Manado, Media-profesi.com – Sebanyak 927 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” secara virtual di Manado, Sulawesi Utara. Kegiatan ini merupakan program dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo untuk membuat sosialisasi dan penyuluhan mengenai literasi digital kepada masyarakat Indonesia.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Tema yang diangkat pada hari ini adalah “Tips dan Trik Menghindari Kejahatan di Ruang Digital”.
Program kali ini menghadirkan empat pemateri yang terdiri dari Indah Wenerda selaku anggota Japelidi sekaligus dosen Prodi Ilmu Komunikasi, Stanley Karouw selaku Staf Khusus Bidang Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Kota Bitung, Mouren Monigir selaku Humas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Gorontalo, serta Isnawati Ilahude selaku pemengaruh (influencer), dosen, dan pelaku UMKM.
Acara tersebut dipandu Tristania Dyah sebagai moderator. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi diselenggarakan dengan menargetkan 57.550 peserta.
Indah Wenerda memaparkan bahwa terdapat empat indikator yang menunjukkan kecakapan individu dalam bermedia digital, dimulai dari pengetahuan dasar dalam menggunakan perangkat keras digital seperti gawai dan komputer hingga pengetahuan dasar tentang beragam aplikasi dompet digital dan lokapasar.
Menurut Stanley Karouw, sebaiknya masyarakat tidak mengirimkan NPWP, foto KTP, ataupun data pribadi lainnya lewat pesan teks untuk melindungi jejak digital.
Pada kesempatan yang sama, Isnawati Mohamad menjelaskan bagaimana etika yang tepat saat berhadapan dengan pelanggan yang rewel, seperti mempersiapkan mental, mendengarkan dan berempati, menunjukkan bahasa tubuh atau bahasa verbal yang sopan, serta memberikan solusi dan kompensasi sederhana.
Sedangkan Mouren Monigir menjelaskan, penyebab utama dari kasus penipuan investasi adalah masyarakat yang mudah tergiur dengan bunga tinggi, belum memahami investasi, serta pelaku umumnya menggunakan tokoh agama atau tokoh masyarakat. Akibatnya, muncul ketidakpercayaan dan anggapan negatif terhadap produk keuangan.
Setelah pemaparan materi dari narasumber, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang ditanggapi secara antusias oleh para peserta. Salah satu pertanyaan menarik datang dari peserta bernama Riska yang menanyakan bagaimana UMKM yang masuk ke lokapasar dapat bersaing dengan UMKM lainnya. Menurut Isnawati, hal itu dapat diselesaikan dengan melihat kelebihan dan kekurangan dari saingan yang dimiliki.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Pra)





