Toli-Toli, Media-profesi.com – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siber kreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 22 Juni 2021 di Toli-Toli, Sulawesi Tengah.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Bagaimana Berbelanja Online dengan Dompet Digital”.
Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Bhima Yudhistira selaku Direktur Celios, Muhammad Ridwan Alimuddin selaku penulis dan pegiat literasi, Emiralda Noviarti selaku pelatih QM Financial, dan Lady Diana Khartiono selaku dosen Universitas Muhammadiyah Luwuk. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Made Dwi Andjani selaku praktisi PR.
Kegiatan yang dihadiri oleh empat narasumber ini diikuti oleh 174 peserta. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Pemateri pertama adalah Bhima Yudhistira membuka sesinya dengan menyebutkan kelebihan dompet digital yang lebih praktis serta efisien dibandingkan dengan uang tunai.
“Meski demikian, transaksi dengan dompet digital perlu dijaga keamanannya dengan tidak sembarangan memberikan data pribadi,” ujarnya.
Menurut Ridwan, ada beberapa masalah dalam belanja daring seperti tidak ada standar keamanan atau etika dari pihak penjual.
“Pembelanja daring harus berhati-hati karena ada penjual yang mematok harga tidak masuk akal. Tujuannya adalah menipu masyarakat yang masih awam dalam menggunakan internet,” ungkapnya.
Sedangkan Emiralda Noviarti menghimbau masyarakat agar tidak impulsif kala banyak tawaran promo belanja. “Akan lebih bijak jika uang dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan dan bukan keinginan,” katanya.
Dan Lady Diana Khartiono, selaku pemateri terakhir mengungkapkan, meskipun ancaman pidananya cukup berat, namun penipuan daring masih sering terjadi. Kelompok yang rentan menjadi sasaran, diantaranya lansia, remaja, dan individu yang cenderung konsumtif. “Maka dari itu, konsumen harus kritis dan jangan mudah tergiur harga murah,” pesan Lady.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Salah seorang peserta bernama Anca, bertanya tentang mana yang lebih baik antara menyimpan uang di satu dompet digital atau lebih.
Menurut Bhima, lebih baik menggunakan satu atau dua dompet digital saja karena satu dompet digital sudah mampu digunakan untuk berbagai transaksi.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Wah)





