Jakarta, Media-profesi.com – Memperingati Hari Perempuan Sedunia yang jatuh setiap 8 Maret, Zipmex Indonesia menggelar Instagram Live bertema “Trade Like a Girl: Mendorong Kesetaraan Gender Lewat Kripto”.
Zipmex Indonesia menyoroti ketimpangan dan stereotip gender yang membuat sektor teknologi dan keuangan seolah merupakan bidang yang lebih dipahami laki-laki. Padahal, peluang bagi perempuan untuk mengambil andil besar dan peran penting dalam bidang ini terbuka sangat lebar.
Erdina Oudang, Head of Public Policy Zipmex Indonesia menyampaikan hasil sebuah studi yang dilakukan oleh Crypto Head pada 2021 yang menyebut kurang dari 5% perusahaan kripto di dunia didirikan oleh perempuan. Tak hanya itu, survei yang dipublikasikan oleh TripleA.io baru-baru ini juga menyatakan secara global, hanya sekitar sepertiga investor kripto adalah perempuan.
Situasi yang mirip juga terjadi di Indonesia. Menurut data Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO) pada 2021, investor kripto di Indonesia jumlahnya kurang lebih hanya 1 juta.
“Padahal jumlah investor kripto yang tercatat pada saat itu sudah mencapai sekitar 5 jutaan, artinya, di tahun 2021 hanya 20% investor kripto di Indonesia adalah perempuan,” kata Erdina.
Hal ini menjadi tantangan sekaligus pendorong utama bagi perusahaan-perusahaan investasi digital untuk lebih gigih melibatkan perempuan dalam praktik usahanya.
“Menariknya juga, keterlibatan perempuan di ekosistem kripto menunjukkan karakteristik yang unik. Rata-rata komunitas yang dibuat oleh perempuan lebih inklusif dan tidak dibangun semata untuk mendapatkan uang semata, tapi juga untuk merangkul dan mengedukasi sesama perempuan,” tambahnya.
Ia juga menyebut beberapa perempuan yang memiliki peran dan pengaruh signifikan di industri kripto. “Di Zipmex, misalnya, Chief Marketing Officer Proud Limpongpan, merupakan sosok yang memiliki pengalaman mumpuni dalam membangun dan membesarkan Zipmex, bahkan ketika kondisi perusahaan sedang naik-turun,” Erdina mengungkapkan.
Erdina memberikan beberapa contoh proyek kripto yang diprakarsai oleh perempuan, misalnya Artopologi yang merupakan marketplace karya seni yang disertai oleh sertifikat berbasis blockchain. Proyek ini diinisiasi oleh Intan Wibisono dan sudah berjalan sejak 2021. Selain itu, ada juga Robomot NFT yang membuka peluang kerja jarak jauh yang diinisiasi oleh Lia Sadia. * (Syam)





