MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 3 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 3 Juni 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Terancam, Kecerdasan Buatan (AI) Bisa Gantikan Peran Manusia?

Syamhudi by Syamhudi
Kamis, 9 Maret 2023
in Teknologi
Terancam, Kecerdasan Buatan (AI) Bisa Gantikan Peran Manusia?

Artificial intelligence making possible new computer technologies and businesses

40
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Derasnya modernisasi dan digitalisasi kian terasa di masa setelah pandemi. Hal yang dahulu mustahil hanya berupa fantasi dan imajinasi, sekarang muncul menjadi realita.

Contohnya yang sedang menjadi sorotan saat ini adalah kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang dapat membantu berbagai kegiatan dan pekerjaan.

Banyak perusahaan teknologi raksasa dunia yang sudah menerapkan kemampuan AI untuk dapat membantu pekerjaan mereka seperti Google, Apple, Microsoft, Tesla, Meta (Facebook). Hal ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut, untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi. Sehingga, dapat meminimalisir kemungkinan human error.

Yohan Limerta, CTO dan Co-Founder Cakap, menjelaskan bahwa sebagai perusahaan EdTech, pihaknya sangat adaptif terhadap berbagai macam teknologi, termasuk AI. Akan tetapi untuk tahap teknologi ini sampai menggeser fungsi manusia, masih banyak elemen lain dalam memproses data yang tidak bisa digantikan.

“Pada hakikatnya, setiap manusia memiliki sudut pandang, ideologi, pemahaman yang berbeda dalam menerima sebuah informasi. Manusia juga memiliki pembuatan keputusan yang berbeda-beda dalam menentukan mana yang benar dan salah. Saya melihat kecerdasan buatan ini akan menjadi salah satu pelengkap yang membantu dalam pembuatan keputusan ataupun      pengembangan ide,” tutur Yohan.

Salah satu kecerdasan buatan yang sedang ramai dibicarakan adalah ChatGPT yang merupakan produk dari perusahaan Amerika Serikat OpenAI. Kecerdasan yang ditawarkan berupa chatbot yang dapat melakukan berbagai tugas mulai dari menulis berbagai naskah/copywriting (pidato, surat) hingga penerjemahan dan proofreading. Namun muncul pertanyaan, “benarkah hasil yang dikerjakan oleh AI tersebut dapat diandalkan sehingga dapat menyaingi produk yang dihasilkan oleh manusia?” atau “apakah produk kecerdasan buatan dapat menggantikan peran berbagai profesi yang dikerjakan manusia?”

Julian Rinaldi, copywriter pada EdTech Cakap mengungkapkan bahwa fenomena penggunaan kecerdasan buatan bak dua sisi mata uang. Bisa menjadi pesaing baru yang menawarkan kecepatan dan ketepatan, namun bisa menjadi alat yang sangat berguna dalam menunjang pekerjaan.

“Kalau dibilang merasa terancam sih untuk saat ini belum. Walau menawarkan kecepatan, namun AI seperti menghilangkan unsur emosi yang biasanya diisi oleh seorang copywriter di setiap tulisan yang diproduksi. Pada akhirnya kecerdasan buatan seharusnya tidak perlu menjadi ancaman, namun bisa dimanfaatkan membantu seorang copywriter kedepannya,” ujar Julian.

Dari segi linguistik, sejumlah guru bahasa Inggris pada platform edtech Cakap mengungkapkan kekhawatiran yang muncul atas semakin populernya penggunaan AI bisa sangat dimengerti, namun tidak perlu menyikapinya secara berlebihan. “Ketika revolusi Industri di tahun 1760, manusia mulai diperkenalkan dengan mesin. Sebagai dampaknya, ekonomi meningkat. Itu tidak selalu buruk,” ujar Putri Maharani, Guru Bahasa Inggris Cakap.

Diluar isu yang diuraikan diatas, masih ada hal teknis seperti belum terdaftarnya ChatGPT/OpenAI sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik Kementerian Komunikasi dan Informatika. Sesuai Peraturan Menteri Kominfo Nomor 10 Tahun 2021 atas Perubahan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat yang mengatur semua Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), bahwa wajib bagi PSE (termasuk OpenAI/ChatGPT) mendaftarkan produknya untuk dapat terus bisa diakses atau mengembangkan layanannya di Indonesia. Jika terus beroperasi tanpa terdaftar, maka yang terberat adalah operasi AI yang selama ini berjalan akan diblokir di Indonesia.

Dengan semua concern yang disorot pengguna maupun pekerja yang erat tugasnya dengan yang dikerjakan oleh AI, dapat disimpulkan bahwa masih banyak yang perlu dikembangkan dari segi teknis dan penyempurnaan fungsi sistem pada sisi AI. Namun, sudah menjadi fakta juga, semakin maju perkembangan zaman, tentunya menuntut sebuah perubahan. Sebagai manusia, sudah sepatutnya kita harus terus mengasah diri, terus belajar dan tidak boleh berhenti melakukan upskilling. Sehingga, peran dan kontribusi yang kita berikan tidak bisa digantikan, bahkan oleh AI sekalipun. * (Syam)

Post Views85 Views
Tags: Artificial IntelligenceCakap

Related Posts

ZTE Open Day 2025: Dorong Transformasi Digital Indonesia Melalui Kecerdasan Buatan dan Kolaborasi Berkelanjutan
Teknologi

ZTE Open Day 2025: Dorong Transformasi Digital Indonesia Melalui Kecerdasan Buatan dan Kolaborasi Berkelanjutan

by Syamhudi
Senin, 2 Juni 2025
8
Dukung UMKM Banyuwangi: Cakap Hadirkan Pelatihan Digital Bersama MDI Ventures
Ekonomi

Dukung UMKM Banyuwangi: Cakap Hadirkan Pelatihan Digital Bersama MDI Ventures

by Pratama
Rabu, 8 Januari 2025
23

RECOMMENDED

Spa, Yoga, Fitness hingga AI Body Reading, Konsep Wellness Terintegrasi Ini Sedang Jadi Perbincangan di Bali

Spa, Yoga, Fitness hingga AI Body Reading, Konsep Wellness Terintegrasi Ini Sedang Jadi Perbincangan di Bali

3 Juni 2026
5
Saat Mobil Listrik Bertemu Dunia Seni, DENZA Gandeng ArtMoments Hadirkan Mobil Premium Kini Jadi Kanvas Karya Seni

Saat Mobil Listrik Bertemu Dunia Seni, DENZA Gandeng ArtMoments Hadirkan Mobil Premium Kini Jadi Kanvas Karya Seni

3 Juni 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    572 shares
    Share 229 Tweet 143
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    368 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    361 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    327 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    327 shares
    Share 131 Tweet 82
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM