MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Dampak Pandemi Covid-19, 88% UMKM Mengalami Penurunan Permintaan Produk

Syamhudi by Syamhudi
Selasa, 25 Januari 2022
in Ekonomi
Dampak Pandemi Covid-19,  88% UMKM Mengalami Penurunan Permintaan Produk
19
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Pada masa pandemi ini, UMKM menjadi salah satu sektor yang terdampak secara negatif. Untuk membantu dan mendukung UMKM menghadapi dampak pandemi Covid-19, Pemerintah telah mengeluarkan bantuan insentif fiskal lewat Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pada Media Meet-Up yang diadakan oleh Niagahoster, Selasa (25/1), Dr. Iwan Faidi, Asisten Deputi Koperasi dan UMKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia menyampaikan, dampak Covid-19 sangat terasa bagu UMKM Indonesia.

Melalui survei pada 1.180 UMKM, didapatkan bahwa 88% UMKM mengalami penurunan permintaan produk, 97% UMKM mengalami penurunan nilai aset, serta 77% UMKM mengalami penurunan pendapatan.

“Pemerintah menyalurkan bantuan insentif fiskal lewat program PEN sejak tahun 2020 dan dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sampai dengan 17 Januari 2022 sudah disalurkan sebesar Rp6,02 triliun pada 0,17 juta debitur. Hasilnya, UMKM sudah mulai kembali beroperasi normal dibandingkan awal pandemi,” katanya.

Bantuan PEN juga kemudian digunakan UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital, karena mau tidak mau UMKM harus masuk ke pasar digital agar bisa bertahan. Mereka dihadapkan pada tantangan baru, karena 80% UMKM bahkan sebelumnya tidak menggunakan internet dalam menjalankan bisnis.

“Pandemi Covid-19 juga menjadi momentum percepatan digitalisasi UMKM karena kita sudah mulai nyaman bertransaksi online. Selama pandemi, UMKM menggunakan berbagai jaringan marketplace untuk memasarkan produk. 40% UMKM menggunakan media sosial dan sisanya menggunakan instan messaging (38%),” ujar Iwan.

Manfaat digitalisasi sudah mulai dirasakan oleh UMKM, karena go digital membantu branding dan pemasaran UMKM, serta mempermudah transaksi UMKM dan pencatatan keuangan dengan memanfaatkan platform pembayaran.

Strategi Digital Marketing yang Harus Diperhatikan oleh UMKM Go Online

Ada beberapa poin yang harus diperhatikan oleh UMKM yang ingin go online. Dimas Gandhi Purba Diwantara. Digital Marketing Specialist Niagahoster menjelaskan bahwa banyak orang yang menentukan keputusan untuk membeli sesuatu secara online.

“Meskipun tidak membeli, tapi proses kebanyakan orang sebelum membeli sesuatu adalah mencarinya lewat Google. Sehingga go online memang sangat berpengaruh di jaman sekarang. Go online juga memiliki biaya yang lebih murah, efektif, dan hasil yang lebih terukur,” ujarnya.

Dengan pengguna internet yang diperkirakan menyentuh angka 239 juta pada tahun 2026, UMKM harus menangkap dan memanfaatkan peluang tersebut dengan go online. Namun tentu saja ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum UMKM go online.

Dimas menjelaskan, UMKM harus memahami target audiens mereka. Kepada siapa mereka akan menjual produk yang mereka miliki.

“Pelanggan ada di fase yang berbeda-beda yang nantinya bisa menjadi strategi yang dapat kita gunakan saat go online. Tentukan channel digital yang tepat di mana target kita berada, dan maksimalkan resource yang ada untuk melakukan digital marketing. Yang tidak kalah penting adalah pelaku UMKM harus mempelajari dan melakukan teknik copywriting,” ujarnya.

Dimas menyarankan beberapa channel digital yang bisa digunakan untuk memulai go online. Antara lain ada WhatsApp Business, Google My Business, website, e-commerce, email, dan media sosial. Tiap channel eksekusinya tentu berbeda meskipun kita memiliki satu ide marketing besar.

“Selain itu juga terapkan mindset untuk tidak selalu membuat konten hardselling, tapi buat juga konten edukasi yang bisa membantu orang lain yang awalnya tidak mengenal usaha kita bisa jadi kenal, interaksi, sampai muncul ketertarikan untuk mengetahui lebih banyak hingga akhirnya membeli produk atau jasa yang kita tawarkan,” kata Dimas.

Maksimalkan Platform Website Sebagai Online Presence UMKM

Salah satu channel digital yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM untuk go online adalah website. Keberadaan website menjadi solusi ultimate untuk kehadiran online suatu usaha. Memiliki website, memberikan kontrol penuh pada UMKM terhadap kehadiran online mereka.

Bijak Putranto, Head of Niagaweb, menjelaskan, berbeda dengan online presence menggunakan media sosial atau marketplace, memiliki website memberi kita kebebasan untuk membuat aturan kita sendiri. Meskipun pemilik UMKM tidak harus memasuki dunia digital melalui website, namun memiliki website sendiri bisa membantu UMKM untuk tumbuh dengan baik dan kokoh.

“Analoginya seperti seorang pebisnis kuliner yang tidak memiliki gerai sendiri dan berjualan di area Car Free Day, di pasar, atau di Foodcourt, tentunya harus menaati peraturan yang ditetapkan oleh pemilik area tersebut. Jika mereka memiliki warung atau gerai sendiri, mereka bisa mengatur semuanya sesuai keinginan. Hal itu sama jika kita memiliki website,” katanya.

Namun, website tidak semudah platform lain yang didesain oleh pemiliknya untuk bisa dimodifikasi semudah mungkin. Sehingga membutuhkan adanya tenaga lebih untuk membuat dan me-maintain website.

Untuk hal itu, Niagaweb memberikan solusi jasa pembuatan website yang sesuai dengan kebutuhan pemilik UMKM. Selain itu juga ada solusi lain dari Niagahoster bagi UMKM ingin membuat website namun masih ingin bisa berkreasi yaitu menggunakan Website Instan.

“Sudah banyak cerita dari pemilik bisnis yang menggunakan jasa Niagaweb dan merasa pertumbuhan bisnisnya semakin bagus. Ketika merasa sulit berkompetisi untuk berjualan di media sosial dan marketplace, website bisa menjadi solusi karena pemilik usaha bisa lebih bebas mengatur harga dan berkompetisi dengan lebih sehat. Dengan website, pemilik UMKM juga tidak perlu membayar biaya admin marketplace yang semakin mahal,” tutur Bijak. * (Syam)

Post Views63 Views
Tags: belanja onlinee-commerceNiagahosterumkm

Related Posts

ACC Tanam 5.000 Mangrove di Kalimantan Barat, Aksi Hijau Sekaligus Dukung UMKM Lokal
Sosialita

ACC Tanam 5.000 Mangrove di Kalimantan Barat, Aksi Hijau Sekaligus Dukung UMKM Lokal

by Pratama
Jumat, 15 Mei 2026
24
UMKM Mulai Kurangi Ketergantungan Marketplace, Bangun “Rumah Digital” Sendiri
Teknologi

UMKM Mulai Kurangi Ketergantungan Marketplace, Bangun “Rumah Digital” Sendiri

by Pratama
Jumat, 15 Mei 2026
18

RECOMMENDED

Dari Ratu Drift ke Balap Touring, Mampukah Rachel Cia Bersinar di Mandalika?

Dari Ratu Drift ke Balap Touring, Mampukah Rachel Cia Bersinar di Mandalika?

13 Juni 2026
10
Tak Sekadar Lomba, Kompetisi Daihatsu Ini Siapkan Generasi Siap Kerja di Industri Otomotif

Tak Sekadar Lomba, Kompetisi Daihatsu Ini Siapkan Generasi Siap Kerja di Industri Otomotif

13 Juni 2026
12

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    575 shares
    Share 230 Tweet 144
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    330 shares
    Share 132 Tweet 83
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM