Wajo, Media-profesi.com – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” kembali diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Acara ini dilaksanakan secara virtual pada 4 Agustus 2021 di Wajo, Sulawesi Selatan.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini yang diangkat adalah “Cara Aman Investasi Online”.
Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Head of Public Policy and Government Relation Gojek Indonesia, Charly Raya; ekonom Indef, Nailul Huda; Ketua Pusat Edukasi Saham Indonesia, Yana Amalia; dan pemengaruh (influencer), Andy Rezky.
Adapun bertindak sebagai moderator adalah jurnalis, Rosniawati. Kegiatan webinar kali ini diikuti oleh 830 peserta. Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.
Menurut Andy Rezky, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan saat menjadi penjual di lokapasar, yakni produk, konten, dan pasar.
“Tentukan produk apa yang akan dijual dan pastikan kita memahami produk itu dengan baik. Lalu, tentukan target pasar dan aplikasi yang akan digunakan untuk menjual produk kita. Untuk memasarkannya, buat konten yang menarik dan mudah dipahami,” saran dia.
Charly Raya mengatakan, anyaknya barang impor yang dijual di e-dagang menjadi sorotan. Solusinya, kata Charly, UMKM lokal harus didorong agar melek digital dan memasarkan produk secara digital sehingga bisa berkompetisi.
“Dari 62 juta UMKM, baru 6 juta yang ada di e-dagang. Produk UMKM kita bagus, tetapi juga harus terekspos melalui pemasaran digital,” tandasnya.
Ditambahkan Nailul Huda, tingginya penetrasi internet di Indonesia dan bertumbuhnya populasi kelas menengah adalah peluang yang harus dioptimalkan.
“Menurut data BPS, 50% penduduk adalah Gen Milenial dan Gen Z yang mampu beradaptasi lebih cepat dibanding generasi lainnya. Maka, peluang penjualan secara daring pun meningkat,” tuturnya.
Sementara Yana Amalia mengatakan, kesalahan terbesar investor pemula adalah tidak jelas apa tujuan investasinya. “Tetapkan tujuan sebelum berinvestasi. Mau investasi apa, di mana, berapa lama, berapa modalnya, serta cari tahu ilmunya. Investasi daring pun aman jika punya ilmunya,” terang Yana.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu peserta webinar, Puteri, bertanya tentang manakah yang lebih baik antara menjual produk yang sudah banyak beredar atau produk baru dan unik jika UMKM adalah pemain baru di lokapasar.
Charly Raya mengatakan bahwa UMKM harus mengenali konsumen dan ketahui kebutuhannya. “Upayakan agar konsumen terekspos dengan produk kita. Setelah itu, cari tahu apakah mereka menyukainya,” lanjutnya.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun media sosial @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Pra)





