MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 23 September 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 23 September 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Red Hat Mengurangi Hambatan dalam Proyek Kecerdasan Buatan dengan Red Hat OpenShift

Pratama by Pratama
Selasa, 19 April 2022
in Teknologi
Red Hat Mengurangi Hambatan dalam Proyek Kecerdasan Buatan dengan Red Hat OpenShift
23
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Red Hat Inc, penyedia solusi open source terkemuka di dunia, hari ini mengumumkan hadirnya sertifikasi dan kemampuan baru dalam solusi Red Hat OpenShift, yang bertujuan untuk mengakselerasi delivery aplikasi yang cerdas di hybrid cloud.

Peningkatan ini, termasuk sertifikasi Red Hat OpenShift dengan NVIDIA AI Enterprise 2.0, serta ketersediaan secara umum Red Hat OpenShift 4.10, dimaksudkan untuk membantu perusahaan menjalankan, mengelola dan mengembangkan beban kerja artificial intelligence (AI) dengan lebih percaya diri.

Menurut Gartner®, pendapatan dari software artificial intelligence (AI) di seluruh dunia diperkirakan akan mencapai total US$62,5miliar pada 2022, meningkat 21,3 persen dari tahun 2021. Ketika enterprise mengintegrasikan AI dan kemampuan machine learning ke aplikasi cloud-native untuk memberikan lebih banyak insight dan nilai pelanggan, mereka membutuhkan platform yang lebih agile, fleksibel dan skalabel untuk mengembangkan dan menjalankan model ML dan aplikasi yang cerdas ke dalam produksi dengan lebih cepat.

Red Hat OpenShift direkayasa untuk menyediakan landasan ini dan, dengan pembaruan hari ini, Red Hat OpenShift memudahkan perusahaan untuk menambahkan beban kerja AI ke dalam platform Kubernetes enterprise yang terdepan di industri.

Joe Fernandes, vice president and general manager, Platforms Business Group, Red Hat
mengatakan, “Saat perusahaan beralih ke aplikasi yang cerdas dengan dukungan AI/ML untuk menghasilkan keputusan yang strategis dan meningkatkan daya saing, kami melihat container dan Kubernetes sebagai kunci untuk mengakselerasi siklus hidup aplikasi baru ini. Red Hat OpenShift tidak hanya menyediakan fleksibilitas, portabilitas dan skalabilitas untuk melatih, menguji, dan menerapkan model ML, tapi juga disertai kemampuan DevOps terintegrasi untuk kolaborasi yang lebih baik antara data scientist dan developer software. Melalui kolaborasi kami dengan NVIDIA, kami membantu pelanggan mengakselerasi berbagai aplikasi AI sekaligus mempercepat pengadopsiannya.”

Mempercepat Inovasi AI

Ketika AI mentransformasi cara enterprise menjalankan bisnis, mengoperasikan infrastruktur AI bisa jadi rumit, dan menghabiskan waktu serta sumber daya. Untuk membantu mempercepat proses ini, Red Hat OpenShift kini tersertifikasi dan didukung oleh jajaran software NVIDIA AI Enterprise 2.0, suite software AI dan data analitik yang lengkap (end-to-end) dan berbasis cloud native, yang berjalan di NVIDIA-Certified Systems yang mainstream.

Platform terintegrasi ini menyediakan software AI unggulan NVIDIA, yaitu NVIDIA AI Enterprise, yang dioptimasi untuk Red Hat OpenShift. Dengan NVIDIA AI Enterprise di Red Hat OpenShift, data scientist dan developer bisa dengan lebih cepat melatih model, mengembangkannya menjadi aplikasi dan menerapkannya dalam skala besar.

Pelanggan kini memiliki opsi untuk menjalankan Red Hat OpenShift di NVIDIA-Certified Systems dengan software NVIDIA Enterprise AI atau di sistem yang sebelumnya didukung oleh NVIDIA DGX A100, sistem komputasi performa tinggi yang universal untuk beban kerja AI.

Dengan demikian perusahaan dapat mengonsolidasi dan mengakselerasi siklus hidup MLOps, termasuk rekayasa data, analitik, pelatihan, pengembangan dan inferensi software, ke infrastruktur AI terpadu dan mudah diterapkan. Selain itu, kemampuan terintegrasi DevOps dan GitOps Red Hat OpenShift memungkinkan MLOps untuk mempercepat delivery aplikasi dengan dukungan AI secara terus-menerus.

Ini melengkapi rencana dukungan untuk NVIDIA GPU yang tersedia bersama dengan Red Hat OpenShift Data Science, yang sudah diumumkan sebelumnya.

Platform Komprehensif untuk Menjalankan Beban Kerja AI/ML

Red Hat OpenShift 4.10 meneruskan ekspansi platform untuk mendukung beban kerja cloud native yang luas di open hybrid cloud, sehingga memungkinkan perusahaan untuk menjalankan beban kerja AI/ML bahkan di lebih banyak lingkungan. Versi terakhir OpenShift menambah dukungan untuk public cloud dan arsitektur hardware tambahan, sehingga perusahaan memiliki fleksibilitas dalam memilih di mana menjalankan aplikasi mereka dan menjadikan pengembangan semudah dan sekonsisten mungkin. Fitur baru dan kemampuan yang didesain untuk mengakselerasi beban kerja AI/ML termasuk:

  • Dukungan installer provisioned infrastructure (IPI) untuk Azure Stack Hub serta Alibaba Cloud dan IBM Cloud, keduanya tersedia sebagai pratinjau teknologi. Pengguna kini bisa memanfaatkan proses IPI untuk instalasi OpenShift 4 yang terotomatisasi sepenuhnya, terintegrasi dalam satu klik.
  • Menjalankan Red Hat OpenShift di prosesor Arm®. Dukungan untuk prosesor Arm akan tersedia dalam dua cara: otomatisasi full stack IPI untuk Amazon Web Services (AWS) dan user provisioned (UPI) untuk bare-metal di infrastruktur yang sudah ada sebelumnya. Ini memberikan pengguna pengalaman yang sama dari Red Hat OpenShift di AWS. Didukung oleh instance berbasis Arm terbaru.
  • Ketersediaan Red Hat OpenShift di NVIDIA LaunchPad. NVIDIA LaunchPad memberikan akses gratis ke lab terkurasi untuk profesional IT dan AI di enterprise untuk mengalami sistem yang terakselerasi dengan NVIDIA serta software. Dengan Red Hat OpenShift yang kini tersedia di LaunchPad, enterprise bisa langsung mengonfigurasi, mengoptimalkan dan mengorkestrasi sumber data untuk AI dan beban kerja data science dengan pengalaman seperti di lab, dengan menggunakan NVIDIA AI Enterprise with Red Hat.

Fitur Pengawasan dan Compliance yang Lebih Baik untuk Beban Kerja Modern yang Beragam

Mengelola beban kerja yang modern dan beragam sering kali membutuhkan pengawasan tambahan dan tata kelola. Untuk membantu pengguna mendukung program penerapan berstandar regulator, Red Hat OpenShift 4.10 menyertakan 3 operator compliance baru yang memungkinkan pengguna memeriksa compliance dan memperbaiki masalah yang teridentifikasi di klaster mereka. Profil compliance termasuk:

  • Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS), standar yang difokuskan untuk membantu perusahaan yang menerima, memproses, menyimpan atau mentransmisi informasi kartu kredit dengan lebih percaya diri
  • North American Electric Reliability Corporation Critical Infrastructure Protection (NAERC CIP), serangkaian persyaratan keamanan terkait dengan pengoperasian sistem elektronika dalam jumlah besar di Amerika Utara.
  • Level dampak FedRAMP Moderate, standar keamanan komputasi cloud untuk informasi terkontrol dan terbuka di badan pemerintahan federal.

Sebagai tambahan, Red Hat OpenShift 4.10 meliputi ketersediaan general container sandbox. Container sandbox menyediakan layer tambahan yang bisa dipilih untuk mengisolasi untuk beban kerja dengan persyaratan keamanan level aplikasi yang sangat ketat. Peningkatan juga dilakukan untuk OpenShift di pengaturan disconnected atau air-gapped, menyederhanakan proses instalasi klaster OpenShift yang disconnected. Ini memudahkan mirroring gambar OpenShift dan menjaganya tetap up to date seakan-akan mereka adalah klaster yang connected.

Ketersediaan

NVIDIA Enterprise AI 2.0 di Red Hat OpenShift dan Red Hat OpenShift 4.10 kini tersedia untuk umum. * (Syam/Pra)

Post Views107 Views
Tags: Open ShiftRed Hat

Related Posts

IBM dan Red Hat Luncurkan Lightwell, AI untuk Menutup Celah Keamanan Open Source
Teknologi

IBM dan Red Hat Luncurkan Lightwell, AI untuk Menutup Celah Keamanan Open Source

by Pratama
Selasa, 8 September 2026
44
Red Hat Bikin Tata Kelola AI Lebih Cepat, dari Policy hingga Siap Produksi
Teknologi

Red Hat Bikin Tata Kelola AI Lebih Cepat, dari Policy hingga Siap Produksi

by Syamhudi
Senin, 24 Agustus 2026
38

RECOMMENDED

OMRON: Jangan Tunggu Jantung Beri Sinyal Bahaya, Kampanye “Don’t Miss A Beat” Dorong Deteksi Dini

OMRON: Jangan Tunggu Jantung Beri Sinyal Bahaya, Kampanye “Don’t Miss A Beat” Dorong Deteksi Dini

23 September 2026
5
Hari Jantung Sedunia 2026: YJI dan PERKI Gerakkan Skrining hingga World Heart Day Run

Hari Jantung Sedunia 2026: YJI dan PERKI Gerakkan Skrining hingga World Heart Day Run

23 September 2026
5

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    601 shares
    Share 240 Tweet 150
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    395 shares
    Share 158 Tweet 99
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM