MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 24 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 24 Juni 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pandawa Agri Indonesia Gandeng Rabo Foundation Ciptakan 97 Hektar Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Nagekeo

Wahyu by Wahyu
Selasa, 28 Juni 2022
in Ekonomi
Pandawa Agri Indonesia Gandeng Rabo Foundation Ciptakan 97 Hektar Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Nagekeo
17
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Pandawa Agri Indonesia (PAI), perusahaan agrikultur berbasis life-science yang berfokus pada pengembangan produk reduktan pestisida, berkolaborasi dengan Rabo Foundation menghadirkan inisiatif Pengembangan Ekosistem Beras Mbay.

Pada musim tanam ini, PAI akan memfasilitasi 123 orang petani swadaya (smallholders) dengan total lahan seluas 97 hektar di Mbay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Inisiasi pertanian berkelanjutan ini akan terus berlanjut dan ditargetkan untuk menjangkau hingga 225 hektar lahan pertanian hingga akhir 2022.

CEO dan Co-founder PAI, Kukuh Roxa mengatakan, PAI selalu berkomitmen untuk menciptakan pertanian berkelanjutan melalui berbagai inovasi yang kami ciptakan. Kami berharap teknologi PPAI (Pendampingan Pandawa Agri Indonesia) yang kami hadirkan dalam Pengembangan Ekosistem Beras Mbay ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian sehingga pendapatan petani di Nagekeo dapat turut meningkat.

“Selain itu, kami berharap inisiasi ini dapat mengurangi residu input sintetis secara bertahap, sehingga dapat turut memperbaiki kualitas lingkungan pertanian padi di Nagekeo.” Ujar Kukuh.

Teknologi PPAI yang diaplikasikan ini mencakup tujuh langkah intervensi yang meliputi pemilihan benih bersertifikat, penggunaan pupuk mikro lengkap, mikoriza, pupuk silika, dan dekomposer jerami untuk meningkatkan unsur organik dan mikronutrien pada tanah, serta pengaplikasian reduktan herbisida dan insektisida.

Selain itu, petani yang turut serta dalam Pengembangan Ekosistem Beras Mbay ini juga akan mendapatkan akses terhadap pembiayaan yang didukung oleh Rabo Foundation.

“Selain keterbatasan akses terhadap input pertanian berkualitas, kami melihat permodalan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh para petani. Kehadiran Rabo Foundation sebagai mitra dalam pemberian pembiayaan untuk petani di Mbay ini diharapkan mampu menjadi solusi atas kendala permodalan yang selama ini dialami oleh petani pada di Nagekeo,” ujar Kukuh.

Rabo Foundation merupakan yayasan yang memberikan dukungan bagi petani di 23 negara dengan memberikan akses terhadap tenaga ahli, pembiayaan, inovasi, dan akses ke pasar melalui jaringan Rabobank global. Selain itu, yayasan ini mendukung berbagai organisasi di rantai pasok pangan dan pertanian melalui pemberian pinjaman modal kerja, mulai dari pembelian bahan baku, pinjaman sarana produksi pertanian, hingga pembiayaan perdagangan untuk perusahaan ekspor.

Di Indonesia, Rabo Foundation bermitra dengan beragam portofolio, mulai dari koperasi, UKM, LSM, hingga perusahaan multinasional untuk mendukung dan memperluas produksi kopi, susu, beras, perikanan, rempah-rempah, kedelai, kakao, dan banyak lagi produk pangan dan pertanian lainnya secara berkelanjutan.

“Melalui mitra perantara seperti PAI, kami dapat memperluas jangkauan dan dampak positif bagi petani kecil di daerah pedesaan yang memiliki akses keuangan terbatas. Pendekatan PAI yang praktis dan holistik sangat sejalan dengan tujuan strategis kami yang meliputi; menciptakan pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim, pengurangan kerugian pasca panen, dan penguatan rantai nilai. Kami senang dapat bermitra dengan PAI dan menjadi bagian dalam menumbuhkan pertanian yang berkelanjutan dan memperkuat inklusi keuangan bagi petani kecil di daerah pedesaan,” ungkap Diva Tanzil, Impact Finance Consultant Rabo Foundation.

Program Pengembangan Ekosistem Beras Mbay ini pertama kali dibentuk oleh PAI bekerja sama dengan pemerintah setempat pada tahun 2021. “Beras asal Mbay memiliki keunggulan layaknya beras premium, namun produktivitasnya cenderung stagnan.

Pendampingan yang dilakukan PAI ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga pendapatan petani meningkat dan pasokan pangan tetap terjaga. Lebih dari 75% petani yang didampingi produktivitasnya meningkat hingga 30%”, ungkap Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosco Do, dalam acara peresmian program pada Jumat, 24 Juni di Mbay.

Sebagai perusahaan yang memiliki visi untuk menciptakan pertanian berkelanjutan, PAI secara konsisten menghadirkan berbagai inovasi demi menciptakan industri pertanian yang tidak hanya menguntungkan, namun juga ramah lingkungan. Hingga saat ini, reduktan pestisida, yang merupakan produk unggulan PAI, telah turut serta dalam mengurangi hingga 2 juta liter penggunaan pestisida di Indonesia. * (Syam/Wah)

Post Views72 Views
Tags: PadiPandawa AgriPetaniPupukRabo BankSawah

Related Posts

Asuransi Astra Berikan Literasi Keuangan bagi Para Petani Guna Wujudkan Desa Inklusif di Desa Sukawangi Bogor
Sosialita

Asuransi Astra Berikan Literasi Keuangan bagi Para Petani Guna Wujudkan Desa Inklusif di Desa Sukawangi Bogor

by Syamhudi
Minggu, 23 Februari 2025
15
BANYU Raih Pendanaan Awal US$1,25 Juta untuk Dorong Transformasi Industri Rumput Laut Indonesia di Pasar Global
Ekonomi

BANYU Raih Pendanaan Awal US$1,25 Juta untuk Dorong Transformasi Industri Rumput Laut Indonesia di Pasar Global

by Pratama
Kamis, 23 Januari 2025
22

RECOMMENDED

Tak Perlu Terbang ke Amsterdam, Ribuan Karya Seni Dunia Kini Hadir di Samsung TV

Tak Perlu Terbang ke Amsterdam, Ribuan Karya Seni Dunia Kini Hadir di Samsung TV

24 Juni 2026
13
Kolaborasi UT-UGM Makin Erat, Buka Peluang Lebih Besar bagi Generasi Muda Indonesia

Kolaborasi UT-UGM Makin Erat, Buka Peluang Lebih Besar bagi Generasi Muda Indonesia

24 Juni 2026
13

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    576 shares
    Share 230 Tweet 144
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    373 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    368 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    335 shares
    Share 134 Tweet 84
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM