MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 19 Februari 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 19 Februari 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Musikalisasi Ebiet G. Ade, Dari Malioboro ke ‘Dapur’ Rekaman

Pratama by Pratama
Kamis, 1 Agustus 2024
in Gaya Hidup
Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

87
VIEWS

Penulis : Sabpri Piliang (Wartawan Senior)

Jakarta, Media-profesi.com – “Izinkanlah. Kukecup keningmu. Bukan hanya ada di dalam angan. Esok pagi. Kau buka jendela. Kan Kau dapati. Seikat Kembang Merah. Engkau tahu. Aku mulai bosan. Bercumbu dengan bayang-bayang. Bantulah aku. Temukan diri. Menyambut pagi, membuang sepi”.

“Izinkanlah, aku kenang. Sejenak perjalanan. Dan biarkan, ku mengerti. Apa yang tersimpan di matamu”.

“Barangkali di tengah Telaga. Ada tersisa butiran cinta. Dan semoga. Kerinduan ini. Bukan jadi Mimpi. Di atas Mimpi” (penggalan ‘musikalisasi’: “Elegi Esok Pagi”–Ebiet G. Ade/1980).

Bermula dari kursus bahasa Inggris Ebiet G. Ade di Yogyakarta. “Spelling” (pengejaan) guru asing,  tak bisa menyebut ‘Abid’. Nama Abid Ghoffar tidak akan dibaca ‘Abid’ Ghoffar. “Spelling” A akan dibaca ‘E’. Setiap kali absen masuk kelas, ‘sang’ pengajar, akan memanggil ‘Ebiet’.

Sementara Aboe Dja’far, adalah nama ‘sang’ Ayah yang sering ditulis di kaos belakangnya, dengan singkatan Abid Ghoffar Aboe Dja’far. Nama Ayah yang cukup panjang, kemudian di singkat oleh teman-temannya menjadi Ebiet Ghoffar AD. Akhirnya menjadi ‘Ebiet G. Ade’.

Perjalanan putra Kelahiran Banjarnegara (Jawa Tengah) 1954 (70 tahun) ini, penuh liku. Bermula ingin menjadi insinyur/dokter dan pelukis, tidak ada yang tertepati. Semua cita-cita Ebiet G. Ade melenceng 360 derajat. Suami dari Kuspudji Rahayu Sugianto/Yayuk Sugianto (kakak penyanyi Iis Sugianto) ini, malah jadi ‘penyair’.

Karier Ebiet mengalami “deviasi”. Namun, itulah yang membuat putra bungsu Umi “Saodah” ini menjadi terkenal, dan melegenda.

Mulai merantau ke Yogyakarta, dari Banjarnegara, sejak SMP. Lalu SMA juga di Yogyakarta, dan sayangnya Ebiet gagal kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebab klasik di masa lalu. Ketiadaan biaya.

“Tak meraih untung”. Ebiet tidak “mati akal”. Mencoba bakat lain, masuk vokal group, Ebiet mulai akrab dengan kalangan seniman muda Yogya (1971). Bahasa anak sekarang, Ebiet mulai mencari jati diri sendiri, setelah gagal kuliah di UGM.

Lingkungan (keluyuran) inilah yang kemudian membentuk persiapan Ebiet, untuk menjadi populer di kemudian hari.

Adalah seniman Emha Ainun Nadjib (penyair), E.H. Kartanegara (Penulis), dan Eko Tunas (Cerpenis), ‘mendidik’ Ebiet hingga tuntas. Mereka bertigalah yang membentuk karakter keilmuan Ebiet di bidang seni. Bersahabat dengan ketiganya, menjadikan sepanjang jalan Malioboro (Yogyakarta), mewujud jadi “rumah” sehari-hari bagi Ebiet.

Penulis dan pencipta lagu ini, digembleng kemampuan kepenyairannya secara “jalanan”. Lebih “Euphemisme” disebut, Ebiet terbentuk alami di sini. Malioboro saat itu begitu natural, hampir semua seniman yang terkenal setelahnya, pernah “bersekolah” di sepanjang jalan “Malioboro”.

Ibarat pepatah, Ayah empat anak ini,  berletih-letih dahulu dalam menimba ilmu.  Orang bijak mengatakan, “belajar berburu, pergilah ke sekolah Elang”. Jangan pergi ke “Sekolah Angsa”. Gambaran, mencari ilmu carilah ‘mentor’ yang tepat.

Percayakah? Bermula, Ebiet tak bisa membuat puisi. Diminta mendeklamasikan Puisi, Ebiet juga kesulitan ketika itu. Namun, Ebiet tak hilang akal. Di “serumpun” seniman Yogya itu, Ebiet mencari cara agar tetap bisa membaca Puisi, dengan cara yang lain. Tak perlu berdeklamasi.

“Musikalisasi Puisi”, disitulah Ebiet mulai “hidup”. Sejumlah Puisi Emha Ainun Nadjib acap dilantunkan Ebiet, bersama dengan gitarnya. Ironinya, tak satu pun Puisi Emha yang dinyanyikan oleh Ebiet dan masuk dapur rekaman.

Hampir semua ‘balada’ yang Ebiet bawakan: Camelia (1,2,3, dst), Elegi Esok Pagi, Orang Orang Terkucil, Berita Kepada Kawan, dll, adalah karya puisi Ebiet sendiri. Sejumlah Penghargaan,  tak terhitung, telah diperoleh suami Yayuk Sugianto ini.

Dalam mempopulerkan puisi-puisi Ebiet G. Ade, mendiang Billy J. Budiardjo punya peran penting. Menariknya puisi-puisi ini, aransmennya diramu dengan  ‘elitis’ dan enak didengar (seperti dalam lagu: “Elegi Esok Pagi”).

Masa keberuntungan Ebiet akhirnya datang. Tahun 1979, Ebiet masuk dapur rekaman lewat label Jackson Record. Musisi lain yang ikut menopang lagu-lagu Ebiet di samping Billy J. Budiardjo, adalah: Addie MS, Dodo Zakaria, Erwin Gutawa. * (Syam/Pra) – Foto : Istimewa

Post Views101 Views
Tags: Ebiet G AdeKonser MusikMusikYogya

Related Posts

FIFGROUP Hadirkan SPEKTRA Meriah di Dua Kota Secara Bersamaan
Ekonomi

FIFGROUP Hadirkan SPEKTRA Meriah di Dua Kota Secara Bersamaan

by Pratama
Rabu, 5 Maret 2025
10
Honda Memperluas Akses Dengan Meresmikan Dealer Honda Anugerah Bantul
Ekonomi

Honda Memperluas Akses Dengan Meresmikan Dealer Honda Anugerah Bantul

by Syamhudi
Rabu, 11 September 2024
19

RECOMMENDED

Pendatang Baru iCAR Raih Tiga Penghargaan Bergengsi di IIMS 2026

Pendatang Baru iCAR Raih Tiga Penghargaan Bergengsi di IIMS 2026

18 Februari 2026
6
United Tractors Resmikan Safety Center dan Donasikan Komponen Alat Berat Kepada SMKN 3 Tenggarong

United Tractors Resmikan Safety Center dan Donasikan Komponen Alat Berat Kepada SMKN 3 Tenggarong

18 Februari 2026
9

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    568 shares
    Share 227 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    358 shares
    Share 143 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM