurunkan Angka Kasus Stunting di Indonesia

Pratama by Pratama
Selasa, 4 Mei 2021
in Nasional
PRENAGEN dan Klikdokter Dukung BKKBN Menurunkan Angka Kasus Stunting di Indonesia
53
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – KALBE Nutritionals melalui salah satu produk unggulannya di kategori nutrisi kehamilan dan menyusui di Indonesia yaitu PRENAGEN, menaruh perhatian khusus dan tergerak untuk berpartisipasi aktif pada penurunan angka stunting, yang kasusnya masih tinggi di Indonesia.

Sebagai wujud nyata keseriusan dalam pencegahan stunting, PRENAGEN bekerja sama dengan Klikdokter yang merupakan situs portal komunikasi, informasi, dan edukasi kesehatan bagi komunitas medis dan publik, mendukung Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan percepatan penanganan kejadian stunting di Indonesia.

Program kolaborasi BKKBN, PRENAGEN, dan Klikdokter yang bertajuk “Smart Sharing: Program Kerja Sama Penurunan Angka Stunting di Indonesia” ini akan melakukan serangkaian kegiatan edukasi online maupun offline yang menjangkau dan melibatkan bidan di seluruh Indonesia, serta melakukan pilot project studi observasional dan program intervensi gizi untuk pencegahan stunting di beberapa daerah di Indonesia.

Berbicara di acara peluncuran kerja sama tersebut di BKKBN Jakarta (4/5/2021), Sinteisa Sunarjo, Group Business Unit Head Woman Nutrition KALBE Nutritionals menyampaikan kepedulian PRENAGEN terhadap penanganan stunting di Indonesia.

“Mengingat kompleksitas masalah stunting di Indonesia, dibutuhkan sinergi semua pihak untuk mengatasi stunting. Terkait fakta kasus stunting tersebut, PRENAGEN bersama-sama dengan Klikdokter ingin berkontribusi dan mendukung pemerintah melalui kerja sama dengan BKKBN. Untuk itulah, BKKBN, PRENAGEN, dan Klikdokter menjalin kemitraan strategis untuk mempercepat upaya penurunan angka kasus stunting,” papar Sinteisa.

Kondisi stunting atau gagal tumbuh pada anak sangat terkait dengan gizi penduduk yang buruk dalam periode cukup panjang. Tanpa penanganan serius akan semakin banyak penduduk yang dewasa dan menua dengan perkembangan kemampuan kognitif yang lambat, mudah sakit dan kurang produktif.

Masa 1.000 hari pertama atau sekitar tiga tahun kehidupan sejak masih dalam kandungan, merupakan masa penting pembangunan ketahanan gizi. Lewat dari 1.000 hari, dampak buruk kekurangan gizi akan sulit diobati. Kekurangan gizi pada ibu hamil juga bisa memicu stunting.

“Nutrisi memang mengambil peran penting yang perlu menjadi perhatian lebih bagi calon orang tua baik sejak masa perencanaan, kehamilan, hingga menyusui. Kami sebagai penyedia produk nutrisi untuk ibu hamil, sangat menaruh perhatian dan mendukung pemberian nutrisi terbaik pada 1.000 hari pertama kehidupan, terutama nutrisi makro dan mikro yang penting dikonsumsi,” lanjut Sinteisa.

Penyebab tingginya angka stunting di Indonesia dikarenakan juga sebagian kelahiran bayi di Indonesia sudah dalam kondisi kekurangan nutrisi, lalu dibesarkan juga kurang zat gizi.

Adapun faktor yang menyebabkan stunting, bisa berasal dari faktor eksternal seperti buruknya fasilitas sanitasi, minimnya akses air bersih, dan kurangnya kebersihan lingkungan, serta faktor internal yaitu kekurangan gizi kronis yang bisa menyebabkan abortus, anemia pada bayi baru lahir, bayi dengan berat badan lahir rendah, cacat bawaan, hingga kematian.

Kekurangan gizi kronis pada anak akan menimbulkan persoalan serius dalam pembangunan sumber daya manusia di masa depan.

Dalam paparannya di peluncuran kerja sama tersebut, Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi yang diwakili Direktur Bina Akses Pelayanan Keluarga Berencana BKKBN dr Zamhir Setiawan, M.Epid menegaskan keseriusan pemerintah menangani stunting selama ini, karena sebenarnya dalam lima tahun terakhir angka stunting di Indonesia telah mengalami perbaikan.

Jumlah kasus stunting di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 27,67%. Angka itu berhasil ditekan dari 37,8% di tahun 2013 1 . Namun, angka ini masih lebih tinggi dibandingkan toleransi maksimal stunting yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) yaitu kurang dari 20%.

“Bahkan hingga akhir tahun lalu, status Indonesia masih berada di urutan 4 dunia dan urutan ke-2 di Asia Tenggara terkait kasus balita stunting,” jelas dr. Zamhir. * (Syam/Pra)

Post Views24 Views
Tags: Bayi Stuntingkalbe farmaKlikdokter

Related Posts

Kini Radikal Bebas Menjadi Ancaman Masyarakat, Ini Penangkalnya Ekstrak Buah Zaitun dalam Entrasol Can Susu Steril
Gaya Hidup

Kini Radikal Bebas Menjadi Ancaman Masyarakat, Ini Penangkalnya Ekstrak Buah Zaitun dalam Entrasol Can Susu Steril

by Syamhudi
Kamis, 23 Mei 2024
45
Ayo Cegah dan Obati Wasting Biar Ga Stunting
Sosialita

Ayo Cegah dan Obati Wasting Biar Ga Stunting

by Syamhudi
Kamis, 9 November 2023
59

RECOMMENDED

LEPAS L8 Dirancang Memahami Ritme Kehidupan Kota yang Dinamis

LEPAS L8 Dirancang Memahami Ritme Kehidupan Kota yang Dinamis

15 Januari 2026
10
Honda Umumkan Program Motorsport Global untuk Musim 2026

Honda Umumkan Program Motorsport Global untuk Musim 2026

15 Januari 2026
10

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    566 shares
    Share 226 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    357 shares
    Share 143 Tweet 89
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    322 shares
    Share 129 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM