Konawe, Media-profesi.com – Sebanyak 912 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 27 Agustus 2021 di Konawe, Sulawesi Tenggara.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital”.
Program kali ini dipandu Shinta Ardhan sebagai moderator dengan menghadirkan empat narasumber, yaitu dosen Ilmu Komunikasi Univ. Semarang, Retno Manuhoro; pemengaruh & marketing digital Nufadhillah; Senior Manager Public Policy & Government Relations Gojek, Mohammad Khomeiny; serta Digital Marketing Consultant, Rosmini Hamid.
Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Pemateri pertama adalah Retno mengatakan, metode pembayaran non tunai kian berkembang menunjang pertumbuhan transaksi digital. Untuk keamanannya, aktifkan otentikasi dua langkah dan biometrik, verifikasi pembayaran, serta gunakan aplikasi terpercaya.
Berikutnya, Nufadhillah mengatakan, dalam bertransaksi digital, perhatikan aspek keamanan dengan rutin mengganti kata sandi, menjaga kerahasiaan OTP, hindari penggunaan Wi-Fi publik saat transaksi keuangan, dan belanja daring di laman atau aplikasi terpercaya.
Sedangkan M. Khomeiny menuturkan, transformasi digital tak dapat dihindari dan diperlukan bagi pembangunan serta pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, berbagai modus penipuan yang kian marak harus diwaspadai masyarakat dalam aktivitas transaksi digital. Pemahaman terkait legalitas dan kewaspadaan dalam transaksi digital mesti terus ditingkatkan.
Adapun Rosmini mengatakan, kenalilah berbagai jenis modus penipuan daring lewat ponsel, laman, toko daring maupun lokapasar. Antisipasi penipuan dengan memperkuat kata sandi, gunakan jaringan internet yang aman, hapus data pada gawai lama, jangan mudah tergiur tawaran hadiah, dan jaga kerahasiaan data pribadi.
Usai pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh para peserta. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.
Salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang apa yang perlu diperbaiki terkait keamanan transaksi digital. Narasumber menjelaskan bahwa semua teknologi selalu memiliki celah keamanan. Sistem keamanan selalu diperbaiki dan dikembangkan, namun yang utama adalah kesadaran pengguna untuk menerapkan langkah-langkah keamanan transaksi digital.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Wah)





