MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 23 Januari 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 23 Januari 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Kemitraan Jaringan dan Keamanan di Era ‘Bekerja dari Mana Saja’

Pratama by Pratama
Selasa, 3 Agustus 2021
in Teknologi
Kemitraan Jaringan dan Keamanan di Era ‘Bekerja dari Mana Saja’
202
VIEWS

Oleh: Robert Suryakusuma, Country Manager Indonesia, Aruba, Perusahaan Hewlett Packard Enterprise

Jakarta, Media-profesi.com – Tren hybrid working yang berkembang saat ini menunjukkan bahwa praktik kerja tradisional akan terus ditata ulang. Era ‘bekerja dari mana saja’ tersebut telah bertransformasi menjadi sebuah fase arsitektural baru: dari edge ke cloud (edge-to-cloud).

Tetapi dengan 75% data korporasi dihasilkan dan diproses di luar data center tradisional atau cloud, dan lebih dari 50 miliar perangkat saling terkoneksi diperkirakan akan mendorong inisiatif-inisiatif bisnis digital dalam 5-10 tahun ke depan, berbagai organisasi/perusahaan harus fokus menciptakan arsitektur yang memungkinkan mereka untuk meraih yang terbaik dari transformasi digital mereka dan menghadirkan tempat kerja hybrid yang mumpuni, bahkan setelah disrupsi akibat pandemi mereda. Semua ini akan difasilitasi oleh adanya sinergi yang sangat penting antara jaringan dan keamanan.

Pentingnya arsitektur jaringan yang tepat

Perubahan seketika menuju penerapan remote working membuat perhatian tertuju pada jaringan sebagai sarana untuk mendukung setiap aspek bisnis, mulai dari menghubungkan karyawan ke aplikasi-aplikasi penting hingga mereka-ulang model-model bisnis. Ketika peluang untuk kembali ke kantor dan melakukan perjalanan bisnis masih belum menentu, survei terbaru kami di kalangan para pengambil keputusan TI di seluruh dunia mengungkapkan bahwa 83% perusahaan ingin mempertahankan, jika tidak meningkatkan, investasi mereka dalam jaringan berbasis cloud – di mana Asia Pasifik menjadi yang terdepan dengan peningkatan investasi sebesar 45%. Laporan ini menunjukkan pentingnya manajemen jarak jauh (remote management) dalam skala besar, dengan tetap memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang sangat tersebar seperti saat ini.

Akan tetapi, menciptakan arsitektur jaringan yang tepat bukanlah tugas yang mudah. Selain scalability, syarat lain yang harus dipenuhi adalah pemisahan solusi jaringan tingkat perusahaan (enterprise-grade) dari tingkat konsumen (consumer-grade). Hal ini, termasuk kemudahan konektivitas, serta performa dan reliability seperti yang dirasakan kantor dengan kenyamanan dan keamanan di rumah karyawan.

Misalnya, remote access point (AP) berkinerja tinggi harus bisa dipasang dan dikelola dengan mudah (zero-touch provisioning). Fitur plug-and-play yang tidak memerlukan bantuan langsung dari para profesional/teknisi TI saat instalasi dan memastikan akses yang konsisten terhadap data dan aplikasi yang secara rutin digunakan oleh karyawan saat mereka bekerja di rumah. Ini sangat cocok diimplementasikan untuk menjaga kontinuitas bisnis dalam skala besar .

Salah satu perusahaan media ternama di Singapura dan Bank Koperasi milik negara di India adalah contoh perusahaan yang mengubah infrastruktur jaringan mereka menjadi lebih resilient, fleksibel, dan scalable, dengan tetap mengedepankan kebutuhan karyawan dan pelanggan yang sangat penting pada masa yang penuh ketidakpastian ini.

Konvergensi keamanan dan jaringan

Dalam transisi ke lingkungan kerja hybrid, organisasi/perusahaan juga memasang serangkaian perangkat berkemampuan IoT untuk membuat operasional mereka menjadi lebih efisien, cerdas, dan dinamis. Namun, perimeter keamanan yang makin meluas dan blur ini telah menjadi persoalan besar. Apabila keamanan ditanamkan ke dalam arsitektur jaringan melalui berbagai solusi pihak ketiga yang berbeda tanpa koordinasi, maka jaringan tersebut dapat menjadi sasaran serangan empuk pelaku kejahatan.

Para pemimpin perusahaan harus berhati-hati dalam merancang kemitraan yang sangat esensial antara fungsi jaringan dan keamanan, dan kehadiran Secure Access Service Edge (SASE) akan mempercepat integrasi tersebut.

Secara tradisional, perusahaan menerapkan solusi keamanan secara terpisah di dalam jaringan sebagai elemen tambahan yang membuat visibilitas terhadap ancaman sistemik menjadi lebih kompleks. Oleh karena jaringan itu sendiri membawa semua data di Edge, tidak ada alasan untuk membuat keamanan terpisah dari jaringan. Sebaliknya, solusi keamanan dapat langsung dipasang ke dalam jaringan untuk mengatasi berbagai kerentanan secara real time. Di sinilah SASE hadir untuk mengharmonisasi fungsi yang berbeda-beda tadi, guna menghadirkan konektivitas yang mulus dan user experience yang luar biasa, serta kemampuan keamanan cloud yang komprehensif.

Masa depan adalah keamanan Edge-to-Cloud

Waktu yang terus berjalan menuntut transformasi jaringan dan keamanan. Itulah yang saat ini kita saksikan. Organisasi/perusahaan juga sudah memiliki kebebasan untuk menilai platform-platform apa yang menawarkan kebebasan untuk mengintegrasikan solusi-solusi jaringan dan keamanan terbaik yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dan paling penting sesuai dengan kondisi mereka.

Pendekatan ini menjadi fondasi bagi organisasi/perusahaan untuk beradaptasi dan mengatasi berbagai tantangan dalam menerapkan sistem kerja hybrid, dan untuk mengimbangi lanskap keamanan yang terus berkembang.

Post Views37 Views
Tags: ArubaEnterprise cloud

Related Posts

Platform Trend Micro Raih Lebih dari 10K Pelanggan Enterprise Besar, Memperluas Solusi yang Sudah Terbukti ke UKM
Teknologi

Platform Trend Micro Raih Lebih dari 10K Pelanggan Enterprise Besar, Memperluas Solusi yang Sudah Terbukti ke UKM

by Pratama
Jumat, 6 September 2024
40
Apa Selanjutnya untuk Enterprise Masa Depan: Membangun Resiliensi di Tahun 2023 dan Berikutnya
Teknologi

Apa Selanjutnya untuk Enterprise Masa Depan: Membangun Resiliensi di Tahun 2023 dan Berikutnya

by Wahyu
Selasa, 27 Desember 2022
22

RECOMMENDED

Audi Perkenalkan Mobil Balap Pertama Audi R26 untuk Ajang Formula 1

Audi Perkenalkan Mobil Balap Pertama Audi R26 untuk Ajang Formula 1

23 Januari 2026
11
Caroline.id Gelar Bazaar Diskon Mobil Bekas Serentak di Tiga Cabang

Caroline.id Gelar Bazaar Diskon Mobil Bekas Serentak di Tiga Cabang

23 Januari 2026
9

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    567 shares
    Share 227 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    363 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    357 shares
    Share 143 Tweet 89
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    322 shares
    Share 129 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM