Jakarta, Media-profesi.com – Hariyanto Wijaya, CFA, CPA (Aust.), CFP, CMT, Ekonom Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyebut bahwa IHSG ditutup melemah 0.56% karena investor memperhitungkan keputusan suku bunga kebijakan BI yang lebih tinggi dari perkiraan.
Investor asing membukukan net sell sebesar IDR770bn. Maskapai BUMN Garuda Indonesia (GIAA) dan BUMN Waskita Karya (WSKT) dijadwalkan menggelar RUPSLB untuk meminta persetujuan rights issue.
“Kami memulai coverage di BTPS dengan TP yang diturunkan dari GGM sebesar IDR3,650 (potensi naik 29.9%). TP BTPS 12 bulan kami menyiratkan PB FY23F sebesar 2.9x (-1.3 SD dari P/B rata-rata 3 tahun),” ujar Hariyanto dalam keterangan resminya kepada redaksi Media-profesi.com hari ini, Senin (26/9/2022).
Indeks ekuitas AS ditutup lebih rendah pada hari Jumat karena investor menilai kemungkinan kebijakan moneter hawkish Fed yang mendorong ekonomi ke dalam resesi.
Suasana risk-off meresap selama sesi, dan Indeks Volatilitas CBOE, yang dikenal sebagai “pengukur ketakutan” Wall Street, naik lebih dari 30 ke level tertinggi sejak 21 Juni.
Treasury AS 2-tahun yang sensitif terhadap kebijakan Fed meningkat 7 bps menjadi 4.19%, mendekati level tertinggi sejak 2007. Dolar AS menguat 1.5% mencapai level tertinggi baru 20 tahun terhadap mata uang lain.
Sementara itu, harga minyak mentah WTI turun 5.3% menjadi USD79.03/barel di tengah kekhawatiran resesi dan dolar AS yang naik. Harga minyak mentah WTI mencatat hari terburuk sejak awal Januari dan penurunan selama empat minggu berturut-turut. * (Syam/Pra)





