Jakarta, Media-profesi.com – Dalam penutupan perdagangan hari Selasa (20/9/2022) IHSG ditutup menguat 0.02%, dipimpin oleh kenaikan GOTO +9.9%, yang diimbangi oleh kerugian di sektor keuangan dan energy.
“Hal ini karena investor tetap berhati-hati dengan keputusan The Fed atas keputusan kebijakan moneternya,” ujar Hariyanto Wijaya, CFA, CPA (Aust.), CFP, CMT, Ekonom Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam keterangan resminya kepada redaksi Media-profesi.com hari ini Rabu (21/9/2022).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengatakan tarif listrik tidak akan naik pada Oktober. “Kami menegaskan kembali preferensi kami untuk BTPS karena menurut kami pemulihan dalam pertumbuhan laba bersihnya dan ROE seharusnya membuat BTPS layak untuk diperdagangkan lebih tinggi dari valuasi saat ini sebesar 2.7x FY22 P/B (-1.6SD dari P/B rata-rata 3 tahun),” papar Hariyanto.
Indeks ekuitas AS ditutup lebih rendah pada hari Selasa karena investor bersiap untuk kenaikan suku bunga agresif lainnya dari Fed. Pertemuan The Fed menjadi fokus. Imbal hasil Treasury AS 10-tahun meningkat tujuh bps menjadi 3.56% setelah menyentuh 3.59% di awal sesi, level tertinggi sejak 2011.
Imbal hasil Treasury AS 2-tahun yang lebih sensitif terhadap kebijakan meningkat 1bp menjadi 3.95% setelah mencapai level tertinggi 15-tahun sebesar 3.98%. Pada data ekonomi AS, perumahan mulai meningkat 12.2% MoM di bulan Agustus, jauh melebihi perkiraan konsensus 0.3% MoM.
Peningkatan perumahan mulai adalah lompatan terbesar sejak Maret 2021. Sementara itu, izin bangunan melambat lebih dari yang diharapkan pada Agustus, mencatat penurunan bulanan 10% dan penurunan terbesar sejak April 2020. * (Syam/Pra)





