MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 20 Januari 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 20 Januari 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Etika Nyaman dan Aman Dalam Bermedia Sosial

Wahyu by Wahyu
Minggu, 13 Juni 2021
in Teknologi
Etika Nyaman dan Aman Dalam Bermedia Sosial
88
VIEWS

Makassar, Media-profesi.com – Berlangsung secara virtual, Webinar Literasi Digital diselenggarakan dengan topik ‘Aman dan Nyaman Dalam Bermedia Sosial’, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Aribowo Sasmito selaku Co-Founder & Fast-Check Specialist MAFINDO, Jumrana selaku dosen Ilmu komunikasi Universitas Hau Oleo Kendari, Sunarti Saim selaku Aliansi Jurnalis Independen Makassar dan Arham Kendari sebagai key opinion leader (KOL).

Kegiatan yang dihadiri 248 peserta secara online ini merupakan bagian dari rangkaian Program Literasi Digital Nasional: Indonesia Makin Cakap Digital. Materi pertama disampikan oleh Arham kendari selaku Key Opinion Leader (KOL) yang membahas mengenai Digital Skill dengan tema ‘Positif, Kreatif, aman, dan Nyaman di Internet’.

Arham Memaparkan bagaimananya pekerjaannya sebagai KOL (Key Opinion Leader) dan juga Influencer. Menurut Arham, bersosial media mempunyai banyak manfaat, melalui sosial media memudahkan seseorang berinteraksi, dapat menjalin relasi bisnis dan pekerjaan, serta membangun personal branding.

“Melalui medsos, saya memulai usaha dan pertemanan dengan banyak orang yang semula tidak saya kenal. Jika dimanfaatkan dengan baik, bermedia sosial akan banyak memberi manfaat.”, tambahnya.

Arham Kendari juga mengingatkan kepada peserta, untuk tidak mudah percaya oleh berita-berita dimedia sosial dan juga senantiasa menghargai karya orang-orang lain.

Narasumber kedua yang memaparkan materi ialah Aribowo Sasmito, Co-Founder dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), membawakan tema ‘Bebas Namun Terbatas Berekspresi di Sosial Media’.

Diawali dengan memperkenalkan organisasi MAFINDO, Aribowo memaparkan bahanya berita bohong atau hoax. Ia memaparkan prinsip etis dalam bermedia digital. “Media sosial memang memberi kebebasan, tapi bebas yang terbatas.”, imbuhnya.

Aribowo juga memberikan informasi seputar ciri-ciri hoax beserta kasus-kasus hoax yang ada di Indonesia. Aribowo menutup pemaparannya dengan quotes,” Apa yang tidak baik didunia nyata, tidak baik juga didunia virtual atau media sosial”.

Selanjutnya, narasumber ketiga ialah Jumrana dengan materi ‘Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar di Media Sosial’. Menurut Jumrana di era digital setiap orang adalah pembuat, penyebar, dan pengguna media digital.

Jumara juga memaparkan jika masyarakat Indonesia memiliki tingkat pemahaman literasi digital yang masih rendah. Kemampuan menerima dan mengolah informasi pun rendah, sehingga rawan adu persepsi yang melahirkan ujaran kebencian, mudah terpancing emosi dan terprovokasi.

Dia melanjutkan, dalam melakukan aktivitas di media sosial, masyarakat harus memahami etika bermedia sosial. Bagaimana menggunakan bahasa yang baik dan benar dan bagaimana berkomunikasi dengan memiliki pemahaman, dan memiliki kecakapan serta sikap yang baik.

“Jangan menggunakan kalimat sarkasme, sebutan dan julukan yang tidak baik, sindir menyindir yang bisa menyinggung orang lain,” tegas Jumrana.

Dengan menganut etika dalam bermedia sosial, aktivitas kita lebih bermanfaat. Bagaimanapun dunia digital akan merekam semua hasil unggahan, postingan, dan penyebaran informasi yang dibagikan. Akan meninggalkan jejak digital yang bisa jadi merugikan diri sendiri.

Narasumber terkahir yang memaparkan materinya pada episode ini yaitu Sunarti Saim, yang membahas mengenai digital savety dengan tema ‘Kenali dan Pahami Rekam Jejak di Era Digital’.

Sunarti mengawali presentasinya dengan menjelaskan ‘Apa Itu Jejak Digital?’. Ia juga memaparkan prinsip dasar keamanan dalam berinternet, lalu menjelaskan hal apa yang harus dijaga. Penggunaan media digital harus diikuti literasi digital yang baik, maka daya rusaknya lebih banyak ketimbang manfaatnya.

“Dalam sehari, sekitar 8 jam pengguna internet berselancar, mengunggah gambar, video dan lainnya, tanpa disadari meninggalkan banyak jejak digital yang bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.”, jelas Sunarti.

Oleh karna itu, kita harus pandai dan awas memilah informasi yang disebarkan. Terutama tidak mengunggah informasi pribadi di media sosial. Diakhir pemaparannya Sunarti menekankan mengenai prinsip “Safety First”, prinsip ini bisa menjaga anda aman dan nyaman beraktivitas di dunia digital.

Kegiatan Literasi Digital mendapatkan apresiasi dan dukungan dari semua pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan pastinya mengedukasi para peserta webinar. Kegiatan Literasi Digital ini disambut positif oleh masyarakat khususnya Sulawesi.

“Dari sharing hari ini saya menjadi lebih paham pentingnya dan bagaimana menggunakan sosial media dengan bijak serta pentingnya jejak digital.”, ujar Nuf Afdilla yang merupakan salah satu peserta dari kegiatan literasi digital.

Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai 31 Mei 2021 hingga 7 Desember 2021, dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang pastinya disampaikan oleh narasumber terpercaya.

Kegiatan Webinar Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, agar masyarakat makin cakap digital dalam memanfaatkan internet demi menunjang kemajuan bangsa.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Wah)

Post Views33 Views
Tags: DigitaldyandraKemenkominfoLiterasiMedia Sosial

Related Posts

ACC Hadir di SYAFIF 2025 Dukung GERAK Syariah OJK
Ekonomi

ACC Hadir di SYAFIF 2025 Dukung GERAK Syariah OJK

by Wahyu
Kamis, 27 Februari 2025
14
IFSE2024: Mendorong Inklusi Dan Kesadaran Keuangan Digital Untuk Masa Depan Indonesia
Ekonomi

IFSE2024: Mendorong Inklusi Dan Kesadaran Keuangan Digital Untuk Masa Depan Indonesia

by Syamhudi
Jumat, 15 November 2024
25

RECOMMENDED

BSI Satukan Data Pascamerger, Laba Bersih Tumbuh 22,8 Persen

BSI Satukan Data Pascamerger, Laba Bersih Tumbuh 22,8 Persen

20 Januari 2026
8
Clarks Hadirkan Store Terbaru di Grand Indonesia dengan Personalization Corner Eksklusif

Clarks Hadirkan Store Terbaru di Grand Indonesia dengan Personalization Corner Eksklusif

20 Januari 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    566 shares
    Share 226 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    363 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    357 shares
    Share 143 Tweet 89
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    322 shares
    Share 129 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM