Bombana, Media-profesi.com – Sebanyak 655 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo.
Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual pada 1 Juli 2021 di Bombana, Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Dakwah yang Ramah di Internet”.
Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Silma Agbas dari Mafindo Jakarta, Akbar Datau selaku pemengaruh, La Sensu selaku dosen Fak. Hukum Univ. Halu Oleo, dan Jumadil Nangi selaku dosen Informatika Univ. Halu Oleo.
Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Shinta Ardan selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Menurut Silma Agbas, di era ketergantungan dunia digital, kita mesti kreatif mengunggah konten yang positif, menghibur, sekaligus bermanfaat.
“Pemuka agama dapat memanfaatkan media sosial untuk dakwah agar dapat menjangkau pemirsa yang lebih luas,” imbuhnya.
Berikutnya, Akbar Datau mengatakan, perkembangangan komunikasi, perbedaan budaya, emosional, dan pendapat melatarbelakangi pentingnya penerapan etika digital.
“Bijak bermedia sosial termasuk di kolom komentar dapat menghindarkan kita dari dampak negatif dalam ranah sosial maupun hukum,” ujar Akbar.
Sebagai pemateri ketiga, La Sensu dalam pandangannya, pemuka agama harus mengenali media sosial dan karakteristik pemirsanya serta dampak dari konten negatif keagamaan.
“Jangan lupa untuk memahami batasan/aturan berdakwah di dunia digital untuk menyebarkan konten dakwah positif di internet,” kata dia.
Adapun Jumadil Nangi menuturkan, bahaya-bahaya tersembunyi dalam internet seperti pengelabuan, pelanggaran HAKI dan privasi, perundungan, judi, maupun penipuan digital dapat dihindari dengan perilaku berinternet sehat.
“Tempatkan akses internet di tempat terbuka agar mudah di pantau serta perhatikan keamanannya,” pesannya.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu pertanyaan menarik yang dikemukakan peserta adalah tentang bagaimana menanggapi warganet yang negatif di dunia maya. Narasumber menjelaskan bahwa yang terpenting adalah pengendalian diri serta tetap memegang teguh netiket/tata etika dunia digital.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Pra)





