Polewali Mandar, Media-profesi.com – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 16 Agustus 2021 di Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Mari Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital”.
Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Pegiat Japelidi dan Dosen Komunikasi Universitas Teknologi Yogyakarta, Popi Andiyansari; Ketua AJI Kota Mandar, Rahmat F.A; Digital Literasi Officer ICT Watch, Matahari Timoer; serta Creative Director dan CEO Waesinema, Zhaddam Aldhy Nurdia. Sebagai moderator adalah Manager Riset KIC, Vivi Zabkhia.
Kegiatan webinar kali ini diikuti oleh 710 peserta dari berbagai kalangan usia dan profesi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Popi Andiyansari menyarankan agar dalam bermedia sosial hendaknya selalu menggunakan bahasa yang baik dan benar, memilih konten yang bermanfaat, serta memberikan informasi yang berguna bagi orang lain.
Berikutnya, Matahari Timoer mengatakan, norma berinteraksi harus diterapkan baik di dunia maya maupun dunia nyata. “Sadari bahwa dalam berinteraksi dengan sesama, penggunaan bahasa bisa disalahartikan jika bercakap di media sosial. Namun begitu, jadilah orang pemaaf jika ada kekeliruan,” ujarnya.
Menurut Zhaddam Aldhy Nurdin, adanya batasan bukan berarti dikotakkan, melainkan mengatur supaya kita tetap baik di ranah digital. “Pahami aturannya agar menjadi kuat saat menghadapi setiap permasalahan di dunia digital,” ucapnya.
Adapun Rahmat FA, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan menyampaikan kiat aman bermedia sosial, di antaranya mengatur fitur-fitur akun.
“Gunakan e-mail berbeda untuk akun media sosial dan data perbankan untuk transaksi keuangan. Jika suatu saat dijebol, maka tidak semua data dicuri,” paparnya.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.
“Adakah tips dan trik agar jejak digital tidak menjadi senjata makan tuan di masa mendatang?”, ujar Ana Husnayanti, salah satu peserta dari kegiatan Literasi Digital di Polewali Mandar. Rahmat FA menekankan, media sosial hendaknya jangan dijadikan tempat curhat. “Jangan terjebak pada media sosial karena jejak digital bisa dijadikan alat untuk mengetahui karakter penggunanya,” papar ketua AJI Kota Mandar itu.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Pra)





