Barru, Media-profesi.com – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 19 Agustus 2021 di Barru, Sulawesi Selatan.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital”.
Program kali ini dipandu Ginar Ayuningtyas sebagai moderator dan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Public Speaker, Duta Wisata Indonesia 2017 & pemilik @mydearscarf, Indira Salsabila Ayuwibowo; narablog & kreator konten digital, Valentina Melati; Researcher Indonesian Forum, A. Andini Radisya Pratiwi; serta Trainer Cek Fakta, Muhammad Yunus. Kegiatan kali ini diikuti oleh 869 peserta.
Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Pemateri pertama, Indira mengatakan, belanja daring yang aman dapat dilakukan dengan menghindari penggunaan Wi-Fi publik, memilih laman belanja dan penjual terpercaya, mencermati deskripsi produk, menggunakan rekening khusus, serta menyimpan bukti transaksi.
Berikutnya, Valentina mengatakan, dalam bertransaksi daring, baik penjual maupun pembeli haruslah bersikap santun, menggunakan bahasa yang jelas, saling peduli dan menghargai, menyadari posisi, menjaga emosi, dan tidak memancing perselisihan.
Sedangkan Andini menuturkan, tren pembayaran non tunai di Indonesia tumbuh pesat sejak 2018. Keabsahan transaksi digital diatur dalam UU ITE dan Perlindungan Konsumen, di mana pembayaran bisa dilakukan melalui transfer bank, toserba, maupun dompet digital.
Adapun M. Yunus, sebagai pemateri terakhir, mengatakan, berbagai jenis penipuan mulai dari pengelabuan hingga pencurian identitas dapat dihindari dengan tidak bertransaksi saat sibuk atau pikiran sedang tidak fokus, tidak mudah tergiur penawaran tak wajar, serta teliti terhadap tampilan laman dan nomor kontak mencurigakan.
“Gunakan kata sandi kuat, verifikasi dua langkah, serta memperbarui anti virus & malware,” pesannya.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.
Salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang seberapa efektif dan amankah transaksi daring. Narasumber menjelaskan bahwa efektifitasnya mempermudah transaksi, namun, terkait keamanan memang rawan jika kita tak cermat.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam)





