MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 29 Juli 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 29 Juli 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

METAMORFOSIS INDONESIA: Skema dan “Total Football” Kluivert

Wahyu by Wahyu
Senin, 13 Januari 2025
in Gaya Hidup
METAMORFOSIS INDONESIA: Skema dan “Total Football” Kluivert

Foto: Istimewa

29
VIEWS

Penulis: Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Jakarta, Media-profesi.com – “TOTAL FOOTBALL” (‘totalvoetbal’), bukan ‘Tiki taka’. Bukan pula ‘Catenaccio’. Konsep sepak bola modern ini, terbukti ampuh melahirkan juara dunia. Atau setidaknya, finalis.

Kedatangan Patrick Kluivert ke (Indonesia), mengingatkan saya pada klub elite Ajax Amsterdam. Betul, Patrick besar di Ajax. Tapi bukan itu! Klub yang didirikan hampir 125 tahun lalu (Maret 1900) inilah, ‘pengonsep’ sekaligus ‘engineering’nya.

Skema “total football” diciptakan dan dipopulerkan Ajax kurun 1969-1973, kemudian diadopsi oleh pelatih Piala Dunia Belanda 1974 (Rinus Michels). Konsep ini membawa “The Dream Team” ke final “World Cup” 1974, 1978, 2010.

Hampir semua Tim besar, dan berkelas di-luluhlantakan oleh “total football”. Sebut saja juara dunia Brasil, dibekuk trio Johan Neeskens-Johan Cruyff, dan Johny Rep 2-0 (Piala Dunia 1974). Atau Argentina, dihajar 4-0. Filosofi “total football” tak ada ampun.

Foto: Istimewa

Patrick Kluivert, suka atau tidak. Adalah “kepanjangan tangan” skema ini. Sama seperti Piala Dunia 1974, Johan Cruyff adalah “managing” dan eksekutor pikiran “coach’ Rinus Michels.

Filosofi “total football” diperankan Cruyff dengan sangat elegan. Cruyff meng-ejawantahkan pikiran Rinus Michels terhadap rekannya di Timnas Belanda: Ruud Krol, Rob Resenbrink, Wim Suurbier, Willy van de Kerkhov dan kembarannya Rene van de Kerkhov, Arie Haan, Wim Jansen dll.

Banyak kesamaan Johan Cruyff dan Patrick Kluivert. Mereka sama-sama berasal dari pembinaan dini Ajax Amsterdam di usia 10 (Cruyff), dan Kluivert pada usia 7 tahun.

Keduanya juga sama-sama hijrah ke Barcelona setelah meninggalkan Ajax. Bedanya, bila Cruyff hanya lima tahun (1973-1978), Sementara Kluivert selama enam musim berada di Barcelona (1998-2004).

Sehingga keduanya faham betul dengan skema “total football” alias ‘khatam’.  Skema ini, sangat eksplosif, di mana 11 pemain yang ditampilkan, tidak menetap di satu posisi. Sangat dinamis!

Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Saya jadi teringat dengan pemain belakang Indonesia saat mengalahkan Arab Saudi 2-0 di “matchday” ke 6 pra-Piala Dunia. Betapa Calvin Verdonk bergerak dinamis dari bawah hingga ke atas. Bahkan satu ‘assist’nya kepada Marselino Ferdinan berbuah gol. Itulah ‘total football’.

“Total football adalah, sebuah filosofi revolusioner dalam permainan sepak bola. Di mana, tidak ada pemain yang “positioning”nya menetap dalam satu skema statis alias ‘mobile’.

Konsepnya paradoks dengan ‘tiki taka’ (juara dunia 2010/Spanyol). Di mana, sang pemain harus sudah tahu area yang mesti dikuasainya. Umpannya, pun pendek-pendek dari kaki ke kaki, untuk mencipta ruang.

Berbeda lagi dengan “catenaccio”. Konsep ini diperkenalkan dan sukses dijalankan pelatih Italia Enzo Bearzot. Catenaccio adalah, satu skema permainan sepak bola yang menitikberatkan pada pertahanan total (grendel).

Catenaccio merupakan kebalikan dari “Total Football”. Strategi catenaccio sangat efektif dalam bertahan. Garis ganda pertahanan, akan mencegah lawan masuk ke area penalti. Jika garis pertahanan bisa ditembus musuh, masih ada libero dan penjaga gawang.

Lawan akan dibuat frustrasi, dan cenderung memancing semua pemain musuh mendekati area “catenaccio”. Lantas, cuma bertahan? Tidak! Pada saat yang tepat, umpan lambung jauh ke depan, akan berbuah gol.

Foto: Istimewa

Italia juara Piala Dunia 1982 di Spanyol, berdasarkan skema ini. Paolo Rossi (bintang Italia) adalah pengejawantah Enzo Bearzot. Bisa disebut menjadi ‘think tank’nya. Sama seperti Johan Cruyff-nya Rinus Michels (1974)

Skema “total football”. Membutuhkan fisik dan nafas yang kuat. Semua pemain bebas bergerak di posisi manapun. Sebutan posisi ‘eleven’, hanya sekadar simbolis.

Coba lihat gerakan Ragnar Oratmangoen saat gol pertama Indonesia versus Arab Saudi! “Target Man” Marselino Ferdinan, begitu sigap menyambut terobosan Oratmangoen.

Karenanya, setelah permainan dimulai, semua pemain akan bergerak ke segala arah. Tak ada pemain yang menetap di lini depan. Tak ada pemain “fixed” di lini belakang, maupun tengah.

Foto: Istimewa

Semua pemain adalah penyerang. Semua pemain adalah “playmaker”, dan semua pemain adalah “palang pintu. Menyerang bersama, lalu mundur bersama. Itulah “total football”.

Patrick Kluivert yang digodok dari klub pencipta “total football”. Berasal dari negara yang melahirkan total football, tentu memiliki “chemistry” dengan pemain naturalisasi yang lahir dan dibesarkan di Belanda.

Materi dan ‘habit’ Jay Idzes dkk, memadai untuk ‘total football’. Di tangan Patrick Kluivert, skema sepak bola Indonesia akan ber-metamorfosis menjadi ‘total football’.

Tontonan menarik. * (Syam/Wah) – Foto: Istimewa

Post Views267 Views
Tags: Eric ThohirPatrick KluivertPiala DuniaPSSISepak BolaTimnas Indonesia

Related Posts

Valvoline Jadi Pendukung Resmi Piala Dunia 2026, Soroti Peran Penting Mekanik di Balik Setiap Perjalanan
Gaya Hidup

Valvoline Jadi Pendukung Resmi Piala Dunia 2026, Soroti Peran Penting Mekanik di Balik Setiap Perjalanan

by Wahyu
Jumat, 17 Juli 2026
13
Manfaatkan Demam Sepak Bola, Chery Sulap Diler Jadi Tempat Nobar dan Kumpul Keluarga
Gaya Hidup

Manfaatkan Demam Sepak Bola, Chery Sulap Diler Jadi Tempat Nobar dan Kumpul Keluarga

by Pratama
Senin, 6 Juli 2026
23

RECOMMENDED

Geely Coolray Unjuk Gigi di Sirkuit Mandalika, Harga Resmi Siap Diumumkan di GIIAS 2026

Geely Coolray Unjuk Gigi di Sirkuit Mandalika, Harga Resmi Siap Diumumkan di GIIAS 2026

28 Juli 2026
16
Siluet Misterius Chery Muncul Jelang GIIAS 2026, J6 Series Punya Saudara Baru?

Siluet Misterius Chery Muncul Jelang GIIAS 2026, J6 Series Punya Saudara Baru?

28 Juli 2026
17

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    583 shares
    Share 233 Tweet 146
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    384 shares
    Share 154 Tweet 96
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    377 shares
    Share 151 Tweet 94
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    345 shares
    Share 138 Tweet 86
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    344 shares
    Share 138 Tweet 86
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM