Jakarta, Media-profesi.com – Hariyanto Wijaya, CFA, CPA (Aust.), CFP, CMT, Ekonom Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengatakan bahwa IHSG ditutup melemah 0.12% di tengah tekanan jual asing pada emiten berkapitalisasi besar menjelang keputusan suku bunga kebijakan Fed.
Investor asing membukukan net sell sekitar IDR900bn (5 besar net sell asing adalah BBCA, TLKM, BBRI, TBIG, dan ASII). “Ekonom kami memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 25 bps menjadi 4.0% hari ini (sesuai dengan perkiraan konsensus) sebagai respons terhadap kenaikan suku bunga Fed dan peningkatan inflasi domestic,” ujar Hariyanto.
Tiga anggota Dewan Direksi BBCA, termasuk CEO, menjual investasi pribadi mereka di BBCA, yang dapat menunjukkan pandangan mereka bahwa penilaian BBCA saat ini sudah dinilai secara wajar. “Kami tegaskan kembali stock pick bulanan kami di bank, yaitu BBRI, BMRI, dan BTPS,” tambahnya.
Indeks ekuitas AS ditutup lebih rendah pada hari Rabu dalam perdagangan yang bergejolak karena investor mencerna keputusan kebijakan moneter Fed.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) telah mengumumkan kenaikan suku bunga 75 bps ketiga berturut-turut menjadi 3% sampai 3.25%, level tertinggi sejak 2008.
Pejabat Fed mengantisipasi suku bunga Fed akan naik lebih curam dari yang diperkirakan, yaitu 4.4%, pada akhir tahun 2022 dan akan naik menjadi 4.6% pada tahun 2023.
Prospek ekonomi AS yang diperbarui menunjukkan tingkat pengangguran meningkat menjadi 4.4% pada tahun 2023, sementara proyeksi pertumbuhan ekonomi AS turun sebagai dampak dari pengetatan moneter AS yang agresif.
Ketua Fed Jerome Powell mengadakan konferensi pers setelah rilis di mana dia menegaskan kembali mereka akan terus menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi, meskipun itu akan menyebabkan beberapa kesulitan ekonomi. * (Syam/Pra)





