Semarang, Mediaprofesi.id – Indonesia Eximbank Institute resmi meluncurkan buku kajian strategis berjudul “Jawa Tengah Berani Mendunia”, yang menyajikan strategi komprehensif untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai kekuatan ekspor Indonesia di pasar global.
Buku ini merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Indonesia Eximbank, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Tengah Yogyakarta, serta Bank Jateng.
Buku Jawa Tengah Berani Mendunia mencakup potret ekonomi dan potensi ekspor Jawa Tengah, analisis sektor unggulan seperti tekstil, furniture, makanan-minuman, alas kaki, dan produk perikanan, serta strategi pembiayaan, pemberdayaan UKM, dan penguatan ekosistem ekspor.
Buku ini juga menyajikan tantangan dan peluang ekspor, strategi quick win dan jangka panjang, serta kiat praktis menjadi eksportir baru.
Peluncuran buku ini menjadi bagian dari perayaan HUT ke-80 Provinsi Jawa Tengah yang digelar pada 19 Agustus 2025 di Semarang. Dalam seremoni tersebut, buku diserahkan secara simbolis oleh Anggota Dewan Direktur Indonesia Eximbank, Bambang Setyatmojo, kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan pada triwulan II-2025, ekonomi Jawa Tengah tumbuh sebesar 5,28%, dengan realisasi investasi semester I mencapai Rp45,58 triliun, tertinggi di Pulau Jawa.
Ia menekankan pentingnya ekspor sebagai motor penggerak ekonomi daerah dan berharap buku ini menjadi panduan nyata dalam mengoptimalkan potensi ekspor Jawa Tengah. “Saya berharap buku ini tidak hanya dibaca, tetapi juga diimplementasikan. Mari jadikan setiap rekomendasi sebagai inspirasi untuk bertindak nyata.”
Plt. Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, Sukatmo Padmosukarso, mengatakan peluncuran buku ini bertepatan dengan HUT Jawa Tengah ke-80, kami maknai sebagai ajakan untuk bergerak bersama. Semoga karya ini menjadi bekal strategis bagi pelaku usaha dalam membaca tren, memanfaatkan regulasi, dan mengambil keputusan dengan percaya diri.
“Kami mengundang seluruh pemangku kepentingan yakni pemerintah, perbankan, asosiasi, komunitas, hingga UMKM, untuk berkolaborasi dalam peningkatan literasi ekspor, business matching, sertifikasi, pembiayaan, dan branding produk Jawa Tengah,” ujar Sukatmo.
Buku ini menjabarkan tentang potensi ekspor Jawa Tengah, dimana ekspor tumbuh 8,25 (YoY) sepanjang Januari – Juni 2025, melampaui pertumbuhan ekspor nasional yang hanya 7,7%, dengan sebaran negara tujuan utama ekspor ke Amerika Serikat, Belanda, Australia, China dan Korea Selatan. * (Syam/Pra)





