MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 19 April 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 19 April 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Investor Tidak Akan Gegabah dalam Perangkap Ketidakpastian Politik

Pratama by Pratama
Senin, 22 Januari 2024
in Ekonomi
Investor Tidak Akan Gegabah dalam Perangkap Ketidakpastian Politik
35
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Perekonomian Indonesia masih terperangkap dalam kecamuk ketidakpastian dinamika geopolitik global dan peta politik nasional yang akan menggelinding hingga akhir tahun 2024.

Tantangan tersebut berimplikasi pada preferensi investor asing dan dalam negeri yang tidak ingin gegabah melakukan ekspansi permodalan terlebih dahulu, karena dapat berujung pada risiko minimnya pengembalian tingkat investasi, dana investasi yang tertahan bahkan kerugian besar apabila kemudian stabilitas sosial politik yang tidak kondusif secara berkepanjangan.

Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi (Ikafe) Universitas Hasanudin (Unhas) Ishak Saing, S.E., MBA. ini menuturkan tahun politik adalah ujian bagi dunia usaha. Para entrepreneur akan  menimang-nimang secara cerdas langkah bisnis mereka, apakah mengambil pilihan bijaksana untuk tetap cooling down terlebih dahulu di masa transisi kepemimpinan atau berani mengambil risiko untuk move on di tengah ketidakpastian agenda politik pemilihan presiden (Pilpres) pemilihan legislative (pileg) medio Februari ini dan pemilihan kepala daerah serentak pada November mendatang.

Masing-masing investor memiliki risk appetite untuk mengambil keputusan investasi. Mereka wait and see dalam kondisi ketidakpastian politik Indonesia. Bahkan tidak sedikit investor memilih untuk retensi investasi mereka hingga sebulan mendatang, pasca Pilpres dan Pileg selesai.

“Jangan sampai (dana) mereka masuk investasi terperangkap, kalau tidak bisa ngapa-ngapain ini akan repot bagi mereka,“ ujarnya dalam UPI Show Talkshow IKafe Unhas “Economic Outlook Indonesia 2024”

Ishak yang juga merupakan Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP) mengutarakan bahwa tatanan ekonomi pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin kini dalam kondisi stabil di tengah riak-riak geopolitik global dan kontestasi Pilpres. Dan ini akan berusaha dikawal secara berkesinambungan dengan memberikan berbagai insentif menarik bagi dunia usaha untuk berkreasi menggenjot peluang-peluang bisnisnya.

Dia mengatakan tantangan dan peluang ekonomi Indonesia masih kondusif dengan berbagai ketidakpastian hari ini. Itu tergambar dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terbilang positif meski masih bertumpu pada sektor konsumsi. Ekonomi Indonesia bergerak dengan daya beli masyarakat, belanja pemerintah, investasi global dan keberlanjutan ekspor.

“Pemerintah tidak akan bilang kalian harus nunggu Pilpres dulu baru berinvestasi karena saat ini  ekonomi stabil dan pemerintah juga memberikan karpet merah bagi investor dengan tax holiday. Kami di KSP terus menganalisa kebijakan-kebijakan ekonomi yang tepat untuk mendukung investasi asing dan nasional,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua II Ikafe Unhas Muswirah Jusuf Kalla, S.E., MBA mengutarakan pilihan bagi dunia usaha di tengah ketidakpastian politik nasional dan serangan investasi asing, adalah inovasi dan transformasi bisnis. Dia mengatakan dua strategi bisnis tersebut adalah pilihan yang tepat untuk menekan biaya operasional perusahaan dan memberikan nilai tambah bisnis.

Maka, sambungnya, penguatan investasi teknologi, peningkatan kompetensi SDM, pengembangan pelayanan bisnis dan pemahaman terhadap berbagai peraturan baru pemerintah menjadi tantangan tersendiri untuk beradapatasi dengan berbagai peluang-peluang yang tersedia.

“Dunia usaha harus siap beradaptasi karena di tengah perlambatan ekonomi, sektor swasta lah yang semakin berperan. Namun kompetisi akan semakin ketat, karena berbagai pihak akan berusaha untuk ikut serta dalam investasi tersebut,” tukasnya.

Direktur Utama PT. Sarana Mediktama Kemang -KMC Hospital ini mengharapkan pemerintahan saat ini dapat mewariskan pemilu yang damai di ujung kekuasaannya. Karena apabila transisi kepemimpinan menimbulkan kegaduhan dan konflik, ini akan berakibat high cost economy bagi dunia usaha, dan ini amat tidak bagi citra pemerintah dan kesejahteraan masyarakat.

“Dunia usaha berharap pemerintah melakukan hal-hal baik untuk menjaga politik Indonesia dalam kondisi yang aman dan kondusif, “ ujarnya.

Sementara itu Presiden Schroder Investment Management Michael Tjoajadi mengatakan investasi nasional akan dipengaruhi oleh tingkat suku bunga Amerika Serikat (federal rate). Bila federal rate menciut, maka uang akan mengalir dari negara maju ke negara berkembang memberikan return yang lebih tinggi. Para pengusaha akan meminjam dana di negara maju dan akan dibawa di negara berkembang.  Namun  karena kondisi geopolitik global dengan adanya perseteruan antar negara  akan mengakibatkan high cost, uncertainty dan transfer antar negara yang semakin mahal.

“Krisis global bisa berdampak globalization menjadi deglobalization. Caterpillar dan Komatsu bisa saja membangun pabrik sparepart-nya di negara berkembang (kalau ada perang terus) untuk memenuhi kebutuhan konsumennya di negara-negara tersebut,” analisisnya.

Sementara itu Andi Muhammad Sadat, Phd mengingatkan bahwa digitalisasi industri menjadi solusi strategis bagi dunia usaha di tengah gambaran suram ketidakpastian ekonomi masa depan, apalagi volume perekonomian digital nasional merupakan yang terbesar di Asia setelah itu di peringkat berikutnya ada Vietnam, Thailand, Malaysia dan Singapura.

Berdasarkan data itu pula, ungkap Eks Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unhas ini, 70% penduduk Indonesia yang kurang lebih berjumlah 270 juta telah memiliki akses internet yang didominasi perangkat handphone. Sehingga dengan basis modal tersebut akan menjadi pijakan berimprovisasi menggerakkan nilai tambah ekonomi nasional yang lebih kreatif dan produktif.

“Masih banyak peluang ekonomi digital yang bisa kita lakukan dengan potensi besar tersebut. Masih banyak yang bisa kita kerjakan di tengah ketidakpastian, masih banyak inovasi yang bisa kita lakukan dengan kondisi geopolitik global hari ini. Kita jangan menari-nari di atas genderang (ketidakstabilan) yang diciptakan negara lain,” tegas Ketua Bidang Pengembangan Organisasi dan SDM Ikafe ini.

Sementara itu Ketua Bidang Pengkajian Ilmiah dan Isu Strategis Ikafe Prof. Wasiaturrahma, S.E., M.si mengutarakan pentingnya sinergi sektor rill dan sektor jasa keuangan untuk menggerakkan perekonomian dalam negeri. Dia mengatakan perlu regulasi yang lebih bersahabat bagi pelaku UMKM yang membuat akses mereka pada dunia keuangan dan perbankan semakin terbuka luas.

“Perlu reformasi sektor keuangan dan perbankan sehingga pertumbuhan ekonomi nasional semakin lebih baik di masa memdatang,” saran Guru Besar Bidang Ilmu dan Perbankan FEB Universitas Airlangga ini.

Ketua Umum Ikafe Unhas Hendra Noor Saleh mengingatkan pentingnya ekonomi nasional yang berpihak pada berbagai golongan. Diversifikasi ekonomi harus dijalankan, dan semua pihak harus happy dalam pesta kesejahteraan sumber daya alam Indonesia.

“Jangan ada sentralisasi faktor-fakktor produksi di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika politik nasional. Ekonomi Indonesia harus tumbuh untuk semua kalangan masyarakat,” tegasnya. * (Syam/Pra)

Post Views81 Views
Tags: EkonomiIKAFE UnhasMakassarOutlook 2024Sulawesi SelatanUniversitas Hasanuddin

Related Posts

Empat Tahun Ikafe Gaungkan Pesan Riang Gembira dan Kini Semakin Inovatif
Sosialita

Empat Tahun Ikafe Gaungkan Pesan Riang Gembira dan Kini Semakin Inovatif

by Syamhudi
Sabtu, 4 April 2026
35
United Tractors Site Sorowako Raih Zero Dua Penghargaan dari Pemprov Sulawesi Selatan
Ekonomi

United Tractors Site Sorowako Raih Zero Dua Penghargaan dari Pemprov Sulawesi Selatan

by Syamhudi
Rabu, 11 Maret 2026
9

RECOMMENDED

Daewoong Hadirkan Obat Inovatif P-CAB ‘Fexuprazan’, Resmi Dapat Persetujuan BPOM di Indonesia

Daewoong Hadirkan Obat Inovatif P-CAB ‘Fexuprazan’, Resmi Dapat Persetujuan BPOM di Indonesia

19 April 2026
6
Peningkatan Fitur Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G untuk Menunjang Gaya Hidup Anak Muda Indonesia

Peningkatan Fitur Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G untuk Menunjang Gaya Hidup Anak Muda Indonesia

19 April 2026
10

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    569 shares
    Share 228 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM