MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 30 Juli 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 30 Juli 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Hoaks, Perilaku Sosial Menyimpang Era 4.0

Pratama by Pratama
Jumat, 23 Juli 2021
in Teknologi
Hoaks, Perilaku Sosial Menyimpang Era 4.0
37
VIEWS

Bombana, Media-profesi.com – Sebanyak 1.171 peserta pada hari ini (22/7) antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual di Bombana, Sulawesi Tenggara.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Bersama Melawan Kabar Bohong”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari dosen Ilmu Komunikasi Uhamka Jakarta, Wininda Qusnul K; psikolog klinis, Yogestri Rakhmahappin; Alumni 36th Sawasdee by AIESEC in Kasetsart University Thailand, Andreadmaja; dan pemengaruh (influencer), Sri Astuti.

Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Erna Virnia selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Wininda Qusnul K. mengatakan bahwa literasi digital tidak sekadar kemampuan mengoperasikan alat, tetapi juga keterampilan kognitif, motorik, sosiologis, sampai emosional.

“Keterampilan ini yang harus dilatih. Ini adalah keterampilan yang dibutuhkan dalam menggunakan media digital agar bisa meninggalkan jejak digital yang baik,” katanya.

Sementara Yogestri Rakhmahappin menyampaikan materi berjudul “Bersama Lawan Kabar Bohong, Dampak Penyebaran Berita Hoax”. Dari sudut pandang psikologi sosial, kata dia, penyebaran hoaks merupakan perilaku sosial menyimpang.

“Hoaks itu menular, sama seperti penyakit atau virus, sehingga individu dalam massa bereaksi dengan cara yang sama. Efek ini menyebarkan emosi dan perilaku dari satu orang ke orang lainnya,” ungkapnya.

Andreadmaja mengatakan, ada lima hal yang perlu diperhatikan sebelum berkomentar, yaitu berkomentar sesuai konteks, tidak menyerang pribadi, menggunakan bahasa yang sopan, menghargai pendapat orang lain, dan berpikir ulang sebelum mengirim.

“Gunakan media sosial sebagai wadah untuk membentuk pribadi, supaya dikenal masyarakat luas sebagai pribadi baik,” pungkasnya.

Sedangkan Sri Astuti menuturkan, salah satu cara melindungi diri di internet adalah membuat kata sandi yang kuat dan tidak mudah ditebak.

“Kita bisa menciptakan internet sehat dalam keluarga dengan membimbing keluarga untuk mengakses konten yang sesuai, menghindari misinformasi, dan jaga kerahasiaan data pribadi,” katanya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan dilanjutkan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah seorang peserta, Aulia, bertanya tentang bagaimana dampak dan solusinya jika seseorang tidak sengaja menyebarkan informasi yang tidak benar.

Wininda menanggapi bahwa hal tersebut termasuk disinformasi. Orang yang menyebarkannya percaya bahwa informasi tersebut benar (padahal tidak), tetapi dia tidak bermaksud membahayakan orang lain. “Adapun risiko yang dihadapi lebih pada tanggung jawab moral,” terang dia.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Pra)

Post Views65 Views
Tags: DigitaldyandraKemenkominfoLiterasi

Related Posts

FIFGROUP Raih Digital Channel Customer Experience Award 2026
Ekonomi

FIFGROUP Raih Digital Channel Customer Experience Award 2026

by Syamhudi
Jumat, 1 Mei 2026
13
ACC Hadir di SYAFIF 2025 Dukung GERAK Syariah OJK
Ekonomi

ACC Hadir di SYAFIF 2025 Dukung GERAK Syariah OJK

by Wahyu
Kamis, 27 Februari 2025
15

RECOMMENDED

Astra Financial Hadir di GIIAS 2026, Tawarkan Promo Pembiayaan hingga Benefit Rp6,9 Juta

Astra Financial Hadir di GIIAS 2026, Tawarkan Promo Pembiayaan hingga Benefit Rp6,9 Juta

30 Juli 2026
7
LEPAS E4 EV Resmi Meluncur, Harga GIIAS 2026 Mulai Rp339 Juta

LEPAS E4 EV Resmi Meluncur, Harga GIIAS 2026 Mulai Rp339 Juta

30 Juli 2026
11

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    584 shares
    Share 234 Tweet 146
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    385 shares
    Share 154 Tweet 96
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    377 shares
    Share 151 Tweet 94
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    346 shares
    Share 138 Tweet 87
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    345 shares
    Share 138 Tweet 86
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM