MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 12 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 12 Juni 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Kualifikasi Piala Dunia: Kecoh China, Sudahi Al Kaf

Wahyu by Wahyu
Minggu, 13 Oktober 2024
in Gaya Hidup
Kualifikasi Piala Dunia: Kecoh China, Sudahi Al Kaf

Foto: Istimewa

62
VIEWS

Penulis: Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Jakarta, Media-profesi.com – “Berpura-pura terluka, membuat lawan tidak merasa terancam. Membuat musuh, tidak ‘ngotot”. Strategi yang disebut “masuk ke jebakan dan menjadi umpan” ini. Sering mengecoh lawan.

Sun Tzu, ahli strategi perang Tiongkok kuno dari Kerajaan Wu (Provinsi Jiangsu sekarang), di samping jenderal besar, juga banyak menulis tentang strategi perang. Seperti halnya Socrates dan Democritus, Sun Tzu juga seorang filsuf.

Buku karya Sun Tzu (544 SM-496 SM), “Sun Zi Bing Fa”, banyak menginspirasi pemimpin dunia memenangkan peperangan. Seberat apa pun perjuangan, dengan strategi yang kemudian diterjemahkan sebagai “Art of War”. Akhirnya bisa mengungguli lawan.

Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Jenderal Douglas McArthur (PD II), Mao Ze Dong (Long March China 1949), Napoleon (Revolusi Perancis), Vo Nguyen Giap (Vietnam mengalahkan AS 1975), mengadopsi buku Sun Tzu. “Seni Berperang”. Mereka semua, mengecoh lawan.

Timnas Indonesia yang ‘terluka’ oleh ‘moral hazard’ (niat jahat) wasit Oman, Ahmed Al-Kaf. Tidak boleh larut. Kekesalan jangan berlanjut menjadi akut. Kesal secara “sustainable” (berkelanjutan), akan melahirkan titik kulminasi anti-klimaks, yang prematur.

Masih ada tujuh pertandingan lagi. Dengan empat ‘home’ (tuan rumah), dan tiga ‘away’ (tandang). Tanpa bercermin pada kemampuan teknik pemain, probabilitas menang ‘home’. Jauh lebih dominan, ketimbang saat pertandingan ‘away’ (tandang).

Lupakan perilaku ‘buruk’ dan tak terpuji wasit Ahmed Al-Kaf. Yang sebelum pertandingan pun, sudah diduga ingin punya ‘moral hazard’. Niat buruk.

Foto: Istimewa

Penunjukkan wasit dalam regional yang sama, sesama negara Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) yaitu: Qatar, Bahrain, Oman, Arab Saudi, Kuwait, UAE, sesungguhnya tidak pada tempatnya, di pertandingan se-kompetitif pre-World Cup.

Indonesia “marah” dan sumpah serapah, wajar! Keteledoran Ahmed Al-Kaf, sangat ‘porno’, dan ‘talanjang’. Dalam gaya bahasa sastra Indonesia, bisa kita sebut ‘Pleonasme’. Memperjelas hal yang sudah jelas.

Entah ini ide siapa? Moral Hazard siapa? Perilaku dan keputusan-keputusan pengadil, menjadi ‘Pleonasme’ atau mempertegas kecurigaan tadi. Jejak digital, “pure original”. Tak bisa diselingkuhi.

FIFA dan AFC akan dengan mudah menilainya. Badan sepak bola dunia dan Asia itu, harus menonton ulang. Untuk berhati-hati memberikan tanggung jawab kepada wasit yang berbahaya bagi kemajuan perkembangan sepak bola (Asia dan dunia).

Untuk Timnas Indonesia, luka dan kemarahan ini, sudah cukup! Saya yakin Ahmed Al Kaf telah menonton ulang pertandingan Indonesia-Bahrain. Al-Kaf juga sudah membaca (bukan hanya Indonesia), cercaan dunia. Bisa jadi, dia pun menyesali dan tak menyangka sejauh ini.

Besok lusa (15 Oktober), Timnas akan melakukan “matchday” ke-4, dari 10 “matchday” yang akan dilakoni. Persiapan dan kebugaran Jay Idzes-Mees Hilgers-Rizky Ridho dkk, tentu juga telah pulih.

Apalagi, selepas “matchday” ke-3 dengan Bahrain (10 Oktober), Timnas Indonesia langsung terbang ke Qingdao (China) dini hari itu juga. Dengan pesawat carter.

Sementara China menggunakan pesawat komersial dari Adelaide (Australia) via Beijing, lalu Qingdao. Waktu reaksasi Indonesia jauh lebih baik.

Foto: Istimewa

China yang kelah 1-3 pada “matchday” (10 Oktober) di Adelaide Oval Stadium, punya obsesi untuk meraih tiga poin pertama melawan Indonesia. Indonesia, China anggap sebagai pelampiasan tiga kekalahannya yang menyakitkan.

Dengan “line up”: Wang Dalei, Hu Hetao, Lei Li, Xie Wenneng, Li Yuanyi, Wei Shihao, Zhang Yuning, dan dua pemain naturalisasi: Fernadinho (Brasil), dan Tyas Browning, China akan ‘mengamuk’ dikandangnya. China paham Timnas Indonesia tengah terluka oleh perilaku Ahmed Al-Kaf yang tidak fair.

Tiga kali draw (dua dikandang lawan, satu di kandang sendiri), bukanlah hal buruk. Tiga poin, dari tiga pertandingan. Dengan: Arab Saudi, Australia, dan Bahrain: masing-masing baru merebut empat poin. Dalam kalkulasi “home and away”, kita masih lebih baik.

Dalam hitungan matematika, dari sisa tujuh pertandingan. Indonesia bisa menang ‘home and away’ terhadap China, menang ‘home’ lawan Bahrain. Lalu sekali kalah lawan Jepang (away), dan tiga kali lagi draw lawan: (Australia/away), Arab Saudi (home), dan Jepang (home).

Maka, jumlah 15 poin, sudah cukup untuk mengantarkan Timnas Indonesia maju ke putaran ke-4, bersama lima tim rangking 3-4 (Group ABC) lainnya.

Boleh kita menganalisa, satu probabilitas Jepang. Jepang yang kini perkasa sendirian di urutan teratas (9 poin), diperkirakan hampir pasti lolos langsung ke (AS-Kanada-Meksiko) di putaran ke-3. Pertandingan “matchday” ke-5 hingga akhir tahun ini, akan memberi Jepang 15 poin.

Saya optimistis, Jepang akan memberikan “karpet merah”, membantu lolosnya Timnas Indonesia pada “matchday” ke-10 (terakhir), pertengahan Juni 2025. Karena Jepang punya historical mendalam, terhadap Indonesia.

Dengan cara “fair play”, Jepang bakal menurunkan full pemain ‘substitute’ (cadangan), yang membuat pertandingan bisa natural lebih berimbang. Tentu dengan catatan, Indonesia bermain optimal. Karena, kualitas Jepang (inti dan cadangan), gap-nya tidak terlalu jauh.

Kita tetap optimistis, pertandingan ‘away’ Indonesia versus China akan seru. Berharap Indonesia terus “terluka”, dan telah melewati masa puncaknya, Timnas China berupaya untuk menang.

Tak ada bencana yang lebih besar, daripada meremehkan musuh. Lao Zi, filsuf China yang hidup hampir sezaman dengan Sun Tzu (570 SM), mengingatkan manusia. Timnas Indonesia, harus pura-pura terluka untuk mengelabui Timnas China.

Pikiran yang tenang, mampu menguasai ketidaksabaran. Otak yang dingin, dapat menaklukkan emosionaitas. Timnas Indonesia, akan menang melawan China, Selasa (15 Oktober). * (Syam/Wah) – Foto: Istimewa

Post Views97 Views
Tags: Ahmed Al-KafFIFAPra Piala DuniaSepak BolaTimnas BahrainTimnas ChinaTimnas Indonesia

Related Posts

Hyundai Satukan Asia Tenggara Lewat Sepak Bola, Ada Kejutan Menarik Jelang Hyundai Cup 2026
Gaya Hidup

Hyundai Satukan Asia Tenggara Lewat Sepak Bola, Ada Kejutan Menarik Jelang Hyundai Cup 2026

by Pratama
Minggu, 7 Juni 2026
16
FINAL INDONESIA-VIETNAM: Manfaatkan “Target Man”, Raven!
Gaya Hidup

FINAL INDONESIA-VIETNAM: Manfaatkan “Target Man”, Raven!

by Syamhudi
Selasa, 29 Juli 2025
17

RECOMMENDED

Bisnis Laundry Makin Menjanjikan, Ini Rahasia Agar Cepat Untung dan Mudah Berkembang

Bisnis Laundry Makin Menjanjikan, Ini Rahasia Agar Cepat Untung dan Mudah Berkembang

12 Juni 2026
9
Acer Bikin Geger Computex 2026, Laptop Gaming AI dan Handheld Unik Ini Jadi Sorotan

Acer Bikin Geger Computex 2026, Laptop Gaming AI dan Handheld Unik Ini Jadi Sorotan

12 Juni 2026
13

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    574 shares
    Share 230 Tweet 144
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    330 shares
    Share 132 Tweet 83
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM