Jakarta, Media-profesi.com – Penyelenggaraan konferensi dan pameran Virtual The 10th Indonesia EBTKE Conference and Exhibition 2021 sudah memasuki hari ketiga. Konferensi yang memadukan antara beberapa stakeholders seperti pemerintah, swasta, pengamat, akademisi dan para praktisi energi terbarukan menggelar diskusi yang terdiri dari beberapa sesi utama (plenary session) dan untuk pembahasan yang lebih teknis masuk dalam beberapa kategori pada parallel session.
Diskusi yang digelar bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai perkembangan dan tantangan serta solusi dalam pengembangan energi baru terbarukan serta konservasi energi dari sudut pandang yang berbeda dari setiap pihak.
Pelaksanaan Indo EBTKE ConEx hari ketiga menghadirkan Plenary Session IV dengan tema ‘Investment Forum’ yang menghadirkan keynote speech dari Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi RI, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Investasi/BKPM, Kementerian Perdagangan, dan Kedutaan Besar Inggris.
Sesi ini dilanjutkan dengan diskusi panel dengan pembicara dari Dannif Danusaputro selaku Presiden Direktur PT Pertamina Power Indonesia, Wiluyo Kuswiharto selaku Direktur Energi Terbarukan dan Mega Proyek PT PLN, Allard Nooy selaku CEO Infraco ASIA, dan Erwin Syahruzard selaku Presiden Direktur PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Acara di hari ketiga dilanjutkan dengan diskusi panel mengenai ‘Building Synergy for Renewable Energy Skills Development in Indonesia: Opportunities through International Cooperation’ yang dibuka dengan keynote speech dari Prahoro Yulijanto Nurtjahyo selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ESDM RI.
Kemudian ada juga Plenary Session on VRE Ocean Energy, Hydro and Energy Efficiency dengan keynote speech dari Chrisnawan Anditya selaku Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM.
Selain itu, di hari ketiga ini juga dihadirkan parallel session yang menghadirkan diskusi-diskusi panel mengenai Ocean, Hydro, and Energy Efficiency. Serta parallel class: virtual training yang mempresentasikan ragam diskusi dan inspirasi dari para lembaga internasional seperti dari NZ Mates, GIZ, dan ISED. ISED pada penyelenggaraan tahun ini juga mengadakan virtual career fair dengan mengadakan ragam acara yaitu coaching class, networking session, dan inspiring talks yang bertujuanuntuk menjaring potensial talenta-talenta muda untuk berpartisipasi dalam usaha energi terbarukan dan konservasi energi.
Virtual The 10th Indonesia EBTKE ConEx 2021 yang merupakan agenda tahunan dari Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menghadirkan beberapa kegiatan hingga tanggal 27 November 2021 mendatang. Kegiatan ini mencakup virtual conference, virtual training, virtual exhibition, virtual career fair, business presentation, business matching, dan virtual field trip.
Pengunjung dapat mengikuti kegiatan dengan melakukan registrasi di https://virtualindoebtkeconex.com/ tanpa dipungut biaya. Informasi lebih lengkap mengenai detail dan program acara Virtual The 10th Indonesia EBTKE ConEx 2021 dapat dilihat pada akun Instagram @ebtkeconexid.
Acara Indo EBTKE ConEx 2021 juga didukung oleh main sponsor: MENTARI UK-Indonesia Low Carbon Energy Partnership, platinum sponsor: Proyek ISED, Konfederasi Pemerintah Swiss, gold sponsor: BPDPKS-Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, silver sponsor: Swedish Energy Agency and Business Sweden, Bukit Asam, dan sponsor: Star Energy Geothermal. * (Syam/Wah)





