MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 23 Januari 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 23 Januari 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Hoaks, Perilaku Sosial Menyimpang Era 4.0

Pratama by Pratama
Jumat, 23 Juli 2021
in Teknologi
Hoaks, Perilaku Sosial Menyimpang Era 4.0
37
VIEWS

Bombana, Media-profesi.com – Sebanyak 1.171 peserta pada hari ini (22/7) antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual di Bombana, Sulawesi Tenggara.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Bersama Melawan Kabar Bohong”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari dosen Ilmu Komunikasi Uhamka Jakarta, Wininda Qusnul K; psikolog klinis, Yogestri Rakhmahappin; Alumni 36th Sawasdee by AIESEC in Kasetsart University Thailand, Andreadmaja; dan pemengaruh (influencer), Sri Astuti.

Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Erna Virnia selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Wininda Qusnul K. mengatakan bahwa literasi digital tidak sekadar kemampuan mengoperasikan alat, tetapi juga keterampilan kognitif, motorik, sosiologis, sampai emosional.

“Keterampilan ini yang harus dilatih. Ini adalah keterampilan yang dibutuhkan dalam menggunakan media digital agar bisa meninggalkan jejak digital yang baik,” katanya.

Sementara Yogestri Rakhmahappin menyampaikan materi berjudul “Bersama Lawan Kabar Bohong, Dampak Penyebaran Berita Hoax”. Dari sudut pandang psikologi sosial, kata dia, penyebaran hoaks merupakan perilaku sosial menyimpang.

“Hoaks itu menular, sama seperti penyakit atau virus, sehingga individu dalam massa bereaksi dengan cara yang sama. Efek ini menyebarkan emosi dan perilaku dari satu orang ke orang lainnya,” ungkapnya.

Andreadmaja mengatakan, ada lima hal yang perlu diperhatikan sebelum berkomentar, yaitu berkomentar sesuai konteks, tidak menyerang pribadi, menggunakan bahasa yang sopan, menghargai pendapat orang lain, dan berpikir ulang sebelum mengirim.

“Gunakan media sosial sebagai wadah untuk membentuk pribadi, supaya dikenal masyarakat luas sebagai pribadi baik,” pungkasnya.

Sedangkan Sri Astuti menuturkan, salah satu cara melindungi diri di internet adalah membuat kata sandi yang kuat dan tidak mudah ditebak.

“Kita bisa menciptakan internet sehat dalam keluarga dengan membimbing keluarga untuk mengakses konten yang sesuai, menghindari misinformasi, dan jaga kerahasiaan data pribadi,” katanya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan dilanjutkan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah seorang peserta, Aulia, bertanya tentang bagaimana dampak dan solusinya jika seseorang tidak sengaja menyebarkan informasi yang tidak benar.

Wininda menanggapi bahwa hal tersebut termasuk disinformasi. Orang yang menyebarkannya percaya bahwa informasi tersebut benar (padahal tidak), tetapi dia tidak bermaksud membahayakan orang lain. “Adapun risiko yang dihadapi lebih pada tanggung jawab moral,” terang dia.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Pra)

Post Views25 Views
Tags: DigitaldyandraKemenkominfoLiterasi

Related Posts

ACC Hadir di SYAFIF 2025 Dukung GERAK Syariah OJK
Ekonomi

ACC Hadir di SYAFIF 2025 Dukung GERAK Syariah OJK

by Wahyu
Kamis, 27 Februari 2025
14
IFSE2024: Mendorong Inklusi Dan Kesadaran Keuangan Digital Untuk Masa Depan Indonesia
Ekonomi

IFSE2024: Mendorong Inklusi Dan Kesadaran Keuangan Digital Untuk Masa Depan Indonesia

by Syamhudi
Jumat, 15 November 2024
25

RECOMMENDED

Audi Perkenalkan Mobil Balap Pertama Audi R26 untuk Ajang Formula 1

Audi Perkenalkan Mobil Balap Pertama Audi R26 untuk Ajang Formula 1

23 Januari 2026
11
Caroline.id Gelar Bazaar Diskon Mobil Bekas Serentak di Tiga Cabang

Caroline.id Gelar Bazaar Diskon Mobil Bekas Serentak di Tiga Cabang

23 Januari 2026
9

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    567 shares
    Share 227 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    363 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    357 shares
    Share 143 Tweet 89
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    322 shares
    Share 129 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM