MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 28 Juli 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 28 Juli 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Penelitian Zebra Mengungkapkan 60% Konsumen di Asia Pasifik Lebih Memilih Kendaraan Hybrid EV di Masa Depan

Pratama by Pratama
Rabu, 1 Maret 2023
in Teknologi
Penelitian Zebra Mengungkapkan 60% Konsumen di Asia Pasifik Lebih Memilih Kendaraan Hybrid EV di Masa Depan
28
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Zebra Technologies Corporation (NASDAQ: ZBRA), merilis berbagai temuan dalam Automotive Ecosystem Vision Study yang menegaskan bahwa produsen otomotif tengah berada di bawah tekanan untuk mengakomodasi preferensi konsumen yang semakin besar terhadap kendaraan listrik (EV) dalam waktu dekat.

Para produsen otomotif harus membuat perencanaan untuk melakukan transisi mulus ke EV, yang memiliki persyaratan yang sangat berbeda, mulai dari bahan baku hingga perakitan akhirnya. Berbagai prioritas yang didorong oleh teknologi akan difokuskan pada peningkatan otomatisasi, mengembangkan teknologi secara in-house, dan memperluas visibilitas produksi dan rantai pasokan.

Meskipun ekonomi tengah mengalami fluktuasi, produsen otomotif siap berinvestasi dalam inovasi teknologi, di mana 7 dari 10 pengambil keputusan (74% di dunia, 69% di Asia Pasifik) berencana menambah pengeluaran mereka untuk teknologi, dan 6 dari 10 pengambil keputusan (67% di dunia, 63% di Asia Pasifik) berencana untuk meningkatkan pengeluaran untuk infrastruktur manufaktur mereka pada 2023.

Survei ini dilakukan dari Agustus hingga September 2022, diikuti oleh 1.336 responden di dunia, yang meliputi para pengambil keputusan, manajer armada dan konsumen. Di Asia Pasifik, 350 responden yang disurvei berasal dari India, Greater China, Jepang, dan Korea Selatan.

Konsumen di Asia Pasifik lebih memilih membeli EV di masa depan 

Survei ini mencerminkan bahwa dalam waktu dekat akan terjadi pergeseran dalam preferensi, dengan lebih dari setengah konsumen (53% di dunia, 60% di Asia Pasifik) mengindikasikan untuk memilih hybrid electric vehicle (HEV).

Namun, menjawab peningkatan permintaan untuk EV akan menghadapi banyak tantangan karena 68% pengambil keputusan di industri otomotif (60% di Asia Pasifik) mengatakan bahwa mereka di bawah tekanan besar untuk memproduksi kendaraan generasi selanjutnya (i.e listrik), sementara 75% dari mereka (71% di Asia Pasifik) berada di bawah tekanan untuk menyediakan produk yang lebih ramah lingkungan, berkelanjutan (sustainability), dan lebih aman untuk lingkungan.

Penelitian ini juga mendapati bahwa konsumen dari berbagai generasi mendorong produsen otomotif untuk melakukan akselerasi inovasi teknologi, di mana 8 dari 10 mengatakan keberlanjutan dan ramah lingkungan adalah prioritas utama mereka dalam menentukan pembelian dan penyewaan kendaraan. Sebanyak 87% dari kaum millennial memprioritaskan aspek keberlanjutan untuk kendaraan mereka, diikuti oleh 78% Gen X dan 76% generasi Baby Boomer. Di wilayah Asia Pasifik, 85% konsumen sejalan dengan prioritas ini, yakni 92% millennial, 83% Gen X dan 72% generasi Baby Boomer memprioritaskan keberlanjutan.

Konsumen juga semakin mendorong penekanan pada personalisasi – yakni kemampuan untuk melakukan kustomisasi kendaraan sesuai keinginan mereka. Hampir 4 dari 5 konsumen mengatakan opsi personalisasi adalah faktor yang menentukan pengambilan keputusan pembelian kendaraan, dan 8 dari 10 manajer armada memiliki persyaratan yang sama untuk keberlanjutan dan personalisasi. Konsumen di Asia Pasifik paling menggambarkan hal ini dibandingkan konsumen di dunia, di mana 86% memprioritaskan opsi personalisasi saat memutuskan untuk melakukan pembelian, dan 92% dari manajer armada memiliki persyaratan yang sama.

Plugged in chargers into two electric cars at charge station

Sementara hampir 80% pengambil keputusan dalam industri otomotif di dunia (77% di Asia Pasifik) mengakui konsumen memang berharap ada lebih banyak opsi kendaraan yang bisa dipersonalisasikan saat ini, sekitar 7 dari 10 mengatakan sulit untuk mengejar peningkatan permintaan kustomisasi ini. Hasilnya, tiga dari empat produsen otomotif di dunia mengatakan membangun kemitraan dengan perusahaan teknologi untuk produksi generasi selanjutnya adalah prioritas utama. Jumlah ini lebih rendah di Asia Pasifik, masing-masing 72% dan 64%.

“Menurut penelitian ini, konsumen sedang tertarik dengan masa depan otomotif yang lebih ramah lingkungan dengan preferensi yang lebih besar terhadap kendaraan listrik,” ucap Tan Aik Jin, Vertical Solutions Marketing Lead APAC, Zebra Technologies.

Tan mengatakan, “Ini menjadi sinyal yang kuat bagi para pengambil keputusan di dunia otomotif, bahwa mereka harus berinvestasi secara proaktif pada teknologi yang tepat, sehingga bisa memformulasikan infrastruktur manufaktur yang lebih kuat, yang bisa melayani tuntutan konsumen yang semakin besar ini dengan lebih baik.”

Kepercayaan dan Transparansi dalam Produksi Otomotif

Transparansi data dan informasi sangat penting bagi konsumen dan manajer armada, dan mereka menginginkan lebih banyak visibilitas dalam ekosistem otomotif. Saat mempertimbangkan untuk membeli atau menyewa kendaraan, 81% konsumen di dunia (85% di Asia Pasifik) dan 86% manajer armada (92% di Asia Pasifik) mengindikasikan bahwa mereka ingin tahu asal bahan baku dan onderdil kendaraan mereka. Kaum millenial paling depan dalam menuntut transparansi yang lebih besar dalam manufaktur otomotif, karena lebih dari delapan dari 10 (di dunia dan di Asia Pasifik) mengatakan penting untuk bisa mengakses informasi produsen dan mengetahui apakah sumber bahan baku dan onderdilnya berkelanjutan dan mengetahui bagaimana kendaraannya diproduksi dari end-to-end.

Selain meraih visibilitas yang lebih besar terhadap proses manufaktur otomotif, setelah mereka mendapatkan kendaraannya, 88% konsumen (82% di Asia Pasifik) dan 86% manajer armada (88% di Asia Pasifik) ingin tahu bagaimana data dari kendaraan mereka akan digunakan oleh ekosistem otomotif.

Setelah membeli kendaraan, 83% konsumen dan 84% manajer armada berharap bisa memiliki dan mengontrol data yang dihasilkan oleh kendaraan mereka. Sentimen ini sama dengan Asia Pasifik, oleh 86% konsumen dan 88% manajer armada.

Visibilitas Rantai Pasokan Otomotif

Sebagian besar konsumen (79% di dunia, 83% di Asia Pasifik) dan manajer armada (81% di dunia, 84% di Asia Pasifik) menginginkan visibilitas menyeluruh (end-to-end) dalam proses produksi kendaraan mereka. Namun, hanya sekitar 3 dari 10 pengambil keputusan di industri otomotif yang mengatakan bahwa mereka akan memprioritaskan upaya menghubungkan sistem data secara real-time (30% di Asia Pasifik) agar mereka bisa mengetahui kegiatan operasional mereka secara holistik dan meningkatkan visibilitas atas seluruh produksi dan rantai pasokan dalam lima tahun mendatang (32% di Asia Pasifik).

“Dengan melakukan digitalisasi pada kegiatan operasional mereka melalui pengenalan teknologi yang tepat seperti RFID atau bahkan perangkat mobile, para produsen otomotif dapat meraih visibilitas yang lebih besar di seluruh rantai pasok mereka guna memastikan bahwa segala peraturan dan syarat keberlanjutan sudah dipenuhi secara efektif dan efisien,” tambah Tan.

Lebih dari sepertiga original equipment manufacturers (OEMs) di dunia dan di Asia Pasifik mengatakan autonomous mobile robots (AMRs), RFID, rugged handheld mobile computer, dan pemindai, serta industrial machine vision akan meningkatkan pengelolaan rantai pasokan. Sama halnya bagi pemasok, sepertiga dari responden survei ini mengatakan bahwa mobile barcode label printer/thermal printer, wearable computer, dan teknologi lokasi adalah teknologi yang dapat melakukan hal-hal tersebut.

“Para produsen otomotif saat ini menghadapi banyak rintangan yang harus dilewati,” ucap Eric Ananda, Country Manager Indonesia Zebra Technologies.

Dikatakannya, dengan dilengkapi portofolio yang luas, meliputi otomatisasi industri, teknologi lokasi, fixed industrial scanning, machine vision, dan banyak lagi, Zebra menempati posisi terbaik untuk bisa memberikan saran dan membantu produsen meningkatkan kemampuan operasional mereka dan mengatasi berbagai rintangan tersebut.

Hal ini lebih dari sekedar implementasi teknologi, namun implementasi teknologi yang tepat pada waktu yang tepat. Zebra selalu berambisi untuk memberikan tool dan teknologi yang tepat, untuk membantu mengakselerasi kemampuan human-to-machine, mencapai enterprise asset intelligence yang sesungguhnya dalam produksi otomotif, melalui berbagai solusi seperti  DS3600-KD ultra-rugged scanner, MC9300 ultra-rugged mobile touch computer, TC53 mobile computer, TC73 mobile computer,  L10ax Rugged Tablet, RFD90 ultra-rugged UHF RFID sleds, ZT411 industrial printer, RFID specialty labels,  Workforce Connect, MotionWorks dan VisibilityIQ™ Foresight. Ini hanya beberapa contoh di antaranya.

Secara keseluruhan, sekitar 7 dari 10 pengambil keputusan di industri otomotif (76% di dunia, 67% di Asia Pasifik) setuju bahwa transformasi digital adalah prioritas strategis untuk organisasi mereka. Dalam lima tahun mendatang, mereka akan memperluas pemakaian teknologi mereka, dengan 47% (di dunia dan Asia Pasifik) berfokus pada additive manufacturing/3D printing dan 45% di dunia (46% di APAC) pada solusi perencanaan rantai pasokan. * (Syam/Pra)

Post Views76 Views
Tags: Kendaraan ListrikSurveiZebra Technologies

Related Posts

Masih Ragu Pakai Mobil Listrik? Ini 4 Mitos yang Dibantah iCAR V23
Ekonomi

Masih Ragu Pakai Mobil Listrik? Ini 4 Mitos yang Dibantah iCAR V23

by Wahyu
Kamis, 23 Juli 2026
18
Terinspirasi Leopard, Ini Rahasia LEPAS L8 PHEV Tawarkan Sensasi Berkendara Premium
Ekonomi

Terinspirasi Leopard, Ini Rahasia LEPAS L8 PHEV Tawarkan Sensasi Berkendara Premium

by Wahyu
Kamis, 23 Juli 2026
13

RECOMMENDED

Mau ke GIIAS 2026 Gratis? BMW Astra Siapkan Shuttle, Cashback Trade-in hingga Rp20 Juta

Mau ke GIIAS 2026 Gratis? BMW Astra Siapkan Shuttle, Cashback Trade-in hingga Rp20 Juta

27 Juli 2026
4
LEPAS L8 Resmi Dijual Rp589 Juta, SUV Hybrid Premium dengan Jarak Tempuh 1.300 Km

LEPAS L8 Resmi Dijual Rp589 Juta, SUV Hybrid Premium dengan Jarak Tempuh 1.300 Km

27 Juli 2026
7

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    583 shares
    Share 233 Tweet 146
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    384 shares
    Share 154 Tweet 96
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    376 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    345 shares
    Share 138 Tweet 86
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    344 shares
    Share 138 Tweet 86
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM