MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 15 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 15 Juni 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Berhati-Hati Mengunggah Sesuatu agar Tak Menjadi Bumerang di Masa Depan

Wahyu by Wahyu
Selasa, 26 Oktober 2021
in Teknologi
Berhati-Hati Mengunggah Sesuatu agar Tak Menjadi Bumerang di Masa Depan
18
VIEWS

Mamasa, Media-profesi.com – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 25 Oktober 2021 di Mamasa, Sulawesi Barat.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Mari Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital”.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini. Masing-masing yakni, Founder Resensi Institute, Hartono Tasir Irwanto; anggota Japelidi, Andi Fauziah Astrid; peneliti & kreator konten, Muhammad Albar; serta pemengaruh/penyiar/host, Andi Widya Syadzwina.

Sedangkan moderator yaitu Humaerah. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

Beralih ke sesi pemaparan, materi pertama dibawakan oleh Hartono Tasir Irwanto yang menyampaikan bahwa Indonesia termasuk empat besar konsumen digital global, namun indeks literasi Indonesia berada di posisi 60 dari 61 negara. Padahal, kecakapan literasi digital bertujuan memastikan durasi waktu belajar yang lebih banyak ketimbang durasi penggunaan layar, sebagai fondasi sikap kritis, serta penyaring informasi yang salah dan benar.

“Ada dua hal yang diperlukan dalam literasi, yaitu logika (berfungsi mengukur benar salahnya sesuatu), dan referensi (memperdalam apa yang dibaca),” jelasnya.

Selanjutnya, Andi Fauziah Astrid  mengatakan, ujaran kebencian atau hate speech merupakan ekspresi yang mengajak untuk mendiskreditkan, menyakiti seseorang atau kelompok tertentu. Warganet umumnya nyaman melakukan ujaran kebencian di media sosial karena merasa identitasnya tidak diketahui daripada mengungkapkannya secara langsung, padahal tidak demikian.

“Ada dua regulasi yang mengatur larangan ujaran kebencian, yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),” ujarnya.

Pemateri ketiga, Muhammad Albar mengatakan, manfaat positif internet yaitu sebagai media informasi dan mempermudah komunikasi. Di sisi lain, dunia maya kerap menghadirkan hoaks serta banyak ujaran kebencian. Sejatinya, kebebasan berekspresi warganet dalam mengunggah konten di media sosial dibatasi hak atau kebebasan warganet lainnya. Sehingga, hindari menyebarkan data pribadi, hal-hal sensitif dan menyinggung orang lain, serta memamerkan kekayaan.

“Pikirkan apa yang akan Anda posting, jangan sampai menjadi bumerang di masa depan,” pesannya.

Andi Widya Syadzwina mengatakan, kiat agar aman di dunia maya, antara lain berperilaku baik, periksa pengaturan akun dan kata sandi, hindari menyebar rumor, tidak sembarangan menerima pertemanan, pikir dahulu sebelum mengunggah sesuatu, dan verifikasi berita sebelum dibagikan.

“Jejak digital yang ditinggalkan seseorang di dunia maya bisa mencerminkan sikap dan perilaku seseorang di dunia nyata,” ungkapnya.

Setelah pemaparan semua materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu Humaerah.

Salah seorang peserta, Nabila, bertanya tentang bagaimana upaya bagi siswa yang ingin mengembangkan literasi digital dengan keterbatasan perangkat. Menanggapi hal tersebut, Hartono Tasir bilang, harapan bagi warga desa cukup terbuka karena pemerintah akan membantu  mendorong ketersediaan infrastruktur digital, dan warganet juga bisa memanfaatkan fasilitas publik untuk belajar di internet secara positif.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Wah)

Post Views67 Views
Tags: DigitaldyandraJokowiKemenkominfoLiterasiLuhut

Related Posts

FIFGROUP Raih Digital Channel Customer Experience Award 2026
Ekonomi

FIFGROUP Raih Digital Channel Customer Experience Award 2026

by Syamhudi
Jumat, 1 Mei 2026
13
ACC Hadir di SYAFIF 2025 Dukung GERAK Syariah OJK
Ekonomi

ACC Hadir di SYAFIF 2025 Dukung GERAK Syariah OJK

by Wahyu
Kamis, 27 Februari 2025
15

RECOMMENDED

Disebut Hidden Gem Bursa, Metrodata Bagi Dividen Rp27 per Saham dan Siapkan Strategi Baru

Disebut Hidden Gem Bursa, Metrodata Bagi Dividen Rp27 per Saham dan Siapkan Strategi Baru

15 Juni 2026
10
KB Bank Gelontorkan Rp720 Miliar, Siapa Sosok di Balik Ekspansi Raksasa Logistik Rantai Dingin Ini?

KB Bank Gelontorkan Rp720 Miliar, Siapa Sosok di Balik Ekspansi Raksasa Logistik Rantai Dingin Ini?

15 Juni 2026
18

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    575 shares
    Share 230 Tweet 144
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    331 shares
    Share 132 Tweet 83
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM