MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 3 Agustus 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 3 Agustus 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pentingnya Keamanan Siber Bagi 10,2 Juta Pelaku UMKM di Jagat Digital

Syamhudi by Syamhudi
Kamis, 1 Juli 2021
in Ekonomi
Pentingnya Keamanan Siber Bagi 10,2 Juta Pelaku UMKM di Jagat Digital
16
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia selama lebih dari setahun terakhir telah mengubah pola interaksi masyarakat serta cara bisnis beroperasi.

Data Kementerian Koperasi dan UKM RI (2020) menunjukkan bahwa selama tahun 2020, terdapat sekitar 10,2 juta UMKM yang menggunakan teknologi digital dalam kegiatan usahanya. Angka ini meningkat kurang lebih 13% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Meskipun di satu sisi pemanfaatan teknologi digital memungkinkan pelaku UMKM tetap terhubung dengan konsumen dan dapat menjangkau konsumen baru serta meningkatkan pendapatan, adaptasi digital juga memiliki risiko, diantaranya risiko siber seperti penipuan online, peretasan, pemalsuan identitas, dan bocornya data konsumen. Kejahatan siber dapat mengakibatkan kerugian material maupun nonmaterial bagi pelaku usaha UMKM.

Jumlah kejahatan siber yang terjadi diseluruh dunia sejak tahun 2020 terus meningkat. Oleh sebab itu perhatian atas keamanan siber tidak hanya penting bagi perusahaan-perusahaan besar berskala nasional dan global, namun juga penting bagi UMKM.

Statistik yang dirilis Fundera (2020) menunjukkan bahwa pada tahun 2020, 43% dari total serangan siber yang terjadi ditujukan pada usaha kecil, dan kesalahan manusia merupakan faktor terbesar yang mempengaruhi keamanan siber sebuah perusahaan.

Kurangnya pemahaman akan keamanan siber juga dianggap sebagai penyebab utama mengapa masih banyak pelaku usaha, termasuk UMKM, sangat rentan terhadap kejahatan di jagat maya.

Edukasi mengenai keamanan siber sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan budaya keamanan siber menjadi salah satu upaya penting yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak seperti perusahaan, asosiasi, dan pemerintah secara sinergis dalam rangka mencegah kerugian yang lebih besar lagi.

Menurut statistik yang dirilis olehCybint (2020) saat ini sebesar 77% perusahaan tidak memiliki rencana mitigasi terhadap serangan siber. Sebaga wujud upaya sinergis tersebut di atas AFTECH dan Mastercard Indonesia melaksanakan kegiatan FinTech Talk dengan judul “Keamanan Siber (Cybersecurity) dan Digitalisasi Usaha Mikro, Kecil & Menengah (UMKM) di Indonesia”.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pelaku UMKM nasional dari berbagai sektor mengenai pentingnya memahami dan mulai menerapkan langkah-langkah yang fokus pada keamanan siber perusahaan.

“Diskusi hari ini sangat bermanfaat untuk sedikitnya dua hal. Pertama, memetakan tantangan-tantangan atau gangguan-gangguan yang UMKM hadapi terkait keamanan siber. Kedua, mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai apa yang dapat dilakukan, baik itu secara mandiri maupun berkolaborasi, untuk memperkuat keamanan siber perusahaan agar tidak menjadi korban kejahatan siber,” kata Marshall Pribadi, Wakil Ketua Umum AFTECH, ketika membuka kegiatan ini.

Menurut Marshall, ungkapan lama yang menyatakan bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati adalah relevan dalam konteks keamanan siber. Ketika tidak terjadi gangguan siber, para pelaku usaha seharusnya tidak boleh lengah dan menganggap bahwa standar keamanannya sudah cukup. Para pelaku usaha tetap harus mencermati potensi serangan siber dan melakukan langkah-langkah yang tepat agar usahanya dapat berjalan dengan aman, khususnya saat bertransaksi secara online.

Navin Jain, Country Manager, Indonesia, Mastercard, mengatakan di tengah pengadopsian perangkat digital yang dilakukan oleh para UMKM agar dapat tetap kompetitif di era normal baru, UMKM juga harus memprioritaskan keamanan siber mereka. Tidak ada bisnis yang terlalu kecil untuk menjadi sasaran target kejahatan siber.

“Mastercard berupaya untuk senantiasa mendukung para UMKM dengan keterampilan keamanan siber yang mereka butuhkan guna mendorong pemahaman seputar teknologi dan manfaat yang dapat dinikmati dari keamanan siber, meningkatkan kapasitas mereka, dan menawarkan berbagai solusi keamanan dari Mastercard. Bersama dengan para mitra, Mastercard berkomitmen untuk membangun dunia digital inklusif yang dapat dioperasikan secara praktis, aman, dan nyaman,” ujar Navin/

Dari segi regulasi, Retno Artinah, Direktur Proteksi Ekonomi Digital Badan Siber dan Sandi Negara, yang hadir sebagai pembicara menyatakan bahwa masalah keamanan informasi bagi pelaku UMKM dianggap permasalahan yang baru, hal ini tidak hanya di Indonesia, namun juga di terjadi di beberapa negara.

“Salah satu tantangan digitalisasi UMKM di Indonesia adalah rendahnya tingkat literasi digital. Rendahnya literasi menjadi faktor penting yang menyebabkan rentannya UMKM terhadap serangan siber. Kami menyambut baik kegiatan literasi tentang keamanan informasi secara rutin dilakukan oleh industri fintech. Diharapkan, para pelaku usaha UMKM ke depannya dapat lebih siap dalam menerapkan prinsip-prinsip keamanan informasi,” kata Retno. * (Syam)

Post Views77 Views
Tags: FintechKejahatan Siberumkm

Related Posts

Daihatsu Banjir Promo dan Hadiah, Kumpul Sahabat Serentak Diserbu Pengunjung
Gaya Hidup

Daihatsu Banjir Promo dan Hadiah, Kumpul Sahabat Serentak Diserbu Pengunjung

by Syamhudi
Rabu, 22 Juli 2026
22
FIFGROUP Gelontorkan Rp1,8 Miliar untuk UMKM, Ratusan Pelaku Usaha Dapat Modal Tanpa Bunga
Ekonomi

FIFGROUP Gelontorkan Rp1,8 Miliar untuk UMKM, Ratusan Pelaku Usaha Dapat Modal Tanpa Bunga

by Wahyu
Jumat, 17 Juli 2026
12

RECOMMENDED

Laba FIF Tembus Rp2,37 Triliun, Apa Rahasia Kinerja Moncernya di Semester I 2026?

Laba FIF Tembus Rp2,37 Triliun, Apa Rahasia Kinerja Moncernya di Semester I 2026?

2 Agustus 2026
5
GIIAS 2026: Tak Sekadar Tolak Panas, Ini Senjata Baru Wincos untuk Bikin Kabin Mobil Lebih Nyaman

GIIAS 2026: Tak Sekadar Tolak Panas, Ini Senjata Baru Wincos untuk Bikin Kabin Mobil Lebih Nyaman

2 Agustus 2026
7

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    586 shares
    Share 234 Tweet 147
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    387 shares
    Share 155 Tweet 97
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    379 shares
    Share 152 Tweet 95
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    348 shares
    Share 139 Tweet 87
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    347 shares
    Share 139 Tweet 87
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM