MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 15 September 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 15 September 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

HIMKI Dukung Pemerintah Perjuangkan Tarif Preferensial Ekspor Mebel dan Kerajinan ke Pasar AS

Wahyu by Wahyu
Senin, 30 Juni 2025
in Ekonomi
HIMKI Dukung Pemerintah Perjuangkan Tarif Preferensial Ekspor Mebel dan Kerajinan ke Pasar AS
5
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia) mendukung langkah strategis bersama pemerintah untuk memperjuangkan tarif preferensial bagi ekspor produk mebel dan kerajinan asal Indonesia ke pasar Amerika Serikat (AS).

Pemerintah Amerika Serikat sendiri bakal menerapkan kebijakan tarif baru untuk produk ekspor yang masuk ke pasar negara tersebut termasuk produk mebel dan kerajinan pada 9 Juli 2025 pekan depan.

Karena itu, menjelang diberlakukannya tarif baru oleh Pemerintahan Presiden Donald Trump, HIMKI berharap ada upaya dari pemerintah untuk memperjuangkan tarif preferensial bagi ekspor produk mebel dan kerajinan asal Indonesia.

Sermentara mengenai isu tarif ini telah dibahas secara intensif oleh Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie, dan jajaran pengurus inti KADIN Pusat dalam pertemuan pada Selasa, 24 Juni 2025.

Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur mengatakan adanya pembahasan isu tarif baru yang bakal diterapkan Pemerintah AS oleh pihak KADIN Indonesia menunjukkan komitmen tinggi terhadap penguatan daya saing ekspor nasional.

“HIMKI sepenuhnya mendukung upaya sinergis ini sebagai bagian dari perjuangan bersama dunia usaha,” ujar Sobur dalam keterangan persnya, Senin (30/6/2025).

Lebih lanjut Abdul Sobur, menegaskan penetapan tarif yang lebih rendah dibanding negara pesaing seperti Vietnam dan Malaysia akan membuka peluang strategis bagi Indonesia.

“Dengan adanya dukungan kebijakan tarif yang tepat, Indonesia bisa menarik investasi global, sehingga akan menciptakan 5 hingga 6 juta lapangan kerja baru—baik langsung maupun tidak langsung—dan meningkatkan ekspor mebel-kerajinan menjadi USD 6 miliar dalam lima tahun ke depan,” ujarnya.

Sebaliknya, apabila tarif ekspor Indonesia lebih tinggi dari negara pesaing, akan terjadi penurunan permintaan yang signifikan dari para buyer. Hal ini berisiko menyebabkan kehilangan momentum pertumbuhan dan berkurangnya peluang untuk menjadikan Indonesia sebagai hub produksi dunia.

Menurut Sobur, selama ini ekspor mebel dan kerajinan Indonesia ke pasar AS mencapai USD 1,33 miliar, atau sekitar 54% dari total ekspor sektor ini. Industri ini menyerap lebih dari 3 juta tenaga kerja—baik langsung maupun tidak langsung—dan memiliki potensi besar menjadi pusat produksi global, asalkan didukung oleh tarif ekspor yang kompetitif.

Momentum Deregulasi untuk Menghapus Hambatan Usaha

HIMKI mengapresiasi inisiatif Presiden RI untuk melakukan deregulasi secara menyeluruh. Momen ini harus dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai hambatan nyata yang dihadapi pelaku usaha, khususnya eksportir sektor mebel dan kerajinan.

Proses deregulasi ini menurut Sobur sebaiknya mengacu pada praktik negara pesaing utama agar regulasi yang dihasilkan benar-benar kompetitif dan adaptif terhadap dinamika ekonomi global.

Pada kesempatan itu, Sobur mengemukakan HIMKI mengusulkan lima strategi utama dalam mendukung upaya pemerintah.

‘’Pertama, yaitu diplomasi tarif ekspor. Dalam hal ini, Presiden Prabowo, diharapkan dapat menegaskan kembali bahwa Indonesia adalah mitra strategis jangka panjang bagi Amerika Serikat, dan siap menjalankan konsep trade balance yang adil dan berkelanjutan,” kata Sobur.

Lanjut Sobur, kedua melakukan diversifikasi pasar. Maksudnya, Pemerintah Indonesia agar mempercepat penyelesaian perjanjian strategis seperti IEU–CEPA dan membuka akses ke pasar BRICS dan Timur Tengah melalui misi dagang aktif.

Ketiga, reformasi ekosistem ekspor. Hal ini dapat dilakukan dengan upaya mendorong pembebasan SVLK untuk produk hilir, penyederhanaan prosedur karantina, dan percepatan layanan logistik ekspor.

Keempat, insentif fiskal bagi eksportir. Karena dengan adanya pembebasan PPN ekspor, restitusi dipercepat, dan pembiayaan dengan bunga rendah di bawah 6%, serta insentif pajak penghasilan bagi eksportir yang berkontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan perolehan devisa.

Kelima menerapkan perlindungan pasar dalam negeri untuk melindungi potensi pasar domestik yang menjadi target negara-negara produsen mebel terkuat, menjadi sangat penting dan seksama.

“Pengetatan importasi adalah antisifasi dan sekaligus buffer untuk substitusi pasar ekspor apabila terjadi penurunan volume ekspor ke Amerika Serikat,” tutur Sobur.

Pada kesempatan itu Abdul Sobur menegaskan kebijakan tarif bukan sekadar soal angka, melainkan menyangkut nasib jutaan pekerja dan masa depan industri strategis nasional.

“HIMKI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri mebel dan kerajinan menuju pangsa pasar global. Dengan langkah bersama yang solid, Indonesia bisa menjadi pusat produksi dunia dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke level dua digit,” tutupnya. * (Syam/Lili)

Post Views124 Views
Tags: HIMKIKadin IndonesiaTarif AS

Related Posts

Antusiasme Buyers Internasional Tetap Tinggi, IFEX 2026 Catat Transaksi Sebesar 300 Juta USD
Ekonomi

Antusiasme Buyers Internasional Tetap Tinggi, IFEX 2026 Catat Transaksi Sebesar 300 Juta USD

by Wahyu
Senin, 9 Maret 2026
14
Putusan Tarif Global dan Pasar Keuangan Indonesia
Ekonomi

Putusan Tarif Global dan Pasar Keuangan Indonesia

by Pratama
Sabtu, 22 Agustus 2026
12

RECOMMENDED

Waspada Keuangan Ilegal! FIFGROUP Bersama Astra Financial Perkuat Literasi hingga ke Guru dan Pelajar

Waspada Keuangan Ilegal! FIFGROUP Bersama Astra Financial Perkuat Literasi hingga ke Guru dan Pelajar

14 September 2026
24
Merasa Sehat Belum Tentu Aman, Hipertensi Diam-Diam Bisa Berujung Stroke

Merasa Sehat Belum Tentu Aman, Hipertensi Diam-Diam Bisa Berujung Stroke

14 September 2026
17

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    599 shares
    Share 240 Tweet 150
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    399 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM