MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 14 September 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 14 September 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Riset Entrust di 9 Negara Menemukan Nasabah Khawatir dengan Keamanan Perbakan Digital

Pratama by Pratama
Kamis, 17 Maret 2022
in Teknologi
Riset Entrust di 9 Negara Menemukan Nasabah Khawatir dengan Keamanan Perbakan Digital
35
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Transformasi global dalam dunia perbankan dan pembayaran mengalami akselerasi dalam beberapa tahun belakangan, dan di antara tren online dan pandemi yang melanda dunia, industri ini mengalami disrupsi dari semua sisi.

Nasabah terhubungkan secara digital dalam semua sisi kehidupan mereka – dan mereka berharap pengalaman yang sama saat berhubungan dengan bank dan pembayaran, di mana sejumlah besar nasabah cenderung memilih penawaran digital dari lembaga keuangan mereka.

Di tengah masa-masa yang sangat penting bagi perbankan dan credit unions saat ini, Entrust, pemimpin global dalam trusted identity, pembayaran dan perlindungan data, mengungkapkan bagaimana disrupsi ini telah berdampak terhadap sentimen, preferensi dan kebiasaan nasabah, dalam riset baru mereka yang dirilis hari ini “The Great Payments Disruption.”

Entrust melakukan survei kepada 1.350 nasabah di sembilan negara, yaitu Indonesia, Australia, Kanada, Jerman, Arab Saudi, Singapura, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Amerika Serikat, yang telah melakukan atau menerima pembayaran digital dalam 12 bulan terakhir.

Hasil survei ini membantu memberikan gambaran di mana posisi industri perbankan di tahun 2022 dan bagaimana masa depan seiring dengan berlanjutnya The Great Payments Disruption.

“Penelitian ini menyoroti bahwa jauh dari sebelumnya, nasabah perbankan mendahulukan interaksi digital dan kemudian menciptakan pengalaman digital dengan keamanan sebagai fondasinya,” ucap Angus McDougall, Regional Vice President, Asia Pacific & Japan, Entrust.

Angus McDougall menjelaskan, penelitian kami mendapati bahwa ada preferensi sangat kuat untuk memilih perbankan online dan kekhawatiran yang signifikan mengenai penipuan – bahkan, lebih dari dua pertiga nasabah yang terlibat dalam survei kami pindah ke bank atau credit union lain setelah menerima peringatan mengenai terjadinya penipuan atau kebocoran privasi. Jelaslah bahwa lembaga keuangan harus memperkaya pengalaman digital dengan keamanan yang sudah terbukti, seperti solusi keamanan biometrik untuk meningkatkan kepercayaan dan loyalitas nasabah mereka.

Dimulainya Lanskap Perbankan Baru

Tiap bagian dari penelitian ini mempertimbangkan aspek berbeda dari transisi dalam industri perbankan dan pembayaran karena opsi more digital dan contactless tersedia bagi nasabah. Berikut adalah beberapa temuan penting dari setiap bagian:

  • Touchpoint yang omnichannel (berbagai pilihan saluran transaksi) menjadi semakin penting dalam perbankan digital: Sebanyak 80 persen responden dari Indonesia mengatakan mereka lebih memilih untuk melakukan aktivitas perbankan secara online dalam berbagai bentuknya, ini adalah bukti yang jelas bahwa perbankan digital adalah sebuah kenormalan baru. Akan tetapi, sangat penting untuk tetap menyediakan berbagai opsi digital, karena 71 persen mengatakan mereka lebih memilih menggunakan aplikasi dari bank atau credit union, sementara 9 persen memilih menggunakan web browser di Beberapa orang tetap memilih melakukan kegiatan perbankan langsung seperti di cabang (9 persen) atau di interactive teller machine (6 persen). Secara keseluruhan, ini sejalan dengan tren global dan sangat penting bagi bank untuk menawarkan solusi yang omnichannel (berbagai pilihan saluran transaksi) dan digital-first (transaksi digital yang didahulukan), untuk beresonansi dengan nasabah saat ini.
  • Nasabah sadar akan pentingnya keamanan dan kurangnya keamanan memberikan konsekuensi yang merugikan: Sebanyak 83 persen responden dari Indonesia mengatakan mereka khawatir dengan kemungkinan penipuan bank atau kredit, karena perbankan dan kredit semakin digital. Banyak responden memiliki pengalaman pribadi dengan risiko penipuan, dengan 70 persen mengatakan mereka pernah menerima pemberitahuan mengenai penipuan perbankan pribadi atau kredit dalam 12 bulan terakhir. Insiden ini jelas merusak loyalitas nasabah, karena 63 persen dari responden yang menerima pemberitahuan penipuan akhirnya pindah ke bank atau credit union yang lain.
  • Struktur biaya dan opsi pembayaran yang fleksibel memberikan keunggulan bagi bank: Nasabah kemungkinan besar lebih mempertimbangkan biaya yang lebih rendah, solusi digital dan keamanan saat berpindah ke bank yang lain. Dengan nasabah yang mencari layanan perbankan berkualitas tinggi serta berbiaya rendah, challenger bank bisa menambah disrupsi yang sudah ada dengan menawarkan fasilitas seperti overdraft protection gratis, dan penukaran mata uang asing tak terbatas. Ada daya tarik meluas di atmosfer perbankan digital, dengan 75 persen responden dari Indonesia mengatakan mereka akan mempertimbangkan layanan perbankan online yang branchless. Selain itu challenger bank menawarkan cara pembayaran yang baru, dan 66 persen responden mengatakan mereka akan mempertimbangkan menggunakan mata uang digital untuk pembayaran.
  • Dompet digital terdepan dalam kenaikan pembayaran contactless: Responden dari Indonesia menyebutkan e-wallet/crypto wallets/dompet digital prabayar (65 persen) sebagai metode pembayaran yang paling disukai dan di posisi kedua adalah kartu kredit/kartu debit dengan chip (43 persen). Mengingat 67 persen responden mengindikasikan preferensi mereka untuk membuka akun bank secara digital, penerbitan kartu dengan cepat dan kartu digital bisa menjadi selling point yang efektif. * (Syam/Pra)
Post Views99 Views
Tags: EntrustPerbankanSurveiteknologi keamanan

Related Posts

Bot AI Makin Canggih, Industri Perbankan APAC Dikepung Gelombang Serangan Siber
Teknologi

Bot AI Makin Canggih, Industri Perbankan APAC Dikepung Gelombang Serangan Siber

by Syamhudi
Kamis, 4 Juni 2026
33
Temuan Terbaru Cloudera, Sekitar 80% Perusahaan Menyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data
Teknologi

Temuan Terbaru Cloudera, Sekitar 80% Perusahaan Menyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

by Syamhudi
Rabu, 22 April 2026
14

RECOMMENDED

Waspada Keuangan Ilegal! FIFGROUP Bersama Astra Financial Perkuat Literasi hingga ke Guru dan Pelajar

Waspada Keuangan Ilegal! FIFGROUP Bersama Astra Financial Perkuat Literasi hingga ke Guru dan Pelajar

14 September 2026
21
Merasa Sehat Belum Tentu Aman, Hipertensi Diam-Diam Bisa Berujung Stroke

Merasa Sehat Belum Tentu Aman, Hipertensi Diam-Diam Bisa Berujung Stroke

14 September 2026
16

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    599 shares
    Share 240 Tweet 150
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    399 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM