MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 31 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 31 Mei 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Evaluasi Setiap Informasi dan Akun yang Diikuti

Pratama by Pratama
Minggu, 27 Juni 2021
in Teknologi
Evaluasi Setiap Informasi dan Akun yang Diikuti
30
VIEWS

Makassar, Media-profesi.com – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 26 Juni di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Berekspresi dengan Aman dan Nyaman di Dunia Digital”. Kegiatan kali ini diikuti oleh 791 peserta dari berbagai kalangan.

Program kali ini menghadirkan jumlah narasumber, yaitu  Karlina Octaviany selaku antropolog digital dan BTS Army Indonesia; Aan Mansur yang dikenal sebagai seorang penulis; Bobby Pramusdi, drummer Kapal Udara; serta Vincent Cokronegoro selaku Project Manager SKENA Wahana Kreatif. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Artha Sena, seorang jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Karlina Octaviany menerangkan bahwa ada dua definisi informasi, yaitu misinformasi dan disinformasi. Misinformasi diartikan sebagai informasi yang salah, tetapi tidak ditujukan untuk membuat kesalahan, sedangkan disinformasi adalah informasi yang salah dan rancu yang sengaja disebarluaskan untuk tujuan tertentu.

“Lalu, bagaimana kita bisa mengatasi masalah misinformasi dan disinformasi ini? Pertama, cari akun terpercaya untuk diikuti (follow) atau akun resmi. Lalu berhati-hati pada media tertentu dan pembingkaian (framing) media. Kedua, evaluasi informasi dan akun yang diikuti. Selain itu, jangan ragu untuk meriset lebih jauh tentang informasi yang kita peroleh dan akun yang kita ikuti,” katanya.

Sedangkan Aan Mansur menyinggung soal Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang bak pisau bermata dua. Selain menjadi sebuah wahana regulasi, UU ini juga seakan tidak bisa membedakan mana kritikan dan mana pencemaran nama baik. Dampaknya, daya kritis seseorang bisa mati lantaran khawatir UU ini akan memenjarakannya.

“Selain itu, sebaiknya berpikir ulang sebelum memposting sesuatu. Jangan mengatakan sesuatu yang sebenarnya Anda tidak ingin mengatakan kepada seseorang secara langsung. Jangan membagikan sesuatu yang bukan milik Anda tanpa seizin pemiliknya. Jangan mudah percaya terhadap apa yang Anda baca. Terakhir, jangan habiskan waktu Anda untuk berselancar di dunia maya,” ujarnya.

Bobby Pramusdi menyatakan, digital culture (budaya digital) adalah masuknya internet dalam kehidupan keseharian manusia. Budaya digital membawa dampak baik dan dampak buruk. Kebaikannya adalah dunia menjadi transparan dan komunikasi bisa dilakukan tanpa dibatasi jarak, ruang, dan waktu.

Selain itu, apa yang terekam di internet akan selamanya ada dan mudah dicari. Sementara keburukannya adalah tidak jelas lagi mana fakta, kabar bohong, maupun informasi yang benar. “Selain itu, nyaris tak ada lagi batas-batas privasi di dunia maya,” ucapnya.

Adapun Vincent Cokronegoro mengungkapkan bahwa dalam setiap aplikasi yang tertanam di gawai, baik itu ponsel atau laptop, memiliki sistem algoritma yang mampu merekam dan membaca seluruh aktivitas pengguna dalam gawai tersebut.

“Begitu menggunakan internet atau media sosial, setiap orang pasti meninggalkan jejak digital. Masalahnya, banyak orang yang belum sadar mengenai risiko berbahaya lewat jejak digital yang ditinggalkan,” katanya.

Setelah seluruh narasumber memaparkan materi masing-masing, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Liana, salah satu peserta webinar, bertanya tentang bagaimana cara membedakan informasi yang sebetulnya masuk kategori disinformasi.

Mengenai hal itu, Karlina kembali menegaskan agar tidak lelah memverifikasi dan meneliti sebuah informasi dari berbagai sumber. Cara tersebut bisa mengurangi kesalahpahaman atau dapat juga meningkatkan kevalidan sebuah informasi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Pra)

Post Views63 Views
Tags: DigitaldyandraKemenkominfoLiterasi

Related Posts

FIFGROUP Raih Digital Channel Customer Experience Award 2026
Ekonomi

FIFGROUP Raih Digital Channel Customer Experience Award 2026

by Syamhudi
Jumat, 1 Mei 2026
13
ACC Hadir di SYAFIF 2025 Dukung GERAK Syariah OJK
Ekonomi

ACC Hadir di SYAFIF 2025 Dukung GERAK Syariah OJK

by Wahyu
Kamis, 27 Februari 2025
14

RECOMMENDED

Dari Sepasang Sepatu, BYD Ingin Mengubah Masa Depan Ribuan Pelajar

Dari Sepasang Sepatu, BYD Ingin Mengubah Masa Depan Ribuan Pelajar

31 Mei 2026
8
Banyak yang Salah Paham! Fakta Penting New Veloz Hybrid yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli

Banyak yang Salah Paham! Fakta Penting New Veloz Hybrid yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli

31 Mei 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    571 shares
    Share 228 Tweet 143
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    368 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    361 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    326 shares
    Share 130 Tweet 82
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    326 shares
    Share 130 Tweet 82
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM