MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 3 November 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 3 November 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Hari Jantung Sedunia: Waspada Aritmia dan Gejala yang Sering Diabaikan

Syamhudi by Syamhudi
Senin, 29 September 2025
in Nasional
Hari Jantung Sedunia: Waspada Aritmia dan Gejala yang Sering Diabaikan
54
VIEWS

Tangerang Selatan, Mediaprofesi.id – Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap penyakit jantung, salah satunya aritmia atau gangguan irama jantung.

“Meski sering dianggap sepele, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius bila tidak terdeteksi sejak dini,” ujar dr. Daniel Tanubudi, SpJP-FIHA, Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Eka Hospital BSD, pada acara Media Meet Up-Eka Hospital pada hari Jumat (26/9/) di Tangerang Selatan.

Menurut dr. Daniel, banyak pasien datang terlambat karena mengabaikan gejala awal. “Gejala aritmia sebenarnya cukup jelas, tetapi sering disepelekan. Keluhan seperti jantung berdebar tidak beraturan, pusing, mudah lelah, hingga sesak napas harus segera diperiksakan. Jangan menunggu sampai muncul komplikasi seperti stroke atau gagal jantung,” jelas dr. Daniel.

Gejala awal aritmia sering diabaikan karena dianggap sepele atau dikaitkan dengan kelelahan biasa. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Jantung berdebar (palpitasi): Merasakan detak jantung yang tiba-tiba cepat atau tidak beraturan, seolah jantung “terlompat”.
  • Pusing atau pingsan: Terutama saat jantung berdetak terlalu cepat atau terlalu lambat.
  • Nyeri dada: Rasa tidak nyaman, sesak, atau nyeri di dada.
  • Sesak napas: Merasa sulit bernapas, terutama saat melakukan aktivitas fisik ringan.
  • Kelelahan: Merasa sangat lelah tanpa alasan yang jelas.

dr Daniel menjelaskan bahwa aritmia adalah kondisi di mana irama jantung tidak normal—bisa terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau tidak beraturan. Gangguan ini terjadi karena sinyal listrik yang mengendalikan detak jantung tidak berfungsi dengan baik.

Pada kesempatan ini dia juga mengemukan ada beberapa tipe aritmia, yang paling umum adalah:

  • Fibrilasi atrium (AFib): Irama jantung yang cepat dan tidak teratur. Ini adalah jenis aritmia yang paling sering terjadi dan dapat meningkatkan risiko stroke.
  • Takikardia supraventrikular (SVT): Detak jantung yang sangat cepat dan berdebar-debar, yang berasal dari bilik atas jantung.
  • Bradikardia: Detak jantung yang terlalu lambat, di bawah 60 denyut per menit.
  • Ventricular fibrillation (VFib): Irama jantung yang sangat cepat dan tidak teratur dari bilik bawah jantung. Ini adalah kondisi darurat medis yang dapat menyebabkan henti jantung mendadak.

Faktor Risiko Aritmia

Aritmia dapat dipicu oleh gabungan faktor gaya hidup, genetik, dan penyakit penyerta. Beberapa faktor risiko yang paling umum, meliputi:

  • Gaya hidup: Konsumsi kafein berlebihan, alkohol, merokok, dan stres kronis.
  • Genetik: Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau aritmia.
  • Penyakit lain: Hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes, penyakit tiroid, dan penyakit jantung koroner dapat meningkatkan risiko aritmia.

Pentingnya gaya hidup sehat

Menurut dr. Daniel, pengobatan aritmia tidak bisa hanya bergantung pada obat-obatan. Gaya hidup sehat berperan sangat penting dalam menjaga irama jantung tetap stabil. Olahraga teratur dapat memperkuat jantung dan meningkatkan sirkulasi darah, sementara pola makan seimbang (rendah lemak jenuh, gula, dan garam) membantu mengontrol berat badan dan tekanan darah. Kedua hal ini bekerja sinergis dengan pengobatan medis untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi.

Perbedaan aritmia ringan dan berat

Tidak semua aritmia berbahaya. Aritmia dibagi dua, yaitu ringan atau berat berdasarkan risikonya:

  • Aritmia ringan: Seperti beberapa jenis takikardia atau bradikardia yang tidak menimbulkan gejala parah atau tidak berhubungan dengan penyakit jantung struktural.
  • Aritmia berat: Seperti ventricular fibrillation (VFib). Jenis aritmia ini menyebabkan jantung berdetak tidak karuan dan berhenti memompa darah ke seluruh tubuh, yang dapat mengakibatkan henti jantung mendadak. Jika tidak dilakukan penanganan segera pada kondisi ini, seseorang dapat meninggal dalam hitungan menit.

Untuk membedakannya diperlukan pemeriksaan EKG dan tes lainnya. Lalu berdasarkan hasil tes barulah dokter dapat menyimpulkannya.

dr Daniel menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin. “Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dan konsultasi rutin ke dokter jantung sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko. Dengan deteksi dini, aritmia bisa ditangani lebih baik dan risiko komplikasi berkurang,” tambahnya.

Konsultasi dengan Dokter Ahli

Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala yang mengkhawatirkan, jangan tunda untuk berkonsultasi. Mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sejak dini adalah kunci utama.
Untuk mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat, Anda bisa berkonsultasi dengan dr. Daniel Tanubudi, Sp.JP, FIHA, seorang Dokter Spesialis Jantung di Eka Hospital BSD.

Edukasi dan Pencegahan

Dalam momentum Hari Jantung Sedunia, dr. Daniel juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat dengan rutin berolahraga, mengatur pola makan, menghindari rokok dan alkohol, serta mengelola stres.

“Jantung sehat adalah investasi hidup. Jangan abaikan sinyal tubuh, karena pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan,” tutupnya. * (Syam)

Post Views466 Views
Tags: AritmiaEka HospitalHari Jantung SeduniaPenyakit Jantung

Related Posts

500 Orang Padati CFD Sudirman, YJI Gaspol Ingatkan Bahaya Penyakit Jantung yang Kerap Datang Tanpa Gejala
Gaya Hidup

500 Orang Padati CFD Sudirman, YJI Gaspol Ingatkan Bahaya Penyakit Jantung yang Kerap Datang Tanpa Gejala

by Wahyu
Selasa, 27 Oktober 2026
10
OMRON: Jangan Tunggu Jantung Beri Sinyal Bahaya, Kampanye “Don’t Miss A Beat” Dorong Deteksi Dini
Gaya Hidup

OMRON: Jangan Tunggu Jantung Beri Sinyal Bahaya, Kampanye “Don’t Miss A Beat” Dorong Deteksi Dini

by Syamhudi
Kamis, 24 September 2026
28

RECOMMENDED

iCAR V27 Pamer Taring Lewat 39 Opsi Modifikasi, SUV Boxy Ini Bisa Disulap Jadi Mobil Petualangan hingga Studio Film

iCAR V27 Pamer Taring Lewat 39 Opsi Modifikasi, SUV Boxy Ini Bisa Disulap Jadi Mobil Petualangan hingga Studio Film

3 November 2026
11
Dr. Martens Gaspol Rayakan Ekspresi Diri: Chloë Sevigny hingga Naomi Watanabe Jadi Wajah Kampanye With Bouncing Soles

Dr. Martens Gaspol Rayakan Ekspresi Diri: Chloë Sevigny hingga Naomi Watanabe Jadi Wajah Kampanye With Bouncing Soles

3 November 2026
7

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    375 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM