MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 27 Juli 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 27 Juli 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Masyarakat Jeneponto Antusias Mengikuti Webinar “Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial”

admin by admin
Minggu, 20 Juni 2021
in Teknologi
Masyarakat Jeneponto Antusias Mengikuti Webinar “Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial”
52
VIEWS

Jeneponto, Media-profesi.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bekerja sama dengan gerakan nasional literasi digital Siber Kreasi mengadakan sesi webinar ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi pada hari Senin tanggal 7 Juni 2021.

Kali ini giliran masyarakat Jeneponto, Sulawesi Selatan yang berkesempatan mengikuti webinar bertajuk ‘Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial’.

Sejumlah narasumber yang dihadirkan dalam webinar ini diantaranya Content Creator dan Founder Smart Reading 4.0 Irwan ST, Communication Manager Yayasan BaKTI Victoria Ngantung, budayawan dari Jeneponto Fattahindi SE M.Si, dan Anggota Komite Fact Checking Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Muhammad Khairil. Kegiatan ini diikuti oleh 51 peserta.

Dalam pemaparannya, Irwan menyampaikan bahwa dalam iklim digital saat ini, nyaris sulit menghindari media sosial (medsos). Menurut dia, medsos adalah ruang yang tersedia yang sifatnya netral. Apa yang kita isikan di dalamnya, apakah kontennya positif atau negatif, kitalah sebagai pengguna yang menentukan.

“Makanya ada adagium ‘jarimu harimaumu’. Banyak kasus dalam masyarakat kita, di mana orang diperkarakan karena pencemaran nama baik, penyebaran berita hoax, ujaran kebencian, dan sebagainya,” ujarnya.

Oleh karena itu, penting untuk dipahami bahwa media sosial seperti pisau bermata dua. Masyarakat tidak cukup hanya tahu bagaimana cara memanfaatkan medsos untuk berbagi informasi dan ide positif, tapi juga perlu tahu jebakan-jebakannya.

“Pemerintah telah membuatkan bingkai dalam bentuk regulasi Undang-undang ITE. Sayangnya, masyarakat kita antusias menggunakan medsos, tapi tidak semangat mempelajari rambu-rambunya,” tuturnya.

Tidak hanya berpotensi diperkarakan, saat bermedsos, orang juga berpotensi jadi korban. Untuk itu, Irwan membagikan tips agar pengguna medsos tidak menjadi korban. Antara lain menjaga keamanan akun, menjaga privasi, menghindari hoax, menyebarkan hal-hal positif, dan menggunakan medsos seperlunya.

Sementara Victoria Ngantung menyampaikan sejumlah kasus unggahan di medsos yang berujung kecaman dan penyesalan hingga akhirnya si pengunggah harus meminta maaf.  Kasus tersebut diantaranya ibu-ibu yang ditangkap polisi karena menghina Presiden dan remaja yang mengunggah tanggapan yang tidak berempati saat tenggelamnya KRI Nanggala dan berujung pada permintaan maaf.

“Jadi, seperti ada siklusnya, dari sebuah aksi ceroboh jadi konten viral di medsos, lalu menuai tanggapan tidak menyenangkan dari publik, klarifikasi minta maaf, kasus hukum yang diselesaikan, dan seterusnya,”  paparnya.

Victoria pun mengingatkan untuk berpikir dulu sebelum berbagi, berekspresi atau menyampaikan sesuatu di medsos.

“Selalu lakukan check recheck (verifikasi ulang) atas informasi yang diterima. Tidak selalu informasi itu benar, baik, dan kita butuhkan. Penyaringnya ada di kita. Selain itu, jangan unggah atau sebar informasi yang belum diketahui kebenarannya dan jangan unggah informasi yang bersifat pribadi, baik diri sendiri maupun orang lain,” ungkapnya.

Pembicara selanjutnya yang dihadirkan sosok budayawan dari Jeneponto Fattahindi menuturkan, karakter orang dapat tergambar dari cara berkomunikasi atau berbahasa. Maka, hendaklah membiasakan berkomunikasi dengan bahasa yang santun dan beretika, termasuk di dunia maya.

“Ingatlah pada pesan leluhur masyarakat Sulawesi Selatan, yakni Sipakatau, Sipakalabbiri, Sipakainga. Jika orang Jeneponto selalu mengedepankan budaya ini, maka di Jeneponto tidak akan ada lagi konflik-konflik bernuansa SARA yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa kita,” ujarnya.

Narasumber terakhir adalah Muhammad Hairil menjelaskan bahwa rekam jejak digital di era digital sangat berpengaruh karena kerap digunakan untuk penggambaran seseorang dalam berbagai keperluan, seperti seleksi pekerjaan, seleksi beasiswa, dan sebagainya.

Di balik kemudahan masyarakat mengakses internet atau mengekspresikan gagasannya di media sosial, tanpa disadari hal itu akan otomatis terekam dalam rekam jejak digital dan ini bisa berdampak bagi masyarakat itu sendiri. Masyarakat juga diminta hati-hati karena di era digital saat ini juga rawan terjadi pencurian identitas dan pengaksesan data pribadi oleh oknum tidak bertanggung jawab tanpa kita ketahui.

“Kita juga bisa dilaporkan atas pencemaran nama baik bila memiliki rekam jejak digital negatif yang menjelekkan orang lain atau lembaga, organisasi, maupun kelompok,” ucap Hairil.

Salah seorang peserta, Dendi, menanyakan bagaimana cara mengatasi orang yang sudah menyebarluaskan konten negatif terutama di lingkungan kita sendiri, seperti saudara yang menyebarkan berita bohong. Merespon pertanyaan ini, Irwan mengatakan bahwa setiap hari banyak beredar informasi yang kita tahu betul kemungkinan besar itu kabar bohong alias hoax, tapi untuk meyakinkan orang lain bahwa itu hoax seringkali tidak mudah.

“Kita sikapi dengan bijak saja semampu kita dan kalau memungkinkan berikan informasi yang lebih valid dari otoritas berwenang atau sumber terpercaya,” ucapnya.

Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi diselenggarakan secara virtual mulai bulan Mei hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi informatif yang pastinya disampaikan oleh para narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Pra)

Post Views67 Views
Tags: DigitaldyandraKemenkominfoLiterasi

Related Posts

FIFGROUP Raih Digital Channel Customer Experience Award 2026
Ekonomi

FIFGROUP Raih Digital Channel Customer Experience Award 2026

by Syamhudi
Jumat, 1 Mei 2026
13
ACC Hadir di SYAFIF 2025 Dukung GERAK Syariah OJK
Ekonomi

ACC Hadir di SYAFIF 2025 Dukung GERAK Syariah OJK

by Wahyu
Kamis, 27 Februari 2025
15

RECOMMENDED

Bos Vietjet Buka Perdagangan di Bursa London, Sinyal Kuat Vietnam Makin Dilirik Investor Global

Bos Vietjet Buka Perdagangan di Bursa London, Sinyal Kuat Vietnam Makin Dilirik Investor Global

26 Juli 2026
5
Tabungan Bareng Makin Ngetren, Pengguna blu Punya Nama Pocket yang Unik dan Relate

Tabungan Bareng Makin Ngetren, Pengguna blu Punya Nama Pocket yang Unik dan Relate

26 Juli 2026
7

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    583 shares
    Share 233 Tweet 146
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    384 shares
    Share 154 Tweet 96
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    376 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    345 shares
    Share 138 Tweet 86
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM