Donggala, Media-profesi.com – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 9 Agustus 2021 di Donggala, Sulawesi Tengah.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Membangun Usaha Online”.
Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber Indonesia CISSReC, Pratama Persadha; Founder Language Learning Center Tentena & dosen STT GKST Tentena, Adistiah Nathalini Sigilipu; Founder Digital Media Tana Poso & Co Founder Yayasan Sikola Mombine, Gunawan Primasatya; serta Digital Marketing Trainer, Bryan Erfanda Putra.
Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Septi Wulandari selaku jurnalis. Kegiatan webinar kali ini diikuti oleh 547 peserta dari berbagai kalangan.Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Bryan Erfanda Putra mengatakan, di media sosial, konsumen ibarat masuk dan melihat di mal atau pasar tradisional, sehingga perlu membuat konten menarik. Tawarkan produk terbaik, potongan harga, dan lainnya.
“Sehingga konsumen bisa berlanjut ke ‘kasir’, sementara di toko daring, bisa ke WA atau DM Instagram,” ujarnya.
Ditambahkan Gunawan Primasatya bahwa platform media digital yang tersedia harus dimanfaatkan dengan cerdas dan pahami fiturnya.
“Pelaku usaha bisa menaikkan rating di lokapasar dengan ulasan positif. Mulai berjualan dari lingkungan terdekat, selanjutnya beri tautan untuk mengisi ulasan bagus agar reputasi meningkat,” terangnya.
Sedangkan Adistiah Nathalini Sigilipu menjelaskan, disamping kecakapan digital, kontrol diri dan pengetahuan merupakan tameng dari perilaku konsumtif. “Bisa memilah kebutuhan dan keinginan merupakan bentuk kontrol diri,” tegasnya.
Adapun Pratama Persadha mengatakan, pelaku usaha daring harus mengamankan gawai dari berbagai risiko keamanan. “Pilih saluran internet yang aman dan platform belanja harus memiliki kata sandi berbeda satu sama lain,” pesannya.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Para peserta tampak antusias mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.
“Langkah apa yang harus diperhatikan bagi pengusaha daring pemula?” tanya Yenny, salah satu peserta Literasi Digital di Donggala. Gunawan Primasatya menjelaskan, mengenali pasar merupakan hal pertama yang harus dilakukan sebelum memulai usaha daring.
“Memahami perlakuan apa yang harus diberikan dan nilai yang bisa dibagi kepada konsumen,” paparnya.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Wah)





