Sukamara, Media-profesi.com – Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November setiap tahun, semangatnya menjalar sampai di kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah. Di tengah area perkebunan sawit, Krisdiana, Kepala Sekolah SD Perdana Sukamara, punya cara sendiri untuk memaknai Hari Guru Nasional dengan menebar semangat mengajar dari hati.
Sejak kecil, Kris, begitu biasa beliau disapa, tahu bahwa menjadi guru adalah panggilan hatinya setelah melihat gurunya mengajar dengan sepenuh hati. Kris ingin menjadi guru yang bersahabat dengan murid-muridnya, sebagaimana gurunya dulu menjadi sahabat baginya.
Impian Kris membawanya hingga saat ini memimpin SD Perdana sekaligus mengajar siswa-siswi kelas VI. Sekolah tempat Kris mengajar berada di tengah perkebunan sawit. Tidak hanya jauh dari tempat tinggal para murid, suasana di sekitar sekolah pun kering dan panas sebagaimana karakter perkebunan sawit umumnya. Hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Kris, karena murid-murid harus dimotivasi agar terus semangat ke sekolah.
Kris lantas mengingat-ingat bagaimana ia dulu senang sekali pergi ke sekolah dan mencoba menerapkan beberapa cara agar murid-murid SD Perdana juga bisa mendapatkan pengalaman yang sama. Maka Kris membangun kedekatan dengan murid-muridnya dengan menjadi tempat mereka bercerita. Dari sini Kris bisa lebih memahami hal-hal yang muridnya senangi dan kendala yang mereka hadapi saat belajar. Kris selalu meyakini bahwa pendidikan yang setara adalah hak semua muridnya, maka ia berusaha keras agar mereka bisa mendapatkan solusi terbaik untuk semua kendala dalam proses belajar di sekolah.

Namun Kris tahu bahwa membangun kedekatan dan interaksi dengan siswa saja tidak cukup. Dengan perkembangan zaman dan kurikulum yang berkala diperbarui, guru juga harus mampu menyesuaikan cara mengajar dan mengembangkan materi ajarnya. Di titik ini Kris bertekad untuk mengikuti banyak pelatihan keguruan agar keterampilan mengajarnya terus meningkat. Beberapa kali ia mengikuti pelatihan di Palangkaraya yang menuntutnya menempuh sebelas jam perjalanan dari Sukamara. Ternyata ini berat untuk dijalani.
Sampai pada tahun 2022, Kris mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Guru Binar, sebuah platform pengembangan karir guru yang terintegrasi, holistik, dan sistematis yang berada di bawah program School Development Outreach (SDO), sebuah inisiatif yang digagas oleh Putera Sampoerna Foundation (PSF). Platform yang berisi rangkaian webinar seputar peningkatan kompetensi guru ini menjawab kebutuhan Kris akan akses pelatihan guru yang lebih terjangkau karena bisa diakses secara online. Melalui program ini, Kris merasakan banyak sekali manfaat yang dapat meneguhkan panggilan hati beliau sebagai guru, terutama dalam menciptakan suasana belajar yang akrab, interaktif tetapi tetap efektif.
Ilmu yang didapatkan dari pelatihan tersebut mulai Kris aplikasikan dalam kesehariannya. Misalnya, Kris suka memulai kelas dengan pertanyaan pemantik agar para murid terpancing untuk berdiskusi, lebih kritis terhadap sebuah situasi, dan berinisiatif mencari solusinya. Lain waktu Kris menyisipkan kuis yang bisa meningkatkan interaksi antarmurid di kelas. Lain waktu Kris mengajak muridnya untuk belajar di luar kelas dengan mengunjungi perpustakaan dan observasi di lingkungan sekitar sekolah.
Berkat kedekatan yang dibangun dengan para siswa ditambah keikutsertaannya dalam Guru Binar, Kris merasa peningkatan, pemahaman, dan ingatan para murid berkembang lebih baik. Selain itu, mereka juga semakin aktif terlibat selama pembelajaran berlangsung. Tiap akhir semester Kris juga mengajak muridnya untuk melakukan refleksi untuk mengetahui tanggapan muridnya dan mendapat masukan yang akan digunakannya untuk memperbaiki cara mengajarnya.
“Sejak saya mengikuti pelatihan di Guru Binar, materinya dibahas secara terperinci dan penjelasannya mudah dipahami oleh para guru peserta. Yang lebih menyenangkan lagi, materi yang disampaikan tidak hanya berupa teori, tetapi juga praktek sehingga memudahkan kami para guru untuk menerapkan dasar-dasar ilmunya di kelas, serta para guru lebih melek teknologi. Hasilnya, setelah saya menerapkan beberapa cara seperti memancing diskusi dengan pertanyaan pemantik dan permainan Quizziz di akhir semester agar tidak mudah bosan, mereka lebih berani menyampaikan aspirasi dan bertanggung jawab penuh atas aspirasi mereka,” ujarnya.

Kris adalah satu dari 30.000 guru dan kepala sekolah yang telah mengikuti Guru Binar yang telah diadakan sejak tahun 2021. Program ini telah memberikan dampak kepada 400.000 siswa di berbagai wilayah di Indonesia, terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Komitmen yang selalu PSF-SDO usung dalam Guru Binar sejalan dengan tema peringatan Hari Guru Nasional 2023 “Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar” yang mengajak semua pemangku kepentingan pendidikan bersatu padu dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.
Selama dua dekade, PSF terus mengukuhkan komitmen untuk mendukung kualitas pendidikan Indonesia melalui berbagai programnya. Hingga saat ini, program-program PSF-SDO terus berjalan secara paralel, yaitu Teachers Learning Center (TLC) di Kabupaten Musi Banyuasin, Gowa, Kudus, Karawang, Sulawesi Tenggara, Bojonegoro, Tuban, Manado, Kubu Raya, Pasuruan dan Lumajang; Lighthouse School Program (LSP) di Sukamara, Tompobulu, dan Baubau; Ekosistem Pendidik Profesional (EPP) di Samarinda, Kalimantan Timur; serta Program Sekolah Berasrama di Kediri, Jawa Timur. Terselenggaranya seluruh program PSF-SDO merupakan hasil dari kerja sama yang dijalin dengan para mitra, baik dari lembaga pemerintahan maupun swasta.
“Momentum Peringatan Hari Guru Nasional 2023 mengukuhkan komitmen PSF-SDO untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia dengan menghadirkan inisiatif yang bertujuan memberdayakan para guru. Kami percaya bahwa tema ‘Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar’ menjadi penyemangat kami dalam menjalankan setiap program baik yang masih berlangsung maupun yang sudah selesai, termasuk Guru Binar, dengan mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi demi meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas akses pendidikan ke seluruh pelosok negeri,” ujar George Yudistira Irawan, Chairman, Board of Executives Putera Sampoerna Foundation.
Komitmen PSF-SDO yang beriringan dengan spirit Peringatan Hari Guru Nasional seolah menguatkan harapan Kris dalam memenuhi panggilan hati sebagai guru. “Tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia, terlepas keterbatasan yang kita miliki. Selama ada niat, ada semangat untuk meraih cita-cita, keterbatasan tersebut bukan halangan,” pungkasnya. * (Syam/Wah)





