MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 5 April 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 5 April 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Waspada Modus Baru Penipuan di Platform Digital, Begini Cara Membedakan Website Asli dan Palsu!

Wahyu by Wahyu
Jumat, 14 Oktober 2022
in Teknologi
Waspada Modus Baru Penipuan di Platform Digital, Begini Cara Membedakan Website Asli dan Palsu!
56
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Era digitalisasi yang bergerak pesat harus berbarengan dengan pengetahuan dan kewaspadaan tentang banyak hal yang bisa dilakukan di internet. Tidak sedikit yang menggunakan platform digital sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan kelalaian pengguna internet.

Modus penipuan atau scam menggunakan platform digital kini sudah semakin beragam. Salah satu praktik penipuan yang kini tengah menjadi perhatian Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) adalah skema penipuan Pig Butchering. Modus ini sudah menimpa seorang perempuan asal Jawa Tengah.

Pig Butchering scam yang dialami oleh korban dari Jawa Tengah tersebut dilakukan menggunakan media sosial dan platform yang canggih sebagai medium scammers. Modusnya adalah dengan mengajak korban untuk menginvestasikan sejumlah uang pada platform kripto palsu dengan menjanjikan keuntungan nominal uang yang sangat besar.

Platform kripto palsu tersebut menggunakan domain website yang mirip dengan nama aplikasi trading mata uang kripto yang sudah memiliki total download lebih dari 1 juta kali. Hanya terdapat perbedaan satu huruf pada domain dan hal tersebut sudah cukup untuk mengecoh korban.

Penipuan dengan Website Palsu

Salah satu modus penipuan atau scam adalah membuat website palsu untuk mendapatkan data pribadi korban. Dengan tampilan yang meyakinkan, website palsu bisa membuat korban tidak menyadari bahwa mereka sedang menjadi korban kejahatan online.

Dilansir dari blog Niagahoster, pelaku penipuan online atau scammers akan membuat domain yang mirip dengan domain asli suatu perusahaan atau platform yang sudah dipercaya oleh banyak orang untuk mengecoh korban.

Oleh karena itu amatlah penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengecek berkali-kali domain atau alamat website yang akan diakses. Terutama jika alamat tersebut didapatkan dari orang asing atau orang yang belum terlalu lama dikenal.

Cara Membedakan Website Resmi dan Website Palsu

Untuk meningkatkan kewaspadaan, Niagahoster sebagai perusahaan layanan web hosting memberikan beberapa cara untuk membedakan website resmi dengan website palsu dan menghindarkan terjadinya penipuan menggunakan website palsu.

Yang pertama adalah dengan memperhatikan URL atau alamat website. Website resmi pasti memiliki domain dengan ejaan yang benar sesuai dengan nama brand atau perusahaan. Kemudian menggunakan ekstensi domain populer dan terpercaya seperti .com, .id, .co.id, atau ekstensi domain sesuai niche seperti .go.id untuk pemerintah, .ac.id untuk pendidikan, dan .mil.id untuk militer.

Ciri lain dari website resmi adalah adanya simbol gembok pada bagian paling kiri URL di address bar. Ikon gembok tersebut adalah penanda bahwa website sudah dilengkapi sertifikasi keamanan Secure Socket Layer (SSL). Website yang sudah terinstal SSL, URL nya akan dilengkapi dengan HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) dan bukan hanya HTTP.

Pengguna yang merasa ragu dengan suatu website juga bisa memeriksa keamanan dan kredibilitas website menggunakan Google Transparency Report. Tool ini akan mencari celah keamanan pada website berdasarkan standar yang dimiliki Google. Selain itu, pengguna internet juga bisa mengecek pemilik domain yang mencurigakan melalui website who.is.

Meningkatkan Kewaspadaan dan Tidak Mudah Percaya

Internet merupakan dunia yang luas dan terbuka bagi semua orang. Semua orang bisa menggunakan dan memanfaatkan internet untuk kebutuhan dan kepentingan mereka masing-masing. Namun, internet juga merupakan dunia yang berbahaya, sehingga kita harus meningkatkan kewaspadaan ketika berselancar di internet.

“Jangan mudah memberikan informasi atau data apapun pada siapapun di internet. Selain itu juga jangan klik link apapun sebelum memastikan bahwa link tersebut aman dan kredibel. Perhatikan juga ketika mengunduh aplikasi dan baca secara seksama akses apa yang kita berikan ketika kita mengunduh aplikasi tersebut,” ujar Ayunda Zikrina, Head of Brand and Communication Team Niagahoster.

Pengguna internet harus memasang mode waspada dan tidak mudah percaya dengan apa yang berada di internet. Dengan memerhatikan semua hal, kita bisa lebih aman dan nyaman dalam menggunakan platform digital. * (Syam/Wah)

Post Views89 Views
Tags: Cloud HostingNiagahosterWebsite

Related Posts

Exabytes x PANDI Dorong Penggunaan Domain ccTLD dalam Upaya Digitalisasi Bisnis di Indonesia
Teknologi

Exabytes x PANDI Dorong Penggunaan Domain ccTLD dalam Upaya Digitalisasi Bisnis di Indonesia

by Syamhudi
Senin, 10 Juni 2024
46
Penguasaan ChatGPT Membantu Bisnis Melebarkan Sayap
Teknologi

Penguasaan ChatGPT Membantu Bisnis Melebarkan Sayap

by Pratama
Kamis, 13 Juli 2023
45

RECOMMENDED

Empat Tahun Ikafe Gaungkan Pesan Riang Gembira dan Kini Semakin Inovatif

Empat Tahun Ikafe Gaungkan Pesan Riang Gembira dan Kini Semakin Inovatif

4 April 2026
19
Kia Hadirkan Program Aftersales dan Tips Jaga Performa Kendaraan Pasca Mudik Lebaran

Kia Hadirkan Program Aftersales dan Tips Jaga Performa Kendaraan Pasca Mudik Lebaran

4 April 2026
8

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    569 shares
    Share 228 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM